KAHMI Malut Refleksikan 73 Tahun HMI Melalui Ngopi Bareng

Desain spanduk kegiatan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Merefleksikan Perjalanan 73 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Ngopi Bareng. Cara yang dipilih dalam mengisi Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam yang ke 73 Tahun, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW-KAHMI) Maluku Utara (Malut) akan melaksanakan Refleksi 73 Tahun Perjalanan HMI bertema Ngopi Bareng KAHMI Maluku Utara.

Menurut ketua Koordinator Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara, Ishak Naser, Refleksi 73 tahun HMI yang akan dilaksanakan pada Minggu malam, 9 Februari tanpa tema utama. Sehingga semua peserta menjadi pembicara sekaligus memberi solusi atas persoalan-persoalan ke-HMI-an. Termasuk juga soal-soal ke Indonesiaan dan kebangsaan hari ini.

Meski semua peserta menjadi nara sumber, namun penyelenggara menghadirkan 4 (empat) Alumni HMI sebagai pemantik refleksi. Ke empat alumni tersebut mewakili latar belakang profesi. Dari pejabat, politisi, akademisi dan aktivis social.

Mereka adalah, Abd Rahim Odeyani sebagai Wakil Bupati Halmahera Tengah, DR. Herman Oesman sebagai akademisi dan sosiolog Maluku Utara, M. Rahmi Husen, Politis yang juga salah satu Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara dan Hasby Yusuf, Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara yang juga aktivis sosial.

Kegiatan yang akan berlangsung di Brainstorming Cofe Lovers (BCL) di bilangan Hotel bukit Pelangi itu pesertanya selain kader HMI, pengurus komisariat hingga cabang, juga Alumni HMI. Diharapkan kegiatan ini selain menyambung tali silaturrahim, juga sebagai silaturrahmi gagasan dan ide antar sesama keluarga besar HMI – KAHMI. Tak ada kepentingan Politik apapun didalamnya.

“Jadi ini murni silaturrahmi tanpa ada tendensi politik apapun”, tegas Ishak yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Maluku Utara.

Menurutnya, pandangan pihak lain yang melihat kegiatan ini ada kepentingan politik adalah hal yang wajar. Karena tahun ini adalah tahun politik. Apalagi ada beberapa alumni HMI yang maju sebagai calon kepala daerah /Wakil kepala daerah. Tapi silaturrahim adalah sesuatu yang wajib. Apalagi momentumnya hari lahir HMI pada 5 Februari.

“Silaturrahmi itu wajib bagi keluarga besar HMI. Soal politik, alumni HMI berada di mana-mana dan meski berbeda pilihan dan kepentingan, silaturrahim harus sambung terus,” ungkap Ishak menutup pembicaraan.

Menurut salah satu pengurus Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara, kegiatan yang akan berlangsung pada 9 Februari mendatang tanpa kepanitiaan dan Ditangani langsung oleh Majelis Wilayah KAHMI. (*/Am)

iklan1
iklan1