Ini Alasan Pemkab Mitra Putus Kerjasama Dengan BPJS

David Lalandos

Ratahan, Suluttoday.com – Menanggapi keluhan dari berbagai kalangan dan juga masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) angkat bicara terkait tidak dilanjutkannya kerjasama dengan pihak BPJS.

Dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda), David Lalandos, kalau di Mitra warga kategori miskin jumlahnya berkisar di angka 40-an ribu. Dari jumlah penduduk sekitar 117 ribuan terdapat 70-an ribu yang kategorinya bukan miskin seperti ASN, TNI/Polri, pensiunan, karyawan swasta, pengusaha, dan lain-lain. Masyarakat kategori ini sebagian sudah secara otomatis menjadi peserta BPJS karena iurannya langsung di potong dari gaji yang diterima. Tapi ada juga sebagian karena kesadaran pribadi mendaftar menjadi peserta BPJS Mandiri.

“Namun ada masyarakat bukan miskin ini, mungkin sekitar 40-an ribu waktu itu, sama sekali belum menjadi peserta BPJS dengan berbagai alasan. Maka, atas dasar kemanusiaan dan menjadi kebijakan Bupati James Sumendap, pada tahun 2017 semua warga yang kategori bukan miskin tersebut didaftarkan Pemkab Mitra sebagai peserta BPJS Jamkesda yang penganggarannya dibijaksanai di APBD bersama DPRD sampai tahun 2019,” jelas Lalandos via WhatsApp, Rabu (05/02/2020).

Lanjut, Lalandos menerangkan, di akhir tahun 2019 pemerintah kemudian menerbitkan Perpres 75 tahun 2019 yang salah satu isinya menaikkan Iuran BPJS disemua tingkatan termasuk Jamkesmas dan Jamkesda. Dimana, dari Rp.25.500 menjadi Rp.42.000 atau 82 persen.

“Disinilah letak permasalahannya yang menyebabkan Pemkab Mitra tidak melanjutkan kerjasama dengan BPJS bagi sebagian masyarakat kategori bukan miskin ini. Sebab, anggaran yang sebelumnya sudah di alokasikan dalam APBD sebesar 16 miliar tidak cukup karena kenaikan Iuran tersebut,” bebernya.

Lalandos pun mengatakan, Pemkab Mitra saat ini tengah mencari alternatif, skema atau solusi yang tepat agar bisa mengakomodir pelayanan kesehatan bagi warga yang masuk pada kategori bukan miskin ini. Diantaranya menjajaki kerjasama langsung dengan Rumah Sakit, mengoperasionalkan RSUD dan meningkatkan pelayanan disemua Puskesmas yang ada di Minahasa Tenggara. (Egi)

iklan1
iklan1