WALHI Sulut Tegaskan Tolak RUU Omnibus Law

Theo Runtuwene (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait menguatnya perbincangan dan telaah soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law membuat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Utara (Sulut) juga terlibat aktif, menjadi pelopor dalam melakukan kajian. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sulut, Theo Runtuwene, pihaknya telah bulat bersikap. Sejumlah yang dinilai bersifat destruktif masih terselip dalam RUU tersebut.

”Omnibus Law tentang kemudahan investasi di Indonesia. Tegas kami sampaikan penolakan. RUU ini apabila di ketok sebagai Undang-undang akan semakim massif merebut ruang-ruang wilayah kelola rakyat yang sangat rakyat butuhkan,” ujar Runtuwene saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (21/2/2020).

Karena merusak lingkungan, membakar hutan, dan berbagai pidana lingkungan lainnya akan tersaji lebih massif lagi di negeri Indonesia, tambahnya atas berbagai studi yang komprehensif Walhi Sulut juga mengajak elemen masyarakat bersama-sama melakukan penolakan.

”Kondisi yang ideal berkaitan dengan pemeliharaan hutan yang selama ini kita perjuangkan akan tergadaikan. Dan hebatnya, mereka tidak dapat di hukum lagi, para pelaku-pelaku itu karena mereka Investor, Pemodal, Pemerintah dipandang sebagai utusan tuhan. Sementara rakyat hanya buat diskusi-diskusi kecil saja dan tidak melawan, diberlakukan diskriminatif,” ucap Runtuwene tegas. (*/Red)

iklan1
iklan1