Stafsus Gubernur DKI Jakarta Bersama LMND, Satu Visi Bangun Pendidikan

M Chozin saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Melakukan gerakan kolaborasi yang apik dalam wilayah pendidikan. Kali ini Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) sepakat memperjuangkan pendidikan yang berkualitas. Dalam evaluasi bersama melalui dialog publik, disepakati Indonesia mengalami progres signifikan pasca keluarnya Undang-Undang (UU) Pendidikan No. 20/2003.

Dimana UU ini mewajibkan alokasi anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan. Artinya ada kehendak dan kemauan politik yang besar dari Negara untuk pengembangan kemajuan pendidikan. Namun itu saja tidak cukup, perlu melibatkan semua kalangan. Baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk terlibat dalam pendidikan. Seperti yang disampaikan Stafsus Gubernur DKI Jakarta, M Chozin Amirullah.

”Kolaborasi di bidang pendidikan mutlak diperlukan untuk memajukan Indonesia. Kita punya strategi pelibatan menyeluruh dalam pendidikan. Dan pertama kali dilakukan adalah dengan mengubah paradigma menjadi gerakan bayar balik,” kata Chozin, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini selaku narasumber, Minggu (24/11/2019) dalam acara dialog publik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Jeoang 45 Jakarta Minggu (24/11/2019) itu dihadiri para kader LMND, bersama aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat. Lanjut Chozin memaparkan bahwa orang-orang yang selama ini telah mendapatkan alokasi anggaran negara lebih untuk pendidikannya. Sejak mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, mereka mendapatkan alokasi lebih dibanding dengan saudara sebangsanya yang belum terdidik.

”Disisi lain, anggaran pendidikan tersebut diambil dari seluruh rakyat Indonesia melalu mekanisme pajak dan ekstraksi sumber daya alam. Sehingga perlu kita dorong agar penggunaannya tepat sasaran. Tidak disalahkelola,” ucap Chozin.

Sesi tanya jawab dari dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Aktivis muda yang energik dan dikenal tawadhu itu menyebutkan, orang-orang terdidik selama ini beruntung mendapatkan alokasi terlebih dahuli sehingga mentas. Karena itu mereka punya kewajiban moral untuk membayar ”hutang” kolektif.

”Dengan terjun langsung mencerdaskan saudara-saudara sebangsanya yang belum terdidik, maka sama artinya mereka yang telah disekolahkan dengan uang rakyat membalas budi. Kembali mengabdi untuk rakyat,” kata mantan staf khusus Mendikbud di era Menteri Anies Baswedan ini.

Hal itu juga diamini oleh pembicara lainnya, Rosepta Abimanyu. Menurutnya, dunia industri juga perlu diajak untuk berkontribusi langsung di bidang pendidikan.

”Bukan sekedar lewat csr yang sifatnya caritatif saja, tetapi include dalam sistem corporatenya,” ujar Rosepta yang juga mantan anggota Kantor Staf Presiden Jokowi (KSP) era pertama itu.

Berlangsungnya dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Ditambahkannya lagi bahwa kontrobusi corporate melaui CSR bagus, tetapi corporate juga harus mendidikan karyawannya serta menciptakan sistem internal yang kondusif untuk pendidikan. Hadir sebagai pembicara lainnya adalah pengurus KPP PRD Rudi Hartono dan Ketua Umum LMND Muhammad Asrul.

Sekedar diketahui, acara dialog tersebut dalam rangka Launching Pengurus LMND yang baru saja terpilih dalam Kongres ke-8 LMND di Jakarta, 25-27 Oktober 2019 lalu. Pada periode kepengurusan kali ini, Ketua Umum terpilih Muhammad Asrul bersama jajarannya akan fokus pada isu pendidikan.

”Secara konsisten kami awalnya akan mengusung roadmap pendidikan nasional. Tetapi karena Pemerintah sudah punya roadmap-nya, maka kami akan fokus pada mengkritisi dan advokasi di bidang pendidikan,” tutur Asrul tegas. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1