TAUFIQ PASIAK: Corona Hari Ini Bukanlah Virus yang Pantas Kita Takut

Taufiq Pasiak (Foto Ist)

Oleh : Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes.,M.PdI, Dosen Unsrat Manado

Manusia itu jauh lebih kuat dari virus apapun. Sejatinya, tak ada benda asing apapun yang bisa menginfeksi tubuh manusia. Karena tubuh manusia sendiri adalah universum (alam semesta) mini dimana milyaran makhluk-makhluk berukuran supersangatamat kecil hidup dan berkembang membentuk koloni-koloni. Hampir di semua bagian tubuh manusia ada makhluk ini. Jumlah mereka lebih banyak dari jumlah sel tubuh manusia. Usus manusia adalah rumah bagian 95 persen makhluk kecil ini. Mereka ada bersama kita sejak kita lahir di dunia ini.

Virus seperti Corona bukan hal yg mematikan bagi manusia. Bukan yg menakutkan bagi manusia. Jaman saya sekolah dulu penyakit karena infeksi virus sering disebut sebagai ‘self limiting disease’ (penyakit yang sembuh sendiri). Tak ada antibiotik untuk virus. Karena antibiotik hanya untuk bakteri. Para ahli obat-obatan meyakini bahwa infeksi virus cukup dihadapi dengan kekebalan tubuh saja. Anda perbaiki kekebalan tubuh dan virus akan enyah dengan sendirinya. Virus influenza bisa Anda hadapi sendirian berbekal kekebalan tubuh yang bagus. Namun, tolong diingat, influenza pernah menjadi pandemi kurang lebih 9 kali dalam rentang 300 tahun terakhir. Pandemi influenza awal abad 19 yang berasal dari Spanyol yang paling banyak membunuh manusia.

Bayangkan, penyakit flu karena virus influenza yang sejatinya bisa sembuh sendiri itu, membunuh hampir.100 juta manusia di dunia. Mengerikan Bro. Mengapa begini? Para ahli bersepakat bahwa hubungan kita dengan binatang telah menjadi tidak harmonis lagi. Disharmoni itu melahirkan virus influenza jenis (strain) baru. Sehingga kekebalan tubuh Anda tidak mampu melawannya. Anda tidak santun memperlakukan binatang sehingga makhluk ini rela menjadikan dirinya tempat persemaian mahluk lain yang tak bisa dilihat dengan mata biasa.

Setiap makhluk punya takdir, punya jalan hidup yang diatur penciptanya. Saya meminjam kosa kata Jawa “pakem” untuk melukiskan apa yang saya maksud. Sang Dalang sudah membikin jalan cerita masing-masing, sehingga setiap wayang menjalankan tugas yang dititahkan. Jika sang wayang ingkar akan tugasnya, maka pakem cerita akan bergeser, akan terganggu dan tidak mencapai arah yang dibikin. Lahirlah suasan chaos, kacau balau.

Dalam universum ini semua makhluk terhubung (connected). Alam semesta adalah ‘web of life’ (jejaring kehidupan) yang tak pernah terpisah dan dipisahkan. Semua terhubung. Hanya mata pikiran yang tajam dan hati yang bersih bisa melihat hubungan-hubungan ini. Pepohonan di sekitar saja berkomunikasi antar mereka melalui makhluk lain bernama fungi yang hidup di bawah tanah. Pohon-pohon punya suara dan hanya telinga yang tajam yang bisa mendengarnya.

Penyakit timbul karena hubungan kita dalam web of life itu tidak harmonis lagi. Manusilah aktor utamanya: “sesungguhnya kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan-tangan manusia”, demikian Kitab Suci menulis.

Dalam hal virus Corona hari ini bukanlah virus yang pantas kita takut. Yang saya takutkan adalah sikap kita. Perilaku kita. Cara kita menghadapi virus baik yang sangat marah, antara lain dengan introspeksi diri sebagai manusia.

Saya serahkan pengobatannya kepada para dokter. Dan saya akan melakukan introspeksi atas lelaku saya selama ini yang membuat jejaring kehidupan menjadi tidak harmonis.

 #introspeksidiri.

 

 

Tulisan diambil dari Akun Facebook Taufiq Pasiak

iklan1
iklan1