Faisal Salim Dialog Bersama Mahasiswa dan Aktivis Pemuda

Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dialog Bersama Faisal Salim yang dilaksanakan secara rutin, Jumat (21/11/2019) kembali dilaksanakan. Bang Faisal yang juga bakal calan Wakil Wali Kota Manado kali ini didampingi politisi senior Sultan Udin Musa sebagai pembicara, yang dimoderatori Ai Firman Mustika, senior HMI Cabang Manado.

Kegiatan yang bertempat di Buts Café, Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado itu dihadiri para aktivis mahasiswa, tokoh pemuda dan juga jurnalis. Bang Faisal kali ini mengelaborasi soal tema penting, atau visi besar yang dirancangnya untuk diajukan kepada warga Manado dalam kontestasi Pilwako 2020.

Bagi Faisal, kebutuhan akan rumah merupakan kebutuhan primer masyarakat. Selain itu, dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 juga memuat tentang hak dasar masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak. Tokoh muda vokal itu mengaku ditengah rutinitas safari politik sekaligus silaturahmi melalui dialog itu ditemukan banyak masukan dari masyarakat yang menggambarkan betapa rumah begitu diperkukan masyarakat Manado saat ini.

‘’Ketentuan Pasal 28 H, dalam UUD 1945 yang diamandemen secara lugas menjelaskan bahwa rumah adalah salah satu hak dasar rakyat dan oleh karena itu setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dialog bersama yang saya buat ini menghasilkan banyak hal. Menjadi medium untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kita juga dapat mengukur berapa banyak kebutuhan warga Manado untuk mendapatkan rumah sendiri,’’ ucap Bang Faisal.

Dialog bersama Faisal Salim di Buts Cafe (FOTO Suluttoday.com)

Ketua BM PAN Kota Manado itu memberikan penjelasan soal posisi hak masyarakat dan kewajiban Negara terhadap masyarakat. Politisi muda yang energik dan pemberani itu mengaku jika dirinya dipercayakan warga Manado menjadi Wakil Wali Kota Manado, maka sejumlah program yang dipersiapkannya akan dijalankan secara konsisten.

“Saya butuh doa dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan program perumahan tanpa bank dan tanpa ribah ini. Ayo, pemerintah harus hadir melakukan intervensi dalam pembangunan perumahan. Bagiamana pun Negara berkewajiban atas keberadaan masyarakatnya. Sayangnya, masyarakat yang belum diberikan haknya diam saja dan pemerintah pun seolah menutup mata. Harusnya masyarakat mengingatkan itu,” ujar Bang Faisal. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1