Politisi PDI-P Berani Beberkan Musuh Sejati Gubernur OLLY

Gubernur Olly Dondokambey (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Mengeliminir dan menetralisir gencarnya isu pencekalan terhadap Elly Lasut sebagai Bupati Talaud terpilih yang belum dilantik sampai saat ini. Para politisi satu per satu mulai angkat bicara. Pasalnya, tuduhan atau kencederungan publik menafsir belum dilantiknya Elly dikarenakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengintervensi adanya proses pelantikan.

Menjawab hal tersebut. politisi PDIP Sulut, Ir Julius Jems Tuuk menyampaikan pemikirannya. Menurut anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini Gubernur Olly hanya memiliki satu musuh di daerah ini. Untuk hal-hal lainnya, dikatakan, nyaris tidak ada Olly menebar permusuhan atau memusuhi pihak lain.

”Iya, ada musuh besar beliau. Musuh besar tersebut membuat Pak Gubernur Sulut dan jarang tidur untuk memikirkan cara membasmi musuh besar ini. Bahkan Beliau bolak-balik Jakarta, sampai ke Luar Negeri untuk membasmi musuh besar ini,” tutur Tuuk, Selasa (30/7/2019) belum lama ini.

Tidak hanya itu, legislator Dapil Bolmong Rya ini pun membeberkan musuh besar OD-SK adalah memberantas kemiskinan menuju Indonesia raya.

”Artinya bila ada orang Sulut berpikir bahwa OD-SK punya musuh secara politik, yang saya tahu musuh besar OD-SK adalah selesaikan kemiskinan di Sulut. Bukan persoalan politik yang di gonjang ganjingkan hari ini. Jadi sebagai anak buah Pak Olly di parlemen beserta seluruh ASN yang di komandani Sekprov Sulut Edwin Silangen sampai saat ini berjibaku dengan musuh besar itu. Untuk bagaimana rakyat sulut menjadi sejahtera menuju Indonesia raya,” papar Tuuk.

Politisi PDI-P yang vokal ini akrab dikenal Publik karena gaya bicaranya yang blak-blakan, tapi konseptual dan sesuai dengan fakta dan aturan.

Lanjut Tuuk, menyampaikan ada bukti Pemerintahan OD-SK yang konsisten dan penuh ‘gairah’ membasmi kemiskinan daerah Nyiur Melambai adalah dengan masuknya Turis China ke Sulut.

”Saya sedikit berbagi juga, disaat reses di Pesisir pantai yang berada Bolmong. Warga sempat membuat pernyataan bahwa dulu harga 1 Kg ikan Batu dijual 15 ribu rupia, sekarang malah harga jualnya adalah 30-35 ribu rupiah per 1 Kg,” tutur Tuuk. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1