VENTJE RUMANGKANG Telah Tiada

Alm. Ventje Rumangkang (Foto Ist)

Oleh : Reiner Ointoe, Fiksiwan

Satu lagi tokoh nasional asal Minahasa (Sulut) berpulang tadi subuh di RS Pondok Indah Jakarta Selatan. Om Ventje, begitu ia disapa, mendadak tampil secara nasional ketika reformasi 1998 menghasilkan perubahan peta politik dari rezim otoritarian Orde Baru ke sistem politik multi partai.

Bersama SBY — kelak terpilih dalam dua periode Pilpres(2004-2014) — mendirikan Partai Demokrat(PD) yang pada Pemilu 2009 berhasil menjadi partai pemenang dgn 20% “gatevoters.” Sejak itu awal pendirian PD Om Ventje menunaikan tugas politik di pentas nasional.

Dengan merekrut beberapa politisi muda seperti Anggelina Sondakh, Jones Rumangkang, dan bahkan di Sulut mendiang P. Togas, ayah kandung Berty W Togas, setelah pensiun dari Kadis Dikbud, didaulat memegang mandat pendirian PD di Sulut dan menghasilkan kemenangan di Provinsi (kursi Wakil Ketua DPRD Sulut) dan DPR RI Mayjen (Purn.) E.E. Mangindaan yang akhirnya melejit jadi Menpan dan Menhub pada Pemilu 2009.

Tapi, pada Pemilu 2009, Om Ventje berseberangan dgn SBY dan membuat ia hengkang dari PD serta mendirikan Partai Barisan Nasional (Barnas) yang tdk memperoleh jatah threshold 4% ketika itu. Kandas dari kemenangan nasional Barnas, Om Ventje menarik diri dari dunia politik yang hingar-bingar.

Meski sesekali masih mengungkapkan sikap dan pandangan politik, sumber daya Om Ventje mengalami pasang surut. Kader-kader Tou Minahasa yang direkrut di PD dan Barnas kehilangan spirit perjuangan seiring kasus korupsi yang menimpa kader-kader partai Demokrat.

Bahkan Jones Rumangkang dan Berty setelah tak terpilih di DPRD bak lenyap ditelan bumi. Yang tersisa, E.E. Mangindaan sendiri setelah Walikota Manado Vicky Lumentut sebagai Ketua Partai Demokrat hengkang ke Nasdem setelah diterpa isu kasus korupsi. Meski PD tdk lagi mendudukkan kadernya di DPR RI seperti E.E. Mangindaan (76), praktis di Sulut pun PD nyaris kehilangan nyawa politiknya.

Apapun yg telah berlangsung, sedikit-banyak, berat-ringan, kontribusi Om Ventje dlm perhelatan politik nasional telah mencatatkan rekor yang tak bisa dihapus oleh sejarah. Requim. Requim. Requim Om Ventje. Ke tanah persada — dari rumpun Malesung Minahasa — telah kau persembahkan berkah di sisa usiamu. Biarlah itu akan dituai kelak generasi-generasi mendatang. 💐Deep Condolence💐

iklan1
iklan1