Archive for: Februari 2020

Kunker ke DKI Jakarta, Aleg Manado Nilai Pengadaan Incinerator Bukan Solusi Tepat

Penyerahan cinderamata (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Studi komparasi yang juga biasa disebut kunjungan kerja (Kunker) dari anggota DPRD Kota Manado, Rabu (27/2/2020) ke pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepertinya perlu diketahui masyarakat. Kali ini, Kunker yang dilaksanakan Komisi III DPRD Manado itu agenda diantaranya terkait mesin incenerator yang sementara ini gencar meramaikan pemberitaan media massa di Kota Manado.

Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronny Makawatak, Sekretaris Royke Anter, anggota Komisi III DPRD Manado Jurani Rurubua, dan beberapa anggota itu, menurut Lucky Datau, anggota Komisi III DPRD Manado pihaknya mengadakan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Hal itu cukup relevan dengan kondisi Kota Manado saat ini yang sedang santer membahas terkait mesin incenerator.

”Sehubungan dengan polemik tentang pemanfaatan alat pembakar sampah (incenerator) yang telah dibangun oleh pemerintah Kota Manado, maka Rabu 27 Februari 2020 kami Komisi III DPRD Kota Manado mengadakan Kunker ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sejumlah masyarakat pemerhati lingkungan berharap agar hal-hal yang sedikit misterius dari incenerator di Manado ini dipublikasikan ke publik, dan Pemerintah Prop DKI Jakarta adalah salah 1 daerah yang memakai alat incenerator,” kata Lucky.

Anggota legislatif (Aleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado itu mengakaui bahwa dari hasil diskusi dan pertemuan bersama pihak pemerintah DKI Jakarta ditemukan kesimpulan kalau ternyata alat incenerator tersebut sudah tidak mereka gunakan lagi. Bahkan Lucky menyebut incenerator tidak relevan dengan peraturan pemerintah.

”Di DKI Jakarta dari tahun 2017 mereka telah menghentikan penggunaan alat incenerator ini dikarenakan ambang batas baku mutu emisi yang dihasilkan sesuai Peraturan Menteri (PERMEN) LHK No 70 thn 2016. Maka dari itu saya pribadi menilai pengadaan alat incenerator oleh Pemkot Manado sangat tidak sinkron dengan PERMEN tersebut,” ujar Lucky.

Komisi III DPRD Manado saat diterima Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta (Foto Istimewa)

Lanjut Lucky sembari mempertanyakan, mengapa alat ini sampai diadakan dengan anggaran yg cukup besar?. Ada apa dengan pengadaan alat ini?. Pengadaan incenerator bukan cara satu-satunya menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Kota Manado karena sangat jelas PERMEN-nya.

”Sebelum ada PERMEN-pun persyaratan penempatan alat ini harus minimal 500m dari pemukiman penduduk, dan sistem pembakarannya bukan seperti yang dijelaskan oleh pihak ketiga yang mana semua sampah langsung masuk, tapi harusnya sampahnya dipilah dulu. Salah 1 contoh sampah plastik kalau masuk dalam mesin incenerator paling banyak 20% karena sampah plastik termasuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” tutur Lucky tegas.

Selain itu, Lucky secara tegas mempertanyakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dengan menggunakan uang rakyat yang begitu besar hanya untuk membeli alat incenerator. (*/Redaksi)

Legislator Sebut 10 Tahun Pasar Tidak Berkembang, Begini Jawaban Dirut Stenly

Syarifudin Saafa dan Stenly Suwuh (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Terungkap dalam proses Focus Group Discussion (FGD) usai dilangsungkannya pelantikan pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado, Rabu (26/2/2020) bahwa pasar tradisional di Manado tidak mengalami kemajuan. Pernyataan itu tegas disampaikan legislator Manado, Syarifudin Saafa, ST. Menurut Saafa selang waktu 10 tahun ini pengelolaan pasar tidak mengalami kemajuan.

”Banyak hal yang harus dibenahi di pasar tradisional ini. Manajemen PD Pasar Manado perlu dioptimalkan, dan kalau mau jujur sudah 10 tahun ini pasar tidak mengalami kemajuan. Padahal harapan para pedagang terhadap kemajuan perbaikan pelayanan sarana prasarana sangat dibutuhkan, namun yang terjadi tidak seperti ekspektasi pedagang,” kata Saafa, anggota DPRD Kota Manado tiga periode itu.

Menanggapi hal itu, saat dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh menanggapi santai. Menurutnya Saafa adalah sahabat baiknya, ia mengaku apa yang disampaikan Saafa itu bentuk aspirasi. Namun begitu, Suwuh menanyakan ada apa dengan Saafa?. Bahwa pedagang keluhan terkait Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memang saat ini sudah tidak berfungsi lagi, sehingga apa yang dilakukan PD Pasar Manado sudah tepat.

”Oh begitu ya, ada apa dengan Syarifudin Saafa?. Beliau sudah memahami situasi sebetulnya, saya hanya bertanya itu saja. Soal aspirasi untuk perbaikan tentu kami akan terima sebagai masukan. Nah, itu TPI kan jujur saja sekarang sudah tidak berfungsi semestinya. Akhirnya, apa yang kami lakukan juga saya kira tepat,” kata Stenly. (*/Amas)

Hadiri Musda di Sulut, Ketum Gapensi Titipkan Pentingnya Inovasi

Penyerahan pataka dari Ketum Gapensi kepada Ketua terpilih (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Musyawarah Daerah (MUSDA) X Gapensi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (27/2/2020), dilaksanakan di Hotel Arya Duta Manado. Musda secara resmi dibuka oleh Kadis Perumahan dan Permukiman Propinsi Sulawesi Utara mewakili Gubernur. Pada sambutan pembukaan yang dibacakan oleh Steve Kepel, ST, M.Si, menyampaikan bahwa Gubernur Olly menitipkan pesan kepada pengurus Gapensi untuk sinergi dan berkolaborasi membangun mewujudkan Sulut hebat.

Melalui kesempatan tersebut, Ketua Umum (Ketum) BPP Gapensi H. Iskandar Z Hartawi dalam sambutannya memaparkan bahwa seiring dengan perubahan tatanan global, tantangan organisasi Gapensi kedepan akan semakin kompleks dan berat.

“Olehnya itu, Gapensi harus mampu beradaptasi dengan arus perubahan, dan inovasi, jika tidak, maka Gapensi akan ketinggalan atau bahkan ditinggal,” ujar Iskandar.

Selain Ketua Umum, pada Musda ini hadir pula Sekjen Andi Rukman N Karumpa, Waketum Bambang Rahmadi dan Sentot Setiabudi. Kadinda Propinsi Sulut, LPJK dan Kepala Balai BP2JK, Ir. Rahman Jamil serta BPD dan BPC Gapensi se- Sulawesi Utara.

“Perkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, agar Gapensi bisa berkontribusi maksimal dalam pembangunan di wilayah Sulut. Kita berharap kepada Pemprov Sulut, supaya bisa melibatkan dan membina anggota Gapensi,” kata Sekjen Andi Rukman.

Tambahnya lagi, secara internal DPP Gapensi mengajak para anggota dan pengurus untuk memaksimalkan konsolidasi, koordinasi dan komunikasi serta memberikan pelayanan yang baik kepada anggotanya.

Untuk diketahui, Musda X BPD Gapensi Sulut kembali memilih secara aklamasi Jefry Masinambouw sebagai Ketua Umum untuk periode 2020-2025. (*/Amas)

Siap Perang Total, Ini Sikap ODC untuk Pilwako Manado

Olly Dondokambey dan Ferry Keintjem (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Selain intens turun mengamankan basis massa dan konsolidasi dalam rangka menang di Pilwako Manado, 23 September 2020, Olly Dondokambey Center (ODC) Manado juga menyiapkan strategi yang matang. Hal itu sebagaimana disampaikan Ferry Keintjem, SE Ketua ODC Kota Manado, Kamis (27/2/2020). Menurut Keintjem untuk memenangkan Pilwako Manado tentu pihaknya akan bekerja total dan sungguh-sungguh.

”Kami siap perang total untuk menang di Pilwako Manado 2020. ODC Kota Manado sedang giat-giatnya turun ke lapangan, sosialisasi, merawat basis pendukung dan akan meningkatkan konsolidasi tentunya. Prinsip kerja bersama, kompak serta satu komando akan kita jalankan. Kerja-kerja politik tentu sebagaimana perintah Ketua Dewan Pembina, Pak Olly Dondokambey yaitu bersatu kita maju dan menang, dengan soliditas bekerja politik, sportif dan menghormati nilai-nilai demokrasi,” ujar Keintjem.

Sementara itu, soal beredarnya informasi tentang dukungan ODC terhadap salah satu bakal calon dari PDI Perjuangan yang akan diperjuangkan untuk mendapatkan rekomendasi mendapat bantahan Ketua ODC Manado. Menurut Keintjem pihaknya menunggu keputusan final dan arahan Olly, apa yang diputusakan PDI Perjuangan pihaknya berkewajiban berjuang memenangkan.

”ODC Manado siap perang total. Untuk sementara kita tidak berpihak ke bakal calon tertentu yang sekarang mereka-mereka adalah kader terbaik dan aset PDI Perjuangan. ODC Manado akan menunggu perintah Pak Olly Dondokambey, siapa yang diputuskan kita akan berjuang mati-matian memenangkannya. Pilwako Manado harus dimenangkan PDI Perjuangan, kita berjuang full 100 % sesuai arahan dari Pembina ODC,” ujar Keintjem tegas.

Sekedar diketahui, baik Richard Sualang, Aaltje Dondokambey, Andrei Anggow, James Sumendap maupun Robby Dondokambey, serta kader terbaik PDI Perjuangan lainnya yang diputuskan menjadi calon Wali Kota Manado, ODC Manado siap memenangkannya. Semua keputusan yang akan dilakukan ODC bulat bergantu pada Olly Dondokambey. (*/Amas)

Kader PDI Perjuangan Suarakan Richard-Andre for Pilwako Manado

Richard Sualang dan Andre Anggow (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Makin dekatnya hajatan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2020 mulai berdampak signifikan terhadap isu dan peta politik yang makin kencang. Terutama yang terjadi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Manado yang saat ini memperoleh jumlah kursi terbanyak di DPRD Kota Manado. Berbagai nama yang disebut untuk maju sebagai calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado mencuat.

Santer terdengar nama populer bakal calon Wali Kota Manado diinformasikan memiliki peluang mendapatkan dukungan kuat di internal PDI Perjuangan, seperti Richard Sualang, Aaltje Dondokambey dan Andre Anggow. Hal tersebut turut diakui kader partai berlambang banteng hitam bermoncong putih. Diantaranya, menurut Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tuminting Kota Manado, Steiven B. Zeekeon, SH saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (27/2/2020), menyambut baik bila Richard Sualang dan Andre Anggow ditetapkan maju di Pilwako Manado.

”Itu pasangan paripurna, Richard Sualang dan Andre Anggow mewakili latar belakang berbeda. Berbeda unsur etnis dan agama, memang kita tidak sedang memainkan politik identitas, tapi dalam urusan kombinasi kekuatan politik hal ini penting. Politik representatif itu mendapat tempat di dalam sistem demokrasi kita,” ujar Steiven yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum dan Keamanan DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini.

Tidak hanya itu, Steiven menyebutkan bahwa antara Richard dan Andre memiliki basis dukungan yang kuat. Ditambahnya lagi kedua figus ini merupakan politisi yang sangat disukai kader-kader PDI Perjuangan di Kota Manado. Menurutnya PDI Perjuangan sudah harus mengusung kadernya sendiri, apalagi dengan kekuatan politik yang ada saat ini.

Steiven B. Zeekeon, SH (Foto Istimewa)

”Kader-kader internal PDI Perjuangan Kota Manado menghendaki duet Richard Sualang-Andre Anggow karena dinilai sangat ideal dan mempunyai dukungan luas. Masing-masing diantara mereke memiliki basis pendukung militan. Kalau digabungkan suara keduanya di Pemilu 2019 sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulut berkisar 47 ribu, ini angka yang tidak sedikit. Kemudian, kabar yang menggembirakan lagi pasangan ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak krisis kepemimpinan. Kami punya stok kader yang mempuni, sudah harus mengusung kader sendiri. Jangan lagi ada kader import. Dan pasangan ini yang paling disukai oleh internal pengurus dari anak ranting, Ranting dan PAC sebagai ujung tombak pemenagan Pilkada,” kata Steiven yang juga lawyer ini tegas.

Sekedar diketahui, pada Pilwako Manado sebelumnya PDI Perjuangan sempat mengalami kekalahan karena mencalonkan politisi di luar kader PDI Perjuangan. Hal itu dinilai sejumlah kader untuk menjadi perhatian serius, dan tidak harus terjadi lagi. Sejumlah kader PDI Perjuangan berharap paket paslon di Pilwako Manado adalah mereka yang merupakan kader tulen dari PDI Perjuangan. (*/Amas)

iklan1