Pemilih Milenial Dalam Pusaran Pemilu

Budiyarto Usman (FOTO Suluttoday.com)

Keterlibatan Melenial dalam pemilu/Sangat berefek terhadap demokrasi kita

hari ini.mempunyai kemampuan teknologi dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Mari kita Berdemokrasi dengan mengedepankan nilai-nilai yang baik, jauh dari sifat

saling mencelah.

(Budiyarto Usman)

Pilkada serentak tahun 2020  sudah di depan mata,pilakada serentak di gelar di 9 provinsi, 224 kabupaten dan37kota.pesta demokrasi yang akan di lakukan hampir separuhwilayahIndonesia.Hal ini adalah hajatan masyarakat Indonesia yang menyelenggarakan pilkada.adayang mengatakan bahwa suda saatnya harus memilih pemimpin yang nantinya akan membawa aspirasi rakyat,mampu memperjuakan rakyat ke-arah lebih baik,adapula yang mengatakan bahwa mencari pemimpin yang trekrekornya suda teruji.

Menurut saya itu semua sah-sah saja yang terpenting dalam berdemokrasiharus mengedepankan nilai-nilai yang baik,jauh dari sifat saling mencelah sehingga bisa menciptakan iklim demokrasi yang damai tanpa harus saling menjatuhkan kelompok yang satu dengan kelompoklain.

Beberapa bulan yang lalu di media sosial maupun media massa Komisi Pemilihan Umum telah menggelar launching Pilkada serentak 2020. Launching digelar sebagai tanda bahwa KPU pusat dan daerah mulai fokus kembali mempersiapkan penyelenggara pilkada,

Sekilas kita lihat di sekelilingi kita proses memperkenalkan calon suda gencar-cencarnya mulai dari papan billboard sampai media sosial  sudah mulai terlihat, terutama  seperti Facebook, twitter dan media sosiallainnya.

Halitu adalah Sesuatu yang lumrah bagi saya maupun masyarakat umum, yang terpenting adalahmengedepankan moralitas serta menghargai lawan politik dalam memperkenalkan siapa yang di jagokanya serta yang paling penting juga harus mengikuti prosedur dan tidak melanggar uud khususnya UU.ITE.nah apalagi Kampanye saat ini di media sosial akan di awasi oleh pihak yang berwajib.jadi bijak bijaklah mengunakan Media Sosial.

Medsos sebagai basis pemilih

Kenapa media sosial penting sebagai basis pemilih, penilitian yang di lakukan oleh ‘Litbang Kompasgenerasi melenial, pengguna facebook  81,7 persen,pengguna Whatshap 70,3 persen dan 54,7 persen lainya  mengunakan Instagram.Kedekatan generasi melenial dengan teknologi akan mempengaruhi pilihan politik mereka”. Hal ini tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan teknologi sebagai senjata yang ampuh dalam proses memperkenalkan calon yang di anggap mumpuni di mata masyarakat penggunakan teknologi sosial media yang secara dampak akan lebih besar dan efektif di bandingkan dengan media konvensional lainya.

Media sosialyang tadinya sebagai sarana  komunikasi,  hari ini suda menjadi mesin politik yang efektif dalam dunia demokrasi, level global contohnya.  peran media social bahkan  dapat memicu revolusi politik sebagai mana fenomena  seperti Arab spring yang warga negaranya sangat aktif mengunakan media sosial serta menginisiasi  Gerakan-gerakan politik melalui media social sehingga menyebarkan wacana tentang revolusi beberapa negarapun mengalami konflik sosial dan politik dipicu salah satunya adalah media sosial.‘Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM 2014”

kalau kita merujuk dengan penilitian yang di lakukan litbang kompas, saya bisa berkesimpulan bahwa basis pemilih  hari ini berada di media social dan hampir semuanya adalah kelompok melenial. Kelompokini sangat aktif dalam mengunakan media sosial, kita kaji kembali karakteristik generasi melenial atau ’Gen Y atau Millennials (1981-1995). Istilah yang di ambil dari buku penemu teori generasi strauss -howe kelompok ini di sebut memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, Kritis,cenderungberkalaborasidan lebih mengetahui teknologi di bandingkan generasi sebelumnya”.

Generasi ini proses penyebarannya ada dimana-mana danhampir semua mengunakan media sosial,kehadiran generasi melenial dalam menyambut tahun politik sangat lah baik merubah suhu politik menjadi kondusif  namun di sisi lain bisa juga memantik suhu perpolitikan menjadi tinggi jika hal itu tidak di kelola dengan baik, memiliki kemampuan mengunakan teknologi generasi ini bisa melakukan pergerakan yang masif dalam hal positif dan negatif.generasi ini juga sangat di minati oleh partai-partai dan calon guna mempengaruhi suaranya.

Dengan hal tersebut generasi melenial menggunakan kemampuannya memakai teknologi harus mengedepankan moralitas tidak sewena-wenahnya dan tidak terpancing dengan muda  menyebarkan informasi yang belum jelas keberadaanya  yang di ciptakan  agen-agen politik guna mendulang suara.dengan cara menjatuhkan lawan politiknya.

Upaya yang harus di lakukan generasi melenial adalah menciptakan situasi yang stabil dan tetap kondusif di antaranya menyebarkan politik yang santun dan damai tidak fanatik buta terhadap satu golongan maupun partai politik. [*]

 

Penulis Budiyanto Usman, Alumnus Unsrat Manado
iklan1
iklan1