Soal Incinerator, LUCKY Minta Pemerintah Kota Manado Terbuka

Lucky Datau, anggota DPRD Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Polemik mesin incinerator rupanya belum usai. Setelah dibukanya gembong dan segel pihak kontaktor karena belum selesainya pembayaran proyek. Kini masih mencuat masalah soal pembayaran, kemudian teknis kerja serta pemanfaatan alat tersebut kepada masyarakat Kota Manado. Menurut Lucky Datau, anggota Komisi III DPRD Kota Manado pentingnya pemerintah Kota Manado terbuka menyampaikan sesuatu yang apa adanya kepada masyarakat.

”Ada kesan publik bahwa pemerintah Kota Manado belum benar-benar terbuka. Sulit juga jika ada kecenderungan menyimpan sesuatu. Muncul spekulasi, dugaan bahwa proyek pengadaan incinerator ini asal dikerjakan. Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado harus terbuka menyampaikan informasi dan tentu masyarakat merindukan informasi yang tepat, bukan berbantah-bantahan dengan pihak ketiga. Karena proyek Miliaran rupiah ini merupakan anggaran milik masyarakat, untuk itu publik perlu tau,” ujar Datau.

Legislator vokal dan apa adanya itu mengungkapkan soal teknis kerja dari dioperasikannya mesin incinerator. Lucky menyebut kalau dikalkulasi produksi sampah dengan pembakaran sampah yang ditangani mesin incinerator sangatlah tidak berimbang. Politisi PAN ini menambahkan bahwa dari pihak kontarktor ke pemerintah saat proyek itu selesai dilaksanakan, maka diperlukan pula pelatihan terhadap para pekerja agar mengetahui cara kerja incinerator secara profesional.

”Kalau berdasarkan pengetahuan kami dari kunjungan kerja, maka masa beroperasinya mesin incinerator tidak 24 jam tanpa istirahat. Melainkan, dalam satu kali beroperasi, mesin ini perlu istirahat kurang lebih 2 jam. Berarti kalau kita hitung dengan produksi sampah per hari, sungguh sangat tidak rasional. Artinya, mesin incinerator tidak bisa menjadi solusi. Apalag disebut sangat mendesak, perlu ada invosi lain. Bukan sekedar pengadaan mesin incinerator yang memakan anggaran miliaran rupiah ini,” tutur Datau sambil menambahkan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan hal ini. (*/Amas)

iklan1
iklan1