Archive for: Februari 2020

Sambangi Sulut, Lasut Dampingi Letjen Putranto Jajal Sirkuit Buracko

Manado, Suluttoday.com – Dewan Pembina Indonesia Offroad Federation (IOF) Letjen AM.Putranto, S.Sos melakukan kunjungan ke Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka bertatap muka dengan para pengurus daerah IOF Sulut sembari adventure menjajal lintasan Buracko Minanga, Malalayang sekitar pukul 2 siang tadi.

Disela-sela adventure, Putranto mengatakan, merasa sangat luar biasa juga hebat melihat atmosfir keakraban jajaran TNI dengan para komunitas offroader Sulut yang dipimpin oleh Ketua Pengda Sulut, Tonny Lasut, SST. “Saya sebenarnya hanya berkunjung saja, tapi dijamu antusias oleh para komunitas offroader Sulut, apalagi pak Pangdam XIII Merdeka telah meluangkan waktu untuk bersama-sama. Lintasan offroadnya juga sangat hebat,” kata Putranto.

“Kedepan saya berharap IOF di Sulut harus lebih maju. IOF jangan hanya sekedar adventure saja, tapi sebisa mungkin mengadakan bakti sosial yang bisa berdampak positif kepada masyarakat. Bantu rumah-rumah ibadah sembari juga meningkatkan objek pariwisata yang ada sehingga progres pembangunan di Sulut semakin berkembang,” tambahnya.

Ketua Pengda IOF Sulut, Tonny Lasut SST, mengatakan bahwa ini merupakan momen yang sangat baik karena bisa bertemu dan melewati medan offroad yang ada di sirkuit Buracko. Ajang ini juga sekaligus memperkenalkan objek wisata di Sulut yang tentunya sejalan dengan program pemerintah yang lagi giat-giatnya mempromosikan pariwisata Sulawesi Utara.

“Kami IOF Sulut turut menopang dalam rangka mengenalkan beberapa spot pariwisata melalui offroad dan semoga bisa lebih dikenal lagi di kalangan luas. Disamping itu, saya ucapkan terima kasih kepada pembina IOF pusat yang meluangkan waktu berkunjung dan menjajal salah satu medan yang ada di Sulut. Kami para pengurus sangat bangga dengan kehadiran pembina IOF Pusat beserta para rombongan,” kata Lasut.

Ikut hadir menjajal sirkuit Buracko, Pembina IOF Pusat, Ketua Pengda IOF Sulut, Pangdam XIII Merdeka bersama 7 jenderal lainnya dari kesatuan TNI AD serta para pecinta komunitas offroad Sulut. (Egi)

Soal Incinerator, LUCKY Minta Pemerintah Kota Manado Terbuka

Lucky Datau, anggota DPRD Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Polemik mesin incinerator rupanya belum usai. Setelah dibukanya gembong dan segel pihak kontaktor karena belum selesainya pembayaran proyek. Kini masih mencuat masalah soal pembayaran, kemudian teknis kerja serta pemanfaatan alat tersebut kepada masyarakat Kota Manado. Menurut Lucky Datau, anggota Komisi III DPRD Kota Manado pentingnya pemerintah Kota Manado terbuka menyampaikan sesuatu yang apa adanya kepada masyarakat.

”Ada kesan publik bahwa pemerintah Kota Manado belum benar-benar terbuka. Sulit juga jika ada kecenderungan menyimpan sesuatu. Muncul spekulasi, dugaan bahwa proyek pengadaan incinerator ini asal dikerjakan. Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado harus terbuka menyampaikan informasi dan tentu masyarakat merindukan informasi yang tepat, bukan berbantah-bantahan dengan pihak ketiga. Karena proyek Miliaran rupiah ini merupakan anggaran milik masyarakat, untuk itu publik perlu tau,” ujar Datau.

Legislator vokal dan apa adanya itu mengungkapkan soal teknis kerja dari dioperasikannya mesin incinerator. Lucky menyebut kalau dikalkulasi produksi sampah dengan pembakaran sampah yang ditangani mesin incinerator sangatlah tidak berimbang. Politisi PAN ini menambahkan bahwa dari pihak kontarktor ke pemerintah saat proyek itu selesai dilaksanakan, maka diperlukan pula pelatihan terhadap para pekerja agar mengetahui cara kerja incinerator secara profesional.

”Kalau berdasarkan pengetahuan kami dari kunjungan kerja, maka masa beroperasinya mesin incinerator tidak 24 jam tanpa istirahat. Melainkan, dalam satu kali beroperasi, mesin ini perlu istirahat kurang lebih 2 jam. Berarti kalau kita hitung dengan produksi sampah per hari, sungguh sangat tidak rasional. Artinya, mesin incinerator tidak bisa menjadi solusi. Apalag disebut sangat mendesak, perlu ada invosi lain. Bukan sekedar pengadaan mesin incinerator yang memakan anggaran miliaran rupiah ini,” tutur Datau sambil menambahkan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan hal ini. (*/Amas)

Wolter Dotulong : PPK Harus Hati-Hati Gunakan Medsos

Ketua KPU Mitra, Wolter Dotulong Saat Mengambil Sumpah dan Janji PPK

Tombatu, Suluttoday.com – Usai terpilih sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, sebanyak 60 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) diambil sumpah dan janjinya, Sabtu (29/02/2020) bertempat di Resto Tombatu.

Pengambilan sumpah dan janji sekaligus penandatanganan pakta integritas di pimpin langsung Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mitra, Wolter Dotulong, dengan disaksikan oleh Ketua Bawaslu Mitra Jobie Longkutoy bersama komisioner Amran Ibrahim. Usai dilantik, ke 60 orang PPK juga dibekali lewat bimbingan teknis (Bimtek).

“Ini merupakan bimtek perdana bagi seluruh PPK yang ada. Untuk materinya, kita lebih menekankan pada orientasi tupoksi PPK dalam mereka menjalankan tugasnya nanti menghadapi pemilihan serentak. Kedepan juga akan ada bimtek lanjutan,” kata Dotulong.

Untuk itu, Dotulong pun menghimbau kepada seluruh PPK agar dalam menjalankan tugasnya supaya profesional, bertanggung jawab serta berintegritas.

“Selain itu, mulai saat ini sebagai penyelenggara PPK harus arif dan lebih bijak dalam bersikap, bertutur kata serta hati-hati dalam menggunakan media sosial dan menjaga netralitas,” pesan Dotulong. (Egi)

WALHI Sulut: Incinerator Membahayakan Warga Manado

WALHI dan mesin incenerator (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai membahayakan, LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan sikap tegasnya soal kebijakan pemerintah Kota Manado terkait pengadaan mesin incinerator. Sabtu (29/2/2020), saat diwawancarai Direktur Eksekutif WALHI Sulut, Theo Runtuwene menyebutkan bahwa pengadaan inceneratir merupakan kebijakan yang membahayakan masyarat Kota Manado.

‘’Harus diingat alat incinerator ini bukanlah solusi tepat menyelesaikan masalah sampah di Manado. Malah yang terjadi adalah kebijakan ini membunuh masyarakat, karena beresiko. WALHI Sulut secara tegas menolak mesin incinerator ini, incinerator membahayakan warga Manado. WALHI mengajak masyarakat sama-sama kita menolak incinerator. Apalagi yang beroperasi di pemukiman warga, maka berefek pada keselamatan masyarakat. Apakah sudah dilakukan uji emisi?, lalu pemerintah lupa bahwa incinerator ini menghasilkan dioksi yang menyebabkan kanker, tumor dan penyakit ganas lainnya,’’ ujar Runtuwene pada Suluttoday.com.

Runtuwene menambahkan bahwa masyarakat yang terkena dampak dimana tempat atau lokasi diopearasikannya mesin incinerator, harus dijamin kesehatan dan keselamatan mereka. Disampaikannya pemerintah Kota Manado harus memikirkan solusi jangka panjang dari aktivitas mesin incinerator kepada masyarakat, terutama juga pekerjanya.

‘’Asap dari mesin incinerator juga membawa dampak polusi udara. Ini sama saja Wali Kota Manado membunuh secara berlahan warganya. Sebab dalam amatan kami keselamatan masyarakat bisa terancam kalau alat ini dioperasikan tanpa ada kajian yang komprehensif. Apakah pemerintah Kota Manado dapat menjamin bahwa incinerator tidak menimbulkan kanker dan tumor?, kami sangat khawatir permasalahan yang ditumbulkan malah makin rumit dan merugikan masyarakat,’’ kata Runtuwene.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Tresje Mokalu saat dikonfirmasi Suluttoday.com melalui WhatAspp tidak menjawab pertanyaan wartawan. Terkait AMDAL, bahaya bila diterapkannya alat incinerator, apakah sudah diuji emisi, juga menjadi pertanyaan yang belum terjawab dari Kadis Mokalu sampai berita ini diterbitkan. (*/Amas)

PSIS Semarang Berburu Poin di Klabat

Jumpa Pers PSIS Semarang usai jalani latihan di Stadion Klabat Sabtu sore (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tekad berburu poin diusung Tim PSIS Semarang dalam debut perdana Shopee Liga 1, Minggu (1/3/2020) sore.

Pelatih Tim PSIS Semarang, Dragan Djukanovic menyakini mencuri poin sudah baik pada laga away di Stadion Klabat.

Meski demikian, diakui Persipura Jayapura memiliki materi pemain mumpumi di pentas persaingan Liga 1.

“Mereka (Persipura, red) tim terbaik saat ini. Tapi bukan berarti kami tak bisa melakukan perlawanan,” ujar Dragan mengawali keterangan Pers usai menjajal lapangan Stadion Klabat, Sabtu sore.

Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini akan memainkan pola menyerang dalam menantang Boaz Salosa dkk.
Dragan siap membuktikan timnya bisa meredam pergerakan lawan.

“Kami berusaha fight, kerja keras guna mewujudkan poin di kandang Persipura,” tandasnya.

Sebelumnya, latihan di awal Februari yang dilakukan PSIS Semarang terbilang cukup terlambat apabila dibandingkan dengan kontestan Liga 1 lainnya.

Dragan menyebutkan kenangan manis pada tahun 1999 bisa terulang kembali. (*/Don)

iklan1