Demo Berantas Mafia Tanah Nyaris Ricuh dan Adu Jotos

Pendemo dan Satpol PP nyaris bentrok (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ratusan warga dari Bolaang Mongondow, Bitung dan Minahasa Utara Kamis (14/11/2019) “menduduki” kantor Gubernur Sulawesi Utara untuk menuntut keadilan terkait kepemilikan tanah yang telah dirampas karena adanya investasi, nyaris anarkis dan ricuh.

Dengan seruan-seruan pedas pun mengalir ditujukan kepada pemimpin daerah Sulut agar sesegera mungkin bertatapmuka serta mengatasi masalah yang tengah dilanda masyarakat. Sementara itu, Kasat Pol PP Sulut, Evans Liow yang menerima curahan hati warga, menyatakan bahwa Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey saat ini tengah berada di istana negara.

Tapi pernyataan itu langsung menyulut amarah pendemo dan ingin menyerang Liow namun dengan tanggap ditahan Sat Pol PP. Alhasil aksi yang sempat memanas melukai beberapa anggota Satuan Pamong Praja (Sat Pol PP). Aksi masyarakat yang tertindas di mulai Polda Sulut, Kanwil Agraria dan berakhir di kantor gubernur dikomandani oleh Koordinator lapangan komunitas petani penggarap Desa Tiberias dan sekitarnya, Abner Patras dan didukung PMII cabang Metro Manado mengatasnamakan Forum Keadilan bagi Petani dan Nelayan Sulawesi Utara.

Aksi Warga Tiberias Bolaang Mongondow, Candi dan Makawidey Kota Bitung dan Paputungan Likupang Minahasa Utara meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mencabut sertifikat-sertifikat tanah yang katanya telah dirampas dan dimiliki oleh mafia agraria.(cat)

iklan1
iklan1