Diduga Ilegal, LSM Gempindo Sulut Pertanyakan Operasi Pertambangan PT NWR

Hidayat Samaun (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bertujuan menjaga masyarakat dari ancaman limbah berbahaya dan kerusakan lingkungan, LSM Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (Gempindo) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara. Selasa (25/2/2020), melalui Sekretaris DPD Gempindo Sulut, Muhammad Hidayat Samaun mempertanyakan beroperasinya pertambangan di wilayah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulut.

”Tentunya kehadiran PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) di Ratatotok dalam operasi pertambangan perlu kita tanyakan apa manfaatnya terhadap masyarakat. Jangan sampai kehadiran pertambangan tersebut membawa efek pencemaran lingkungan, sekaligu secara jangka panjang memberi dampak membahayakan masyarakat. Seperti memproduksi limbah yang kemudian menjadi penyakit terhadap masyarakat sekitar,” ujar Hidayat.

Tidak hanya itu, Hidayat menilai berdasarkan investigasi yang dilakukan terdapat proses operasi tambang ilegal di kawasan Ratatotok. Pemerintah dan instansi berwenang diharapkannya agar mengambil sikap tegas dalam rangka menyelamatkan kepentingan masyarakat. Kondisi sosial masyarakat di Ratatotok dalam tahap interaksi, kata Hidayat juga berpotensi terganggu dengan adanya pertambangan tersebut.

”Kami dari LSM Gempindo Sulut mengetahui bahwa pertambangan dari PT HWR ini belum mengantongi izin. Artinya kegiatan pertambangan dalam konteks izin lingkungan itu sangat perlu, apalagi kegiatan operasi dan penggunaan alat berat. Itu sebabnya, kami menilai PT HWR melakukan kegiatan ilegal. Stakeholder terkait kami minta segera turun tangan, menghentikan beroperasinya pertambangan,” kata Hidayat tegas. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1