Archive for: Desember 2019

Wakil Rakyat Diduga Aduk-Aduk Rekrutmen Pala di Manado

Suasana tes tertulis calon Pala di Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Perekruten Kepala Lingkungan (Pala) di Kota Manado di penghujung tahun 2019 kali ini sarat muatan politik. Pasalnya, momentumnya bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2020. Di sejumlah wilayah Kecamatan, dari Keluragan warga mulai mengeluhkan ketidak netralan dan dugaan kuat penyalahgunaan weweng (abuse of power) dilakukan wakil rakyat Kota Manado.

Nuansa intervensi terhadap Lurah, Camat sampai Panitia Seleksi (Pansel) Pala terasa. Untuk memastikan keluhan sejumlah warga, Jumat (27/12/2019) redaksi Suluttoday.com meminta konfirmasi Camat Tuminting, Olga Kaeng yang di wilayahnya begitu kuat intervensi beberapa oknum anggota DPRD Manado. Menurut Olga intervensi dari pihak eksternal tak akan mempang dalam seleksi Pala, karena yang akan diputuskan adalah berdasarkan mekanisme.

”Yang mau bekerja nanti adalah Pala, Lurah dan Camat, bukan mereka. Mungkin ada, yang menyampaikan ke kami tolong lihat titipan mereka, tapi bukan mereka yang mengatur-ngatur. Kalau tidak memenuhi persyaratan sebagai Pala, masa diloloskan. Meski saudaranya anggota Dewan sekalipun, yang menilai adalah Pansel bukan mereka,” ujar Camat Olgas tegas.

Ketika ditanya soal sejumlah calon Pala dari Kecamatan Tuminting yang tidak memenuhi syarat administrasi yang diikutkan dalam wawancara, tetap saja ketentuan pemberkasan menjadi indikator utama. Sehingga yang belum lengkap berkas akan punya penilaian khusus untuk tidak diloloskan.

”Mereka diikutkan karena belum ada rekom Lurah yang belum ada. Tapi, bila calon Pala ini tidak bisa lengkapi juga, maka tidak akan lulus. Karena daftar Kaling harus ada rekom Lurah bahwa dia berdomisili di Lingkungan tersebut,” ucap Camat via WhatsApp.

Sementara itu, aktivis Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan secara terpisah saat dimintai tanggapan menyampaikan apapun alasannya komitmen untuk menjalankan aturan dalam perekrutan Pala harus dipatuhi. Jebolan Unsrat itu, mengutuk adanya indikasi keterlibatan anggota DPRD Manado yang sengaja memaksakan titipannya.

”Tak ada argumen apapun dalam rangka menabrak aturan baku yang ditetapkan Pansel. Ayo kita belajar dan saling mengingatkan sama-sama taat aturan. AMTI akan mengawal proses perekrutan Pala di Kota Manado, jika ditemukan ada kejanggalan kami proses itu ke ranah hukum. Soal disinyalirnya intervensi Dewan Kota Manado, kami berikan waring, jangan coba-coba menyalahgunakan kakusaan yang diberikan masyarakat. Tim kami sementara di lapangan mengawasi proses perekrutan Pala. Jangan ada yang bersikap melawan aturan, lalu kemudian resikonya akan berefek kepada Pak Wali Kota Manado,” papar Turangan tegas. (*/Redaksi)

Berpeluang Menang, Sumendap Perang Total di Pilwako Manado

James Sumendap, SH (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Fluktuasi tensi politik memang menjadi hal yang wajar di era demokrasi saat ini. Dimana, setelah sempat menyampaikan ke media massa memilih tidak bertarung di Pilwako Manado 2020, James Sumendap, SH kembali memberikan signal bakal bertarung di Kota Manado. Politisi PDI-P yang Ketua PA GMNI Sulawesi Utara itu kembali menebar ancaman serius bagi para pesaingnya.

“Ayo, tunggu saya di Manado 2020 nanti. Kan tinggal beberapa hari lagi,” ujar Bupati Mitra dua periode yang dijuluki sang Gladiator ini.

Seperti diketahui, sebelumnya diketahui Bung James sempat membuat gempar dengan menawarkan sejumlah program fantastis untuk Manado. Salah satu yang menarik yakni Program tunjangan dana duka yang mencapai 10 Juta. Kemudian turut pula gaji kepala lingkungan (pala) bakal dinaikan hingga empat juta. Tidak hanya itu, gaji para petugas sampah bakal dinaikan menjadi 5 juta. Untuk itu, dirinya menyebut Manado butuh sentuhan seperti ini, lantaran jika ingin jadi pemimpin harus memberikan janji. Namun dengan garasi bahwa itu sudah dilakukan.

“Ini semua sudah saya lakukan di Minahasa Tenggara. Sehingga ini juga cocok diterapkan di Kota Manado. Kalau tidak percaya datang di Minahasa Tenggara,” kata Bung James.

Membaca peluang politik di Pilwako Manado 2020, Pengamat Politik Dr Stefanus Sampe menilai bahwa James Sumendap yang menjadi salah satu nama yang ikut pendaftaran penjaringan gelombang kedua sangat kans besar diusung. Apalagi jika dilihat untuk tingkat popularitas masih sedikit unggul dengan nama-nama yang ikut penjaringan tahap pertama.

“Bisa saja ini menjadi strategi PDIP. Dimana nama JS sengaja di simpan terlebih dahulu,” ucap Stefanus.

Jebolan University Of Canberra ini menilai peluang Bung James menang di Manado sangatlah besar. Lantaran keberhasilan dirinya di Mitra menjadi salah satu tolak ukur untuk pemilih nantinya dalam menentukan pilihan ke JS.

“Keberhasilan JS dalam memimpin Mitra bisa saja menjadi daya tarik untuk pemilih. Sebagaimana diketahui, Bung James juga dikenal sebagai politisi yang tidak pernah meninggalkan panggung pertarungan. Sehingga dirinya tentu sudah memiliki strategi khusus untuk diterapkan di Pilwako jika dirinya jadi ikut bertarung,” katanya menutup. (*/Redaksi)

Pilih Berbagi Bantuan, Faisal Salim Didoakan Masyarakat Manado

Faisal Salim, SE (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Perayaan Natal sebagai momentum sakral bagi umat Kristiani tentu akan dirayakan dengan suka cita dan penuh kasih. Kesempatan berbahagia ini mendapat mengundang aksi simpatik dari Faisal Salim, SE bakal calon Wali Kota Manado dengan berbagi kasih kepada warga Kota Manado yang merayakan Natal 2019. Di sejumlah Kecamatan Faisal Salim bersama Bikers Subuhan menyalurkan bantuan berupa minuman Fanta, Coca Cola dan Sprite.

Robin Mandag, warga Bailang Kecamatan Bunaken Manado usai menerima bingkisan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Faisal Salim. Menurutnya, para bakal calon Wali Kota Manado dan bakal calon Wakil Wali Kota mestinya menunjukkan perhatiannya secara nyata. Mandag juga menyebutkan, Faisal memang dikenal sebagai sosok yang peduli antara sesama masyarakat tanpa membeda-bedakan agama.

”Terima kasih Pak Faisal Salim, tentu bantuan hadiah yang diberikan ini menambah suka cita kami. Ketulusan dan pemberian ini bermanfaat, sebagai bukti bahwa Pak Faisal merupakan sosok pemimpin yang peduli. Memang kami mengenal beliau sebagai figur yang tidak membeda-bedakan agama. Tokoh majemuk. Selain perhatian, beliau selalu membantu masyarakat. Kami mendoakan agar beliau selalu sehat, dan dimudahkan segala cita-citanya untuk membangun Kota Manado,” ujar Mandag, Kamis (26/12/2019).

Faisal Salim saat meberikan minuman kepada warga yang merayakan Natal (Foto Ist)

Tidak hanya itu, warga Parigi 7 Kecamatan Singkil, Embo Hans Petonengan juga memberi apresiasi atas kepekaan tokoh muda yang satu ini. Petonengan menilai Faisal sebagai politisi yang nasionalis, mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Tidak mau ambil pusing dengan memasang spanduk pencitraan, namun langsung memberi bantuan kepada masyarakat.

”Tentunya pemimpin itu kita harapkan mereka mampu memberi contoh. Punya kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Di saat menyambut Natal bagi kami agama Kristen adalah hari yang Suci, puji Tuhan Pak Faisal Salim ikut memberikan bantuan berupa minuman. Hal ini tentu sebagai bentuk penghargaan yang luar biasa bagi kami. Beliau tidak sibuk memasang baliho ucapan dan pencitraan lainnya di momentum istimewa ini, tapi bertindak secara nyata membantu masyarakat. Cara seperti ini yang diharapkan masyarakat,” kata Petonengan menutup.

Sekedar untuk diketahui, Faisal Salim yang akrab disapa Bang Toyib merupakan bakal calon Wali Kota Manado yang telah mendaftar di PAN Kota Manado. Dan memiliki sejumlah program pro rakyat, berupa program perumahan, teknologisasi menunjang Manado sebagai Smart City, pelayanan terintegrasi. Berkomitmen memajukan Manado, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bang Toyib juga adalah Ketua BM PAN Kota Manado dan aktif sebagai Pembina Bikers Subuhan Manado. (*/Redaksi)

Silaturahmi ICMI Sulut, Puluhan Ahli Berkumpul Perkuat Sinergitas

Berlangsungnya silaturahmi ICMI Sulut (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Silaturahmi pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Senin (23/12/2019) di hotel Grand Whiz MTC berjalan penuh keakraban. Setelah penetapan pengurus inti dan pengisian komposisi struktur ICMI Sulut, yang dipimpin Prof DR Sangkertadi selaku Ketua, Dr Hamzah Latief sebagai Sekretaris dan Ir Iskandar A. Modjo, Bendahara mulai melakukan konsolidasi kepengurusan.

Selain saling memperkenalkan diri dalam silaturahmi tersebut. Terdapat banyak masukan dan saran yang berkembang yang menjadikan temu muka para cendekia muslim tersebut berjalan dinamis. Misalnya, ada masukan agar ICMI Sulut tidak saja berkutat dalam tataran gagasan dan program. Tapi bagaimana kumpulan orang-orang hebat tersebut melakukan penguatan pada aspek aktualisasi.

“Kalau berani ICMI Sulut langsung menetapkan program bangun Universitas. Saya siap sumbang 10.000 ribu buku,” kata Reiner Oentoe, memberi usulan.

Tidak hanya itu, ada juga usulan seputar menghadirkan halal center Sulut yang diprakarsai ICMI, karena disamping urgensi keumatan, juga para ahli yang tergabung di ICMI Sulut sangat mumpuni. Banyak program yang sudah berkembang sebagai bahan diskusi. Namun sebagian besar menyepakati perlunya penggarapan database sebagai dasar dalam menjalankan program.

Selanjutnya, menurut Suhendro Boroma bahwa soal kekuatan data bisa dijadikan sumber pendapatan baru dari sinergitas beragam program yang bisa menjadikan ICMI Sulut maju, berkembang dan membumi. DR Jaelani Husein, wakil ketua yang bertindak sebagai moderator langsung menggiring wacana ini untuk selanjutnya dimasukkan dalam bahasan program kerja secepatnya.

Para ahli yang hadir dalam pertemuan (Foto Ist)

Untuk diketahui, Silahturahmi yang dihadiri sekitar 50 ahli baik dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Negeri Manado (Unima), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, dari unsur perbankan, kalangan profesional pers, dan peneliti dari berbagai lembaga pemerintah itu berlangsung hampir 5 jam. Acara itu juga adalah bagian dari persiapan pemantapan formasi kepengurusan untuk segera diserahkan ke pengurus ICMI pusat dalam kaitan percepatan legitimasi organisasi melalui pelantikan yang kemungkinan berlangsung Januari.

Tambahnya lagi, pengurus pun perlu memantapkan dan mempersiap diri untuk persiapan penyusunan program kerja, termasuk jadwal audensi dengan Gubernur Sulut sebelum waktu pelantikan tersebut. Ketua ICMI Sulut Prof DR Sangkertadi mengaku sangat mengapresiasi kehadiran, sambutan dan masukan yang ada.

“Saya sangat optimis, ICMI Sulut banyak melahirkan hal hal besar ke depan,” ujar Sangkertadi yang juga Wakil Rertor Unsrat ini optimis. (*/Redaksi)

Perlunya Standarisasi dan Keberpihakan kepada UKM

Standarisasi dan Keberpihakan kepada UKM serta Koperasi Perikanan, Sebuah Urgensi 

Bahtiar (Foto Suluttoday.com)

Bahtiar, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IV Periode 2014-2019 dan Unsur Profesional Bidang Perikanan dan BUMN Perikanan

3 hari yang lalu seorang perempuan mengirimkan gambar konfirmasi soal transaksi penjualannya di shopee yang sejak tanggal 14 bulan Desember 2019 harusnya sudah dibayar tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi pasti, saya tau dan paham bahwa layanan shopee pasti bagus tapi perlindungan dan kepastian transaksi untuk keluhan usaha perseorangan yang masuk kategori ukm belum mendapat perlindungan jelas.

Andai modal usaha yang sedikit tersebut tersendat dengan pembayaran tertunda maka sudah pasti akan menyebabkan masalah baru bagi pelaku usaha, modal kecil yang perlu diputar segera karena adanya permintaan langganan tertunda hanya karena keterlambatan pembayaran, tentu sangat merugikan ukm tersebut, pelanggannya pasti lari, sudah sedikit lari lagi. Ini hanya salah satu kasus kecil ukm/ person yang berjualan dengan mall online shope.

Pada tahun 2016 saya melakukan kunjungan ke kalimantan barat, murung raya, sampai ke Kabupetan Bengkayang, sulawesi tengah palu dan donggala mengecek potensi bisnis dan pengembangan koperasi dan ukm perikanan serta produk-produknya. Untuk koperasi ada beberapa masalah serius yang menyebabkan adanya koperasi sakit dan mati, tidak adanya pembinaan khusus bagi pengembangan koperasi dari sisi manajemen pengelolaan usaha, pemasaran maupun sdm terampil dalam pembukuan laporan, pendampingan dan adanya sengketa internal baik sengketa aset maupun lainnya.

Sementara untuk UKM produk-produknya masih banyak yang tidak terserap pasar baik karena pola pengemasan juga karena tidak adanya pengetahuan memadai membangun pasaran, kebanyakan ukm yang tidak laku produknya bukan karena tidak enak tapi karena tidak punya akses pemasaran dan pengetahuan memadai dalam manajemen pengelolaan. Arah Standarisasi UKM dan Koperasi Perikanan Koperasi dan ukm yang maju tidak sedikit karena memiliki SDm unggul dan pembinaan langsung dari ahlinya.

Pola pembinaan koperasi dan ukm kedepan perlu kebijakan pemerintah dalam melindungi apa saja bagian-bagian tersebut. Pertama, setiap koperasi perlu dilakukan standarisasi ketuanya agar dalam pelaksaan tugas dan kebijakan lembaga bisa terarah dan jelas. Kedua 2 orang ahli dalam koperasi perlu disiapkan 1 bagian laporan dan manajemen internal khususnya pembukuan, 1 lagi seorang yang memahami sistem pemberdayaan berorientasi bisnis ini untuk memiliki SDM ini perlu dilakukan standarisasi jika tidak koperasi akan banyak terbebani urusan internal.

Kedua dalam pengelolaan aset pemerintah perlu pengawasan dan penetapan agar aset_aset yang dimiliki koperasi tidak boleh dimiliki perseorangan cara terbaik menghindari konflik internal. Ketiga kehadiran pemerintah harus melakukan konsen pembinaan dan penataan koperasi berdasarkan klaster dan jenisnya, klaster a koperasi mati, klaster b koperasi sakit, koperasi sehat sehingga dalam proses pendampingan tidak salah terapi. Keempat, dalam pembuatan koperasi bagi perseorangan yang sudah mulai membangun usaha dan berjalan untuk dimudahkan dan didampingi berdasarkan standar.

Salah 1 contohnya, yaitu biaya notaris dalam 1 ukm bisa 1 juta atau lebih maka dengan adanya pendampingan dilakukan pendaftaran kolektif atau pemerintah menggratiskan akte dengan menunjuk Notaris khusus pendirian ukm. Kelima dari sisi pemasaran, ukm perlu membangun kerjasama dengan ukm lain serta memperlajari model ukm yang sudah sukses. Kerjasama yang saya maksudkan ukm jika menyewa tempat pemasaran di bandara akan kemahalan tapi jika kerjasama akan murah dan produk akan beragam menyebabkan konsumen tertarik.

Keenam perlindungan hukum dalam pelaksanaan kerjasama ukm dengan mall online seperti shopee dan lainnya agar pada praktek kerjasama ada kejelasan sehingga posisi ukm tidak menjadi imperior. Perlindungan ini perlu dilakukan untuk memberi sangsi kepada pelaku usaha yang tidak sehat dalam melakukan kemitraan. Tentu gambaran di atas tidak menjelaskan bahwa koperasi dan ukm kita tidak sehat, saya hanya mengambil sampel yang memang berkaitan orientasi tulisan, ada juga ukm dan Koperasi yang sehat dan mulai ekspor ikan. [**]

iklan1