Revolusi Tidore Menuju Mimpi 3 Negeri

Berlangsungnya dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bincang anak-anak Tidore yang berstudi di Kota Manado, Kamis (13/2/2020) melalui kemasan acara bertema: ”Bacarita Wisuda”, ini yang di maksud adalah para wisudawan harus mampu membirikan suatu konsep dan gambaran besar kepada generasi yang belum menyelesaikan studinya.

Kegiatan ini pun sudah menjadi budaya yang telah mendara danging di kalangan mahasiswa yang ada di perantauan bahkan ini menjadi Budaya dalam Organisasi Pagyuban Se-Maluku Utara yang ada di Kota manado. Dalam kegiatan ini dihadiri 67 orang dari pagyuban yang berasal dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Haltim (IPMHT) Manado, Himpunan pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (HIPMA-HALTENG) Manado, Himpunan pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA-HALSEL) Manado.

Mahasiswa Kota Ternate (MAHKOTA) manado dan Forum Mahasiswa Kota Tidore Kepulauan (FOMAKATI) manado, Sehubungan dengan Tema yang di bahas dalam kegiatan Bacarita Wisuda “Revolusi Tidore dan Menuju Mimpi 3 Negri’ menghadirkan 4 orang Pembicara yaitu Pembicara Jafar Noh Idrus, S.IP ( Wisudawan/Serjana Muda) Hatta Ibrahim (Mantan Ketua IPMHT-MANADO) Jumra Baharudin (Ketua Umum HIPMA-HALTENG Manado) Tommy Sohilait (Mantan Ketua BAKOPMI Manado).

Sejarah peradaban didunia Revolusi berarti sebuah perombakan secara besar besaran dalam sebuah tatanan sosial, Revolusi Tidore yang dimaksud ini adalah revolusi secara gagasan dan tindakan agar Tidore tetap menjadi kota yang kita kenal Sebagai kota yang masih berpegang tugeh semangat para pejuang” tidore masa lalu.namun selain itu Revolusi tidore yang hari ini kita lakukan adalah bagaimana generasi tidore mampu membuat sebuah gebrakan baru dalan momaentum politik yang sekarang itu adalah pemilihan Kepala daerah.

Ini menjadi suatu gebrakan baru bagi generasi baru bermental baru agar bisa memberikan gagasan dan tindakan kepda para pencalonan Pilwako di setiap daerah agar bisa menjadi semngat baru untuk Perubahan daerah yang lebih baik kedepan, Maluku utara dulu lebih Berjaya di bandingkan dengan sekarang itu Karena tidak berimbang dengan perpolitikan di Maluku Utara.

Maluku Utara sudah seharusnya memanfaatkan kebudayaan sebagai pelopor perpolitikannya Pandangan saya bahwa politik ditidore adalah politik berbasis kebudayaan kenapa harus politik berbsis kebudayaan, karena yang kita lihat hari ini Politik tidak lagi sejalan dengan Budaya yang ada dalam daerah kita sehingga banyak orang” politik namun tak mampu membawa politik dalam kebudayaan, maka dari itu politik dan kebudayaan adalah satu kesatuan yang tak bisa di pisahkan.

Tidore kedepan nanti Pada 2021 akan melakukan kegiatan besar yaitu Sail Magellan, kegiatan sail ini juga akan membawa nama Tidore di mata dunia namun tak terlepas dari itu kita harus lihat juga betapa besarnya Sember daya laut yang ada di laut Maluku jangan sampai kita terhipnotis dengan penjajahan gaya baru,Gebe pada waktu itu pernah menjadi jalur perdagangan yang terkenal dan masyarakat Maluku Utara sangat hebat dalam pertahanan Laut dan mampu menguasai setengah Maluku utara yang dibawa kepemimpinan sultan Nuku, di abad 21 ini Morotai, Timika menjadi perebutan dunia maka saya kwatirkan jangan sampai tidore dikendalikan oleh orang yang bukan berasal dari kota Tidore, Status quo perekonomian di derah oleh Hatta Ibrahim.

Dalam sejarah kita di kenal dengan bangsa Maritim dengan memiliki Kedaulatan Ekonomi yang mendunia, Nuku telah menggambarkan sebuah siasat perjuangan. Nuku memahami konstalasi politik antar kerajaan, kerja sama portugis dan Ternate memberikan keharusan kepada Nuku untuk membangun sebuah jalur kemitraan lewat Ekonomi dan Politik. Hasil rekonsiliasi Nuku dengan Masyarakat peisir Gamrange.

Para narasumber (Foto Suluttoday.com)

Merupakan kerja sama kemitraan untuk mendongkrat kedaulatan ekonomi dan politik . hal itu mengantarkan Nuku sehingga Mampu menggandeng posisi strategis sampai pada lautan pasifik ke Raja 4, Misol, waigama, salawati hingga ke seram . Sedangkan Persoalan ekonomi yang terjadi di Maluku utara berdasarkan data BPS Maluku Utara tahun 2014-2018, ada beberapa potensi yang belum di kelola secara maksimal.

Diantranya sector perkebunan dan pertanian, sector perikanan, dan Pemanfatan Sumber daya Alam. Data BPS maluku utara menyatakan bahwa komoditas yang unggul di Maluku utara hanya terdapat 3 komoitas, yaitu rata-rata komoditas Tahunan seperti : Pala dan Cengkih di Halteng, Hasil Pertanian (Padi) di Haltim dan Kopra di Halut. Sementara komoditas bulanan hasil pengelolanya terlihat belum maksimal.

Jumra Baharudin Kehadiran tambang di Halmahera tengah adalah menjadi sebuah keresahan bagi kami setiap masyarakat Halmahera tengah, karena kehadiran tambang sedikitpun tidak meinggalakan suka sebab yang ditinggalkan hanyalah duka. Kabupaten Halmahera tengah menghadapi mimpi besar yakni kehadiran tambang yang mengerus setiap kepingan tanah di kabupaten Halmahera tengah. Kami yang berada di kabupaten Halmahera tengah menjual hidup. Ucap jumra. Tommy Sohilait Revolusi adalah bagian dari perubahan KPMU yang menghimpun mahasiswa Malut disulawesi Utara. (*/Red)

iklan1
iklan1