Aktivis Muslim Sulut Lahirkan Maklumat Politik

Sesi pembukaan FGD (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sepakat untuk menyatukan persepsi demi mewujudkan kebersamaan ditengah keberagaman pandanga serta afiliasi politik. Senin (25/11/2019), Aktivis Muslim Sulut (AMS) menggelar Focus Group Discussion dengan mengangkat tema: Pilwako Manado 2020; Peluang Tokoh Muslim. Kegiatan ini bertempat di Kantor DPD RI Sulawesi Utara (Sulut), Tikala Kota Manado.

Sejumlah narasumber dihadir, yakni anggota DPD RI asal Sulut H. Djafar Alkatiri, Ketua PAN Kota Manado Boby Daud, Ketua PPP Kota Manado Madzhabullah Ali, dan Ketua PKS Kota Manado Abu Hasan Syafi’i. Menurut Senator Djafar pentingnya penyatuan umat dilakukan untuk mengawal kepentingan bersama. Djafar menilai ada lompatan kemajuan yang muali terlihat dalam silaturahmi yang digagas AMS.

”Sejumlah konsep politik yang strategis telah kita telorkan. Dari pengalaman, kebutuhan umat, refleksi politik dan realitas jelang Pilwako Manado 2020, maka diperlukan persatuan. Hal ini dilakukan bukan sekedar mempertegas identitas politik kita, atau membuat politik kita menjadi konservatif. Melainkan upaya konsolidasi kepentingan bersama. Berbagai format yang tepat kita ambil, tujuannya adalah melahirkan kebersamaan. Gempuran politik pragmatis melalui politik transaksional ini menjadi ancaman nyata terhadap demokrasi, perlu strategi membendung itu,” ujar Djafar yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini tegas.

Bang Reiner Ointoe saat memberikan pengantar diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Sebelum masuk pada sesi pemaparan dari narasumber. Budayawan Sulut, Reiner Emyot Ointoe yang adalah tokoh AMS didaulat untuk menyampaikan beberapa pikiran penting. Menurut Reiner, untuk mengusung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota muslim di Kota Manado diperlukan keseriusan. Harus gerak cepat, kerja kolektif dan bagaimana merekomendasikan figur yang siap lahir batin.

”Jangan lagi kita bicara soal peluang. Sebab, hal itu sebetulnya kita warga muslim Manado dan Sulut sudah mahfum. Kita punya segudang kemampuan dan potensi kepemimpinan. Yang utama iadalah persatuan. Niat dan kekompakan berjuang itulah yang utama. Ayo, untuk Pilwako Manado 2020 kita konsolidasikan kekuatan agar mengusung figur yang mapan. Sosok yang mampu secara konseptual, pengalaman, jejaring. Intinya, kalau berkolaborasi segala usaha yang positif akan dapat kita jawab bersama,” tutur Reiner.

Kebersamaan dan kegembiraan pada giat AMS (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, tiga partai politik yang berbasis Islam yang hadir sepakat bahwa gerbong keumatan harus diselamatkan. Mereka bahkan berencana membuat sekretariat bersama (Sekber) untuk mengakomodir kepentingan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota muslim.

”Kami telah melakukan pertemuan intens soal persatuan umat ini. Walau tidak terekspos media massa, agenda Pilwako Manado menjadi titik start yang penting untuk meneguhkan kebersamaan. Kita harus menyatu, dan PKS, PPP bersama PAN kami sudah berencana membuat Sekber,” kata Hasan, Ketua PKS Manado.

Hal senada juga diperkuat Ichal, sapaan akrab Madzhabullah bahwa diperlukan komunikasi yang rutin antara tokoh-tokoh Islam, elemen ormas dan pimpinan partai politik. Politisi muda yang vokal itu mengajak agar semua pihak menurunkan ego sektoral demi kemajuan umat. Ichal menilai basis suara umat Islam di Manado tak dapat diabaikan dan perlu dikonsolidir.

Senator Djafar memberikan uraian peta politik dan apa yang harus dilakukan (FOTO Suluttoday.com)

”Kuncinya harus bersatu. Itu dulu, baru kita menjawab satu persatu kebutuhan umat. Kemudian, bila kita tidak melakukan konsolidasi, tidak melahirkan kesepakatan bersama di Pilwako Manado 2020 ini menjadi kegagalan besar. Artinya, diperlukan kolaborasi yang serius. Para tokoh, elemen strategis umat Islam dan pimpinan partai politik harus massif berkomunikasi, kita sudah punya satu kesepahaman yakni persatuan umat,” tutur Sekretaris Majelis Daerah KAHMI Kota Manado ini tegas.

Para tokoh yang hadir diantaranya Dr Taufiq Pasiak, bakal calon Wali Kota Manado. Faisal Salim, Kaka Enda, Abid Takalamingan yang masing-masing sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Manado. Mereka diberikan kesempatan bergiliran menyampaikan pokok-pokok pikiran. Secara garis besar ada titik temu yakni kebesaran hati untuk saling memberi support di Pilwako Manado 2020.

Ketua BKPRMI Manado membaca doa saat acara penutupan (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, selaku Koordinator FGD adalah Muhammad Andi Roem Bongkang. Kegiatan yang dimoderatori Syafril Parasana ini dihadiri sejumlah tokoh parpol, tokoh aktivis pemuda, jurnalis, tokoh agama dan birokrat muslim. Kemudian, AMS dalam forum ini melahirkan maklumat politik. Yaitu bentuk pengumuman atau pemberitahuan tentang sesuatu yang berkaitan dengan hal politik di suatu wilayah. Dalam konteks Kota Manado ada titik kesepakatan yaitu dibangunnya gerakan kolaborasi.

Pertemuan berkala juga akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan secara intens. Sampai melahirkan apa yang menjadi target konkrit umat Islam Kota Manado. Upaya mengkanalisasi gagasan besar dan tokoh-tokoh muslim yang akan bertarung di Pilwako Manado mulai mendapatkan gambaran nyata.(*/Amas)

iklan1
iklan1