Quantum Leadership

Reiner Ointoe (Foto Ist)

Oleh : Reiner Ointoe, Fiksiwan

Memimpin adalah seni tertinggi dari pencapaian karakter paling utama pada tiap orang. Tak seorangpun sejak ia dewasa tanpa jejak personalitas memimpin.

Dengan memimpin, seseorang akan menanggalkan segala ego emotif yang tiap saat menggoda dirinya untuk mengakumulasikan hasrat yang paling tersembunyi. Karena itu, personalitas (kepribadian) sebagai penanda watak memimpin memiliki arti dan makna yang berkalang “topeng” (Latin: Persona).

Berapapun teori kepemimpinan telah dipelajari oleh para ahli bahkan yang diambil dari pengalaman seorang pemimpin dari kelas manapun, seorang pemimpin adalah “persona”(topeng atau watak) yang menghadirkan pesonanya di atas kubangan relasi yang begitu komplit dan kompleks dalam tabiat dan adab manusia.

Tanpa harus menyanjung watak atau persona seorang pemimpin, saya menaruh apresiasi yang sangat valuatif pada hari lahir seorang pemimpin. Ibarat lagu Gigi (Arman Maulana), 11 Januari menjadi penanda lahirnya Bupati Bone Bolango Hamim Pou (51) di sebuah desa Tapa (kini, masuk kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Ia putra kedua dari pasangan mendiang Tongo Pou (kelahiran 1910) dan Hadjarah van Gobel (kelahiran 1942).

Dari pihak ibu, Hamim memiliki leluhur para pemimpin dan auliya (wali) Raja Hubulo (Gobel) sebagai cikal bakal hadirnya para pemimpin nasional seperti mendiang orang tua Rachmat Gobel (Wakil Ketua DPR RI dari Partai Nasdem), mendiang Drs. Muhammad Thayib Gobel (Ka Ebu) sebagai pelopor industri elektronik (via radio transistor) yg dikenal dengan produk Nasional Gobel (kini, Gobel-Panasonic).

Tradisi ala “Gobelship” pernah diteliti oleh ilmuwan sosial Fachry Ali MA sebagai fenomena bertemunya tradisi kepimpinan lokal ke aras nasional sebagaimana “Gobelship” menjadi pelopor wirausaha yang bertolak dari falsafah “pohon pisang”. Sekurang-kurangnya, memimpin itu dalam tradisi “Gobelship” bersifat menumbuhkan (potumulaliyo to tawuweo).

Jika kelak, Nasional Gobel bertaut dengan “Sasa Sogha” ala Jepang, menurut psikolog kepemimpinan ala Dai Nippon, Prof. Doi, persona “Gobelship” menandai karakter yang disebut sebagai kultur atau budaya “amae”. Dengan kultur “amae”, watak dan persona seorang pemimpin menunjukkan tabiat sejati sebagai “sasmita kewaskitaan” seseorang. Dari persona menjadi pesona. Dan itulah Hamim Pou. Ied Milad. Barakallahu fii umuriq.

iklan1
iklan1