Jarang Masuk Kantor, Kadis PUPR Sulut Dikeluhkan

A Tamengkel (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kinerja pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang disiplin dan konsisten dalam pelayanan, salah satu indikatornya adalah rajinnya pimpinan SKPD untuk hadir di ruang kerjanya. Hal tersebut ternyata tidak terlihat dari Kepala Dinas PUPR Sulawesi Utara (Sulut), A Tamengkel. Situasi tersebut sebagaimana disampaikan sejumlah staf PUPR Sulut.

”Banyak staf di ruangan PUPR Sulut mulai resah dengan pelayanan yang cukup memprihatinkan. Tentu banyak urusan terkendala karena Pak Kadis sangat jarang di ruangan, kalau pun ada, beliau tidak berlama-lama di ruang kerjanya. Lebih banyak mengikuti dan setor muka kepada Gubernur, pelayanan publik seperti kurang diperhatikannya,” ujar sumber ASN di kantor PUPR Sulut, yang meminta namanya tak disebutkan belum lama ini.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH, angkat bicara. Minggu (16/2/2020), Turangan meminta agar Gubernur Sulut, Olly Dondokambey memberikan teguran keras kepada pimpinan SKPD yang kerjanya hanya berjalan dan jarang berkantor. Turangan menyebut tugas ASN yaitu untuk melakukan pelayanan publik, sehingga bila tugas tersebut terabaikan, maka hal itu wajib dipertanyakan masyarakat.

”Kami sudah mendapatkan informasi dari beberapa sumber soal ini, dimana Kadis PUPR Sulut sangat jarang berada di ruang kerjanya. Malah beliau ini banyak mengawal Gubernur Sulut, pejabat yang tidak memprioritaskan pelayanan publik seperti ini harus segera dievaluasi. AMTI meminta Gubernur Olly secepatnya mengevaluasi kinerja kepala SKPD yang seperti itu. Jangan kemudian menjadi pejabat birokrasi yang mempersulit dan menyimbat pelayanan publik,” kata Turangan saat dihubungi Suluttoday.com.

Sekedar diketahui, sampai berita ini diterbitkan Kadis A Tamengkel belum dapat terkonfirmasi. Di tempat terpisah beberapa masyarakat juga mengeluhkan hal tersebut, padahal pimpinan SKPD idealnya bertugas serius menjalankan kewenangannya yakni pelayanan publik yang prima. (*/Am)

iklan1
iklan1