Rayakan Dies Natalis, PMHU Sulut Juga Minta Pemda Halut Ciptakan SDM

Berlangsungnya dialog (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Persatuan Mahasiswa Halmahera Utara (PMHU) di Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Dies Natalis yang ke tiga belas (13) tahun. Kegiatan ini dirangkaikan dengan dialog bersama pemerintah daerah (Pemda) Halmahera utara (Halut) dan mahasiswa. Senin, 28/10/2019.

Dialog yang bertajuk Mari Bacarita Halut ‘Mahasiswa, Investasi Asing, dan Ancaman Bagi Masa Depan’ ini menghadirkan narasumber yangberkompeten. Ada keterwakilan Pemda Halut dalam hal ini, Toni Hendrik selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta dua tokoh muda Halut yaitu Budiarto Usman dan Mirzan Salim.

Dialog tersebut di pandu oleh Renaldo Geredja. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 20:00 Wita yang bertempat Di Aula Manado Bersehati Hotel. Dan dihadiri oleh tamu undangan dari beberapa organisasi paguyuban se Maluku Utara (Malut).

Dalam pemaparan yang pertama, Mirzan menginginkan mahasiswa halut harus berani mengambil sikap politik untuk menolak kehadiran pertambangan di tanah kapita.

“Yang pertama soal kesadaran mahasiswa, yang dimana mahasiswa harus menjadi pelopor utama dalam rangka menolak investasi asing yang ada di kabupaten halut terutama,” pungkasnya.

Mirzan juga menganggap dampak dari hadirnya tambang-tambang di halut akan melahirkan malapetaka “karena investasi asing tidak berdampak secara positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat halut, dan untuk bicara masa depan itu tidak menjamin masa depan masyarakat halut, karena itu kita bisa lihat dari dana CSR-nya,” tandas aktivis halut ini.

Budiarto salah satu narasumber saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

“Yang kedua, dari aspek lingkungan. Kehadiran pertambangan yaitu merusak lingkungan kita, entah itu ekosistem sumber daya hayati yang ada didarat maupun di laut, oleh sebab itu rekomendasi saya pemda halut agar supaya juga turut serta menolak kehadiran pertambangan-pertambangan yang ada di kabupaten halut,” tutup Mirzan.

Menyambung pemaparan dari pemateri sebelumnya, kepala BKD menyatakan bahwa semua perusahan asing yang masuk ke daerah tentunya harus dikaji terlebih dahulu.

“Investor yg masuk ke halut, pasti dikaji oleh pemda, menyangkut dgn untung rugi, bagi kesejahteraan masyarakat Halut,” ungkap Oni.

Selain itu, Oni juga mengungkapkan bahwa investor asing akan menjadi ancaman ketika SDM di daerah belum memumpuni.

“Investor asing yg masuk akan menjadi ancaman apabila SDM tidak siap. bukan setiap infestor yg masuk adalah ancaman, sebab setiap perusahan yg diterima pemda harus melalui kajian,” lanjut kepala BKD Halut.

Berbeda dengan dua pemateri sebelumnya, Budiarto Usman menyampaikan bahwa posisi Halmahera Utara sangat strategis.

“Halut berada di tepi utara, semenanjung Halmahera berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik Secara geografis bagi Kabupaten sangat strategis secara historis telah terbukti pada periode perang dunia kedua. Dimana wilayah Halmahera Utara khususnya Kao dan Pulau Morotai menjadi rebutan antara pihak Jepang dan sekutu guna dijadikan basis strategis untuk wilayah pasifik,” tandasnya.

Untuk itu tambah Budi, dengan posisi yang strategis dan mempunyai SDA yang melimpah yang harus di lakukan pemerintah hari ini ialah menciptakan SDM yang mampu mengelola Halmahera Utara ke depannya. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1