Kader PDI Perjuangan Suarakan Richard-Andre for Pilwako Manado

Richard Sualang dan Andre Anggow (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Makin dekatnya hajatan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2020 mulai berdampak signifikan terhadap isu dan peta politik yang makin kencang. Terutama yang terjadi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Manado yang saat ini memperoleh jumlah kursi terbanyak di DPRD Kota Manado. Berbagai nama yang disebut untuk maju sebagai calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado mencuat.

Santer terdengar nama populer bakal calon Wali Kota Manado diinformasikan memiliki peluang mendapatkan dukungan kuat di internal PDI Perjuangan, seperti Richard Sualang, Aaltje Dondokambey dan Andre Anggow. Hal tersebut turut diakui kader partai berlambang banteng hitam bermoncong putih. Diantaranya, menurut Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tuminting Kota Manado, Steiven B. Zeekeon, SH saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (27/2/2020), menyambut baik bila Richard Sualang dan Andre Anggow ditetapkan maju di Pilwako Manado.

”Itu pasangan paripurna, Richard Sualang dan Andre Anggow mewakili latar belakang berbeda. Berbeda unsur etnis dan agama, memang kita tidak sedang memainkan politik identitas, tapi dalam urusan kombinasi kekuatan politik hal ini penting. Politik representatif itu mendapat tempat di dalam sistem demokrasi kita,” ujar Steiven yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum dan Keamanan DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini.

Tidak hanya itu, Steiven menyebutkan bahwa antara Richard dan Andre memiliki basis dukungan yang kuat. Ditambahnya lagi kedua figus ini merupakan politisi yang sangat disukai kader-kader PDI Perjuangan di Kota Manado. Menurutnya PDI Perjuangan sudah harus mengusung kadernya sendiri, apalagi dengan kekuatan politik yang ada saat ini.

Steiven B. Zeekeon, SH (Foto Istimewa)

”Kader-kader internal PDI Perjuangan Kota Manado menghendaki duet Richard Sualang-Andre Anggow karena dinilai sangat ideal dan mempunyai dukungan luas. Masing-masing diantara mereke memiliki basis pendukung militan. Kalau digabungkan suara keduanya di Pemilu 2019 sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulut berkisar 47 ribu, ini angka yang tidak sedikit. Kemudian, kabar yang menggembirakan lagi pasangan ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak krisis kepemimpinan. Kami punya stok kader yang mempuni, sudah harus mengusung kader sendiri. Jangan lagi ada kader import. Dan pasangan ini yang paling disukai oleh internal pengurus dari anak ranting, Ranting dan PAC sebagai ujung tombak pemenagan Pilkada,” kata Steiven yang juga lawyer ini tegas.

Sekedar diketahui, pada Pilwako Manado sebelumnya PDI Perjuangan sempat mengalami kekalahan karena mencalonkan politisi di luar kader PDI Perjuangan. Hal itu dinilai sejumlah kader untuk menjadi perhatian serius, dan tidak harus terjadi lagi. Sejumlah kader PDI Perjuangan berharap paket paslon di Pilwako Manado adalah mereka yang merupakan kader tulen dari PDI Perjuangan. (*/Amas)

iklan1
iklan1