Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut Libatkan Kampus Cegah Radikalisme

Berlangsungnya pembukaan dialog (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Beragam tantangan yang terus melanda ketenangan rakyat Indonesia rupanya menjadi aspek yang juga diseriusi aktivis pemuda di Sulawesi Utara (Sulut). Senin (19/8/2019) pengurus Jaringan Aktivis Mahasiswa, GTI Sulut dan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melakukan Dialog Kebangsaan.

Menurut Risat Sanger selaku Koordinator Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut bahwa diskusi yang digelar itu merupakan upaya strategis dan perlu dilakukan. Mengingat situasi dan kondisi sosial saat ini sedang dirongrong dengan ancaman disintegrasi bangsa melalui praktek radikalisme.

“Dialog Kebangsaan ini amatlah penting dilakukan. Mahasiswa perlu mendapat pencerahan dengan segera bagaimana menanggapi ini dengan baik. Bagaimana kita harus melihat dari berbagai sisi tentang berbagai persoalan terutama yang bisa memicu perpecahan, apalagi dengan kekuatan media sosial saat ini,’’ kata Risat yang juga jebolan FISPOL Unsrat Manado ini tegas.

Untuk diketahui dialog yang melibatkan kalangan akademis itu mendapat sambutan luar biasa. Hal tersebut terbuti dari kegiatan yang dihadiri kurang lebih 200-an mahasiswa dan aktivis pemuda. Mengusung tema ‘Menangkal Paham Radikalisme di Dunia Pendidikan panitia menghadirkan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado Delmus Puneri Salim SAg MA MRes PhD. Juga bincara lainnya adalah Dr Johny Lengkong, S.IP.,M.Si, selaku pengamat politik.

Selain itu, hadir sebagai pemateri juga adalah Kepala Subdit IV Intelkam Polda Sulut AKBP William Roro. Dialog yang berjalan beberapa sesi itu dimoderatori Ronald Ginting dan berjalan tertib sesuai rencana.

Konfrensi pers panitia disela-sela Dialog Kebangsaat (FOTO Suluttoday.com)

Selaku pemateri, Demus Puneri memberi perhatian pada adanya praktek radikalisme yang sedang berkembang saat ini sangat disayangkan, baik dari alasan ideologis maupun alasan lain yang menurut Demus harus mengklarifikasi dulu apa itu radikalisme.

”Mari kita tangkal dan cegah radikalisme secara bersama. Bagaimanapun radikalisme merupakan tindakan yang dilarang semua agama, ini musuh kita bersama. Jadi ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, maka konsekuensinya meluas. Sebetulnya, persoalan apapun persoalan yang ada harus diselesaikan segera. Jangan sampai dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu untuk mengadudomba rakyat,” ujar Delmus. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1