Menjadi Politisi Harus Mapan?, Ini Kata Richard Sualang

Richard bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Publik kadang kala punya standar tinggi terhadap seorang politisi. Terutama dalam hal ekonomi berkecukupan alias politisi harus mapan. Hal ini mendapat tanggapan dari dr. Richard Sualang, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado, menurut Richard tentang kemapanan bukan soal utama sebagai politisi. Baginya jika masyarakat mengukur politisi dari sisi finansial, sama seperti sebuah salah kapra.

‘’Ada hal utama dan penting untuk menjadi politisi, menurut saya. Sudah tentu bukan soal kemapanan ekonomi. Walau perlu hal ini, namun lebih dari itu seorang politisi harus punya niat baik, kemauan, kesungguhan, political will dan keberanian berjuang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia berani berkorban, berjuang atau berbuat demi masyarakat. Apalagi dalam konteks awal membangun karir,’’ kata Sualang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini, saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (10/2/2020).

Kekeliruan masyarakat memahami potret politisi ideal tersebut, tambah Sualang, dikarenakan perilaku sebagian politisi yang memberi kesan seperti itu kepada publik. Akhirnya, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu menyebut kondisi ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi politisi untuk meluruskan pemahaman masyarakat.

‘’Ini tantangan kita sebagai politisi. Bagi saya tafsiran terhadap politisi harus mapan, kurang tepat dan penyesatan. Tidak seperti itu seharusnya. Banyak politisi berintegritas, punya pengalaman, komitmennya tinggi berkontribusi pada masyarakat dan memiliki konsep membangun sumber daya masyarakat. Mereka mengembangkan kesejahteraan masyarakat, ada juga yang secara ekonomi mungkin belum mapan, peluang politisi sebetulnya sama. Tapi, kalau dibuatkan skala prioritas, bagi saya, integritas, kepemimpinan, kematangan emosi, konsistensi, dedikasi, dan standar moralitas itu yang lebih utama. Dibanding kemapanan ekonomi. Ukuran kemapanan itu faktor yang mendiskriminasi politisi, itu hemat saya,’’ ujar Sualang, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini tegas. (*/Am)

iklan1
iklan1