Jurani Siap Buka-Bukaan, Tresje Mokalu Tancap Gas

Jurani Rurubua dan Tresje Mokalu (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Konsistensi Komisi III DPRD Kota Manado dalam membuka tabir dan hal-hal yang dinilai janggal patut diberi dua jempol. Pasalnya, terkait alat incenerator yang sempat berpolemik sampai saat ini terus dikawal Komisi III. Hal tersebut seperti disampaikan sejumlah anggota Komisi III DPRD Manado, salah satunya dipaparkan Jurani Rurubua.

Anggota DPRD Kota Manado dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Manado itu bahkan tegas menyampaikan keberpihakannya terhadap masyarakat dan siap membuka semua proses yang diduga menimbulkan keanehan. Diantaranya yang disoroti legislator vokal ini ialah terkait kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) pemerintah Kota Manado.

”Hingga saat ini, tidak ada penjelasan dari pihak ULP mengenai Tahapan proses tender, Kenapa incinerator yang menelan biaya 11.5 Milyar hanya di PL kan. Sedangkan untuk mengetahui itu, sudah beberapa kali Kami dari Komisi III dijanjikan akan diberikan data mengenai mekanisme pelelangan proyek tersebut. Ada apa dengan ULP?,” kata Jurani.

Tambahnya lagi, semua rekaman suara dari pernyataan ULP di hari pertama hearing telad rekam Jurani. Dari hasil rekaman, ULP menyampaikan bahwa pada besok harinya mereka akan mengantarkan dokumen mengenai tahapan proses pelelangan, namun sampai detik ini, sudah 2 bulan tidak pernah ada dokumen tersebut.

”Kami memanggil hearing kedua dan ketiga, namun tetap pihak terkait tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas. Sangat disayangkan pula, pemerintah kota dalam hal ini SKPD hanya menjelaskan kepada publik terkait penggunaan alat tersebut. Sementara masalah PL justru tidak ada penjelasan. Hal ini lah yang membuat kami merasa perlu meminta pihak terkait harus koperatif dalam memberikan data proses tahapan pengadaan incenarator,” tutur Jurani.

Politisi muda energik itu menyebut kalau pihaknya bertanggung jawab kepada rakyat. Lanjutnya, Komisi III DPRD Manado tetap akan fokus terhadap hal incenerator tersebut karena uang rakyat, 1000 rupiah saja itu berharga apalagi uang Milyar. Transparansi anggaran harus di utamakan, tambah Jurani.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Jumat (28/2/2020) meski penuh pengawasan ekstra wakil rakyat Kota Manado, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado, Tresje Mokalu seolah tidak terlalu ambil pusing dengan hal-hal yang telah lewat. Birokrat perempuan yang dikenal blak-blakan dan tegas itu, langsung turun lapangan saat mendapatkan informasi bahwa mesin incenerator digembok dan disegel pihak ketiga. Tresje sepertinya tak mau ribut, dan menghindari membahas sesuatu yang dipolemikkan soal ULP.

”Ini sudah dibuka semuanya (gembok, red) dan Pemkot Manado sudah membayar pada tanggal 30 Desember 2019,” ujar Mokalu menjawab pertanyaan wartawan Suluttoday.com terkait dugaan belum dilunasinya pembayaran proyek miliaran rupiah tersebut. (*/Amas)

iklan1
iklan1