Archive for: September 2019

JEAN SUMILAT, Legislator ‘Moncong Putih’ Konsisten Jalankan 3 Fungsi Dewan

Jean Sumilat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah melalui proses pelantikan sebagai wakil rakyat Kota Manado, Jean Sumilat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Manado ini menyampaikan komitmennya selalu membela kepentingan masyarakat. Anggota DPRD Manado yang akrab dengan sejumlah awak media itu menuturkan akan menjalankan fungsinya secara baik dan maksimal.

”Saya sudah berkomitmen sejak memutuskan menjadi politisi. Bahwa ketika nanti rakyat percayakan dan memilih menjadi anggota DPRD, saya akan menjalankan fungsi sebaik-baiknya. Tentunya, fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan akan saya jalankan secara optimal,” ujar Jean saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (2/9/2019).

Selain itu, politisi ‘moncong putih’ yang murah senyum itu menyampaikan sejumlah prinsip yang akan terus dijaganya. Bagi Jean, seorang politisi merupakan pekerja bagi rakyat, pihak yang telah secara sadar dan terbuka mengabdikan diri bagi banyak orang sehingga dirinya akan terus berbuat demi konstituennya serta masyarakat Manado umumnya.

Jean bersama sejumlah legislator PDIP Manado saat suasana pelantikan (FOTO Ist)

”Inspirasi saya dalam berpolitik dan saya jadikan sebagai mentor adalah Pak Gubernur Olly Dondokambey sering mengatakan bahwa jagalah integritas, loyalitas, rajin, kemudian tanggung jawab, dengan otomatis segala yang kita harapkan dalam hidup akan terwujud. Lakukan dan kerjakan hal-hal yang benar, seperti yang diajarkan dalam Agama yang kita yakini. Kemudian, atas semua niat baik itu saya telah bersedia mengabdikan diri bagi masyarakat,” tutur anggota DPRD Manado dari Dapil Sario-Malalayang ini tegas. (*/BungAmas)

FAISAL SALIM: ‘Rapatkan Barisan dan Luruskan’

Faisal Salim (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Keterpanggilan untuk menghibahkan waktu dan pikiran demi masyarakat Kota Manado menjadi pemicu bagi sosok Faisal Salim, SE untuk melangkah ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado 2020. Dengan mengusung slogan ‘Rapatkan Barisan, dan Luruskan’, Faisal mengaku akan memajukan Kota Manado secara drastis.

”Sudah banyak pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota Manado saat ini. Tinggal bagaimana komitmen pemerintah kedepannya, apakah mau melakukan kemajuan di Kota Manado dengan pola yang biasa-biasa saja ataukah seperti apa?. Saya mengajak kita rapatkan barisan dan luruskan niat untuk berjuang majukan Manado secara total. Jangan setengah-setengah hati membangun Manado,” kata Bang Toyib sapaan akrab Faisal, Senin (2/9/2019).

Pria yang juga Ketua BM-PAN Kota Manado itu memprediksi bahwa pertarungan Pilkada Manado yang akan datang akan makin berkualitas karena para pesaing akan ‘betengkar ide’. Hal itulah yang kemudian menantang dirinya untuk meluruskan niat bekerja bagi kepentingan banyak orang dengan maju menjadi kompetitor di Pilkada Manado 2020. Perubahan, tambah Bang Toyib harus dilakukan dengan bersatu dan kompak.

”Saya membaca peta politik Kota Manado di Pilkada 2020 mendatang akan lebih bermakna. Artinya, kualitas kompetisi makin terlihat, karena semangat politisi serta masyarakat masih terbingkai atau tersemangati dengan adanya Pemilu 2019 kemarin. Tarikan itu akan mewarnai politisi, terutama mereka yang akan bertarung di Pilkada untuk mengusung visi yang lebih tepat untuk membangun Kota Manado. Kita akan bertarung ide kedepannya, bukan lagi sekedar tarung heboh dan sensasi semata,” ujar Bang Toyib yang juga pengusaha properti ini menutup. (*/Redaksi)

DEMOKRASI ITU MEMBERI HARAPAN, BUKAN KERAGUAN

Bung Amas Mahmud (FOTO Suluttoday.com)

TETAP saja berlaku bagi mereka yang umumnya kalah bersaing, psikologis dan bawaannya adalah merasa tidak puas. Berbeda untuk para pemenang dalam konteks apapun, selalu merasa terbaik, superior, handal, dan teruji. Lalu euforia, bahkan lebihnya merasa berperan disegala bidang. Bergembira berlebihan juga bisa membawa dampak jumawa, menganggap seakan memiliki kekuatan absolut.

Hal serupa juga bila diterapkan dalam konteks berdemokrasi, sama nuansanya. Pemenang karena batinnya tenang, bahagia, nyaman, tidak sensi, akhirnya lebih teduh berfikir, lebih bijaksana bersikap. Jangan dibolak-balik, sudah seperti itu rumus klasiknya. Jadi akan aneh kelihatannya, bila pemenang dan pihak kalah ‘bertukar posisi’. Yang menang jangan riya, yang kalah tak boleh larut dalam kesedihan, atau menumbuhkan sentimen negatif.

Demokrasi yang kita gunaan ini merupakan alat. Sudah menjadi konsensus bernegara bahwa fondasi, ‘jalan’ dan kompas yang kita gunakana dalam menggapai cita-cita nasional Indonesia sudah didesain. Kadang dalam hal tafsir demokrasi memicu elemen rakyat berbeda pandangan dan akhirnya cara melaksanakannya juga berbeda, semangat demokrasi yang diwujudkan pun akhirnya melenceng.

Sebetulnya itulah kekayaan kita dalam berdemokrasi, melalui perspektif yang lain. Demokrasi tidak mengenal satu warna, keseragaman, hal-hal tunggal dalam konteks membangun memberi pandangan. Kita juga punya ruang berdiskursus. Peranan demokrasi yaitu membuka ruang bagi semua komponen rakyat secara luas agar mereka dapat mengekspresikan hak-haknya sebagaimana diatur dalam sistem regulasi kita. Kita dituntun berlomba-lomba untuk menerapkan sistem demokrasi yang baik.

Apakah demokrasi bisa menjadi La raiba fihi? ‘Tidak ada keraguan pada-Nya’ ketika kita menggunakan?. Ternyata, tidak juga. Malah demokrasi yang kita anggap sebagai jaminan kesejahteraan masih layak diragukan. Masih ada keraguan dalam kita mengadopsi demokrasi yang adalah konsepsi Barat. Berbeda dengan anjuran pengambilan keputusan dalam beragama, di Islam misalkan kita diajarkan untuk bermusyawarah.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S Ali-Imran 159 yang artinya; ”Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan telad, maka bertawakal kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”. Perintah bermusyawarah dalam Islam juga tegas tercantum dalam Qur’an Surat Asy-Syuura ayat 38.

Sekedar menarik-hubungkan makna, cara pengambilan keputusan, efektifnya mengambil solusi, diperlukan komparasi. Elit pemerintah yang notabenenya orang-orang beragama kita harapkan tetap patut terhadap konstitusi Negara, lalu punya rujukan kuat dalam pengambilan keputusan agar tidak salah arah. Demokrasi idealnya menjadi rumah besar kita semua. Rumah besar bagi pemenang dan bagi mereka yang kalah dalam Pemilu.

Demokrasi tak boleh dikapling, dibonsai, direduksi, dibajak, apalagi diamputasi secara paksa. Posisikan demokrasi sebagai benar-benar alat yang membawa masyarakat pada solusi kebutuhan bernegara, bukan pada kondisi mengambang dan disorientasi. Demokrasi harus dapat memberi makna, pelajaran, pendewasaan dan progress dalam tiap periode.

Itu baru namanya demokrasi sehat dan membahagiakan. Bukan radar yang kabur dan tanpa arah jelas, melainkan keakuratan orientasi dari demokrasi itu membuat rakyat tersenyum tenang, mengetahui kepastian pada jalan menuju cita-citanya. Demokrasi tidak harus menampilkan keraguan missal, atau keraguan yang bertahap guncangannya makin kuat. Kalau rakyat masih ragu selama kita menganut demokrasi, rasanya konsep ini perlu dipikir ulang.

Ketika demokrasi kita saat ini didesain menuju jalan sesat, jurang atau diarahkan menabrak gunung es. Maka tugas kita membunyikan alarm, meledakkan bom molotov sebagai penanda bahawa Negara kita sedang darurat. Jangan kita diam secara berjamaah sementara demokrasi kita sedang sakit, dan dibuat sakit. Pemerintah harus bergerak sungguh-sungguh menyembuhkan sakit kambuh dan penyakit akut yang diderita demokrasi kita.

Terlihat postur demokrasi kita sedang sehat walafiat. Namun didalam tubuhnya ada penderitaan, akibat tekanan, ada kanker dan penyakit yang bisa berjangkit. Penyakit demokrasi yang akan mengancam kehidupan kita semua, itu artinya paradoks demokrasi harus diberikan obat yang tepat. Tidak tepat lagi kita mendiamkan, mengalihkan perhatian, atau mencari kambing hitam disaat demokrasi kita sedang sakit menular.

Marwah demokrasi kita harapkan makin meningkat. Dari tiap waktu ke waktu demokrasi wajib menyajikan fakta tentang harapan masa depan rakyat. Demokrasi bukan lagi menawarkan potret buram, jangan lagi ada keraguan menyelimuti rakyat penganut demokrasi. Bila itu terpatri, lantas meluas menjadi semacam keraguan universal, maka bahaya kelumpuhan dan rapuhnya sendi-sendiri demokrasi makin nyata. Rakyat mudah dibuat pudar dan diretas loyalitasnya pada Negara, hal itu karena sistem demokrasi gagal menawarkan harapan. [***]

 

______________________

Penulis : Bung Amas, Sekretaris DPD KNPI Manado

Waujudkan GCG, STENLY SUWUH Intens Tingkatkan Sumber Daya PD Pasar Manado

Berlangsungnya Rakornas (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tiap kepemimpinan memang mempunya fokus dan perhatian yang paling tidak ada perbedannya. Hal itu juga mendasari sosok Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar (PD) Pasar Manado, Stenly Suwuh, SH untuk terus membenahi perusahaan yang berada dibawah naungan pemerintah daerah Kota Manado ini.

Salah satu fokus Stenly ialah mewujudkan Good Corporate Governance (GCG). Dimana GCG adalah prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha. Semangat itu terbukti, pada Rabu (28/8/2019) Stenly bersama Ketua Badan Pengawas (Banwas) PD Pasar Manado, Max Bawotong SH mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Keuangan Daerah.

Menurut Stenly bahwa kegiatan tersebut begitu bermanfaat bagi kemajuan PD Pasar Manado. Terutama dalam memberikan pelayanan publik sesuai tata kelola perusahan yang baik, kemudian pengaturan atau pengelolaan keuangan yang profesional.

”Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat demi kemajuan PD pasar Manado kedepan. Bagaimana pun itu perkembangan Kota Manado menuju ke arah yang lebih maju terus dilakukan, begitu pula dengan perkembangan pasar tradisional di Manado. Guna menuju Good Corporate Governance, kita harus menyiapkan sumber daya yang mumpuni,” kata Stenly tegas.

Untuk diketahui melalui kegiatan yang diselenggarakan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) ini Stenly mengaku mendapatkan berbagai pengetahuan tambahan. Kegiatan yang bertempat di Hotel Grand Paragon Jakarta ini juga turut dihadiri Kepala Bagian Umum PD Pasar Manado, Brilliant Charles.

Dirut dan Kabanwas PD Pasar Manado saat mengikuti Rakornas (FOTO Ist)

Selain itu, kegiatan ini mengambil tema: ‘Penguatan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dalam meningkatkan pelayanan publik sesuai tata kelola yang baik’, bertujuan mewujudkan pemantapan komitmen, tertib dan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang bersinergi mendukung sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah, dengan kebijakan pemerintah pusat.

Para pejabat daerah, Direksi dan Badan Pengawas BUMD se-Indonesia pun ikut dalam kegiatan ini. Tidak hanya itu, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni menggungkapkan, tujuan digelarnya rakornas tersebut untuk meningkatkan pengelolaan BUMD dan membicarakan terkait masalah hingga solusinya. Sementara Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menciptakan langkah-langkah kedepan untuk memajukan BUMD.

Selanjutnya, penataan BUMD perlu dilakukan agar dapat menjadi sumber aset pendapatan daerah. Salah satunya kata Hadi, terkait sistem perekrutan sumber daya manusia (SDM) yang harus berdasar atas kompetensi.

“Tinggalkan pola lama, lakukan perekrutan SDM berdasar atas kompetensi. Lakukan secara profesional dan mengacu pada tata kelola perusahaan yang baik dengan prinsip good governance,” tutur Hadi.(*/Redaksi)

iklan1