Instruktur Otomotif Bakal Timba Ilmu di Toyota Motor Jepang

Erny B Tumundo (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Erny B Tumundo menyatakan bahwa peluang belajar langsung di perusahaan ternama di Jepang semakin terbuka lebar.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan belum lama ini menjajaki peluang dan memberikan kesempatan bagi para instruktur-instruktur BLK berprestasi untuk praktek langsung di perusahaan Ehime Toyota Motor di Jepang,” ujarnya Selasa (03/09/2019).

Menurut Tumundo, hal ini dimaksudkan guna peningkatan kapasitas dan kualitas kejuruan otomotif di BLK-BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) termasuk BLK Bitung. Seperti dirangkum dari situs resmi kementerian, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan pembicaraan kerja sama dengan Ehime Prefecture Jepang. Kerja sama ini diharapkan dapat tetap terjalin dengan baik dan terus ditingkatkan dengan area kerja sama yang baru di bidang ketenagakerjaan.

Saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Ehime Prefecture Jepang dalam beberapa bidang ketenagakerjaan antara lain pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi.

”Kerja sama ini akan terus kita jalin guna meningkatkan keterampilan anak muda Indonesia dan instruktur Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Governor of Ehime Prefecture Jepang Tokohiro Nakamura, Matsuyama (31/08/2019).

Governor of Ehime Menteri Ketenagakerjaan RI dan Prefecture Jepang Tokohiro Nakamura, Matsuyama (FOTO Ist)

Kerja sama program pelatihan teknisi otomotif di BLK melatih angkatan 1 (pertama) selama dua tahun dengan materi ajar yang berstandar internasional. Total peserta pelatihan angkatan pertama sebanyak 16 orang dengan rincian 6 instruktur dan 10 pencari kerja.

Program pelatihan ini dilanjutkan dengan melatih peserta pelatihan angkatan kedua yang rencananya akan melatih 50 (lima puluh) orang instruktur kejuruan otomotif yang berasal dari 13 (tiga belas) BLK milik Kemnaker. Selain itu, upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah Indonesia saat ini juga terus digenjot. Salah satu caranya melalui kerja sama program pemagangan luar negeri.

”Saya tadi berbicara dengan Governor Ehime (pemerintah Jepang) untuk dapat mendorong perusahaan-perusahaan di Ehime Jepang memberikan kesempatan bagi para peserta pemagangan dari Indonesia,” kata Hanif.(cat)

iklan1
iklan1