MEIKEL MARINGKA: Pengadaan Kembali Incinerator Perlu Dikaji

Meikel Maringka, SH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Polemik pengadaan mesin pembakar sampah (incinerator) di Kota Manado terus mencuat. Kali ini, suara keras soal perlu ditinjau kembali rencana pengadaan incinerator disampaikan anggota DPRD Kota Manado, Meikel Stif Maringka, SH. Selasa (10/3/2020), saat diwawancarai Suluttoday.com, Meikel menyampaikan usulannya bahwa penggunaan incinerator dalam menangani tumpukan sampah di Manado, kurang efektif. Yang ada malah bahaya yang ditumbulkan kepada masyarakat.

‘’Saya melakukan interupsi disaat rapat paripurna DPRD Kota Manado itu, dengan maksud mau menyampaikan agar rencana pengadaan incinerator di tahun 2020 dikaji kembali. Bahwa pentingnya pemerintah Kota Manado mempertimbangkan adanya rencana pengadaan 7 buah mesin incinerator tersebut. Berdasarkan temuan, studi banding dan asas manfaat, sebetulnya pengoperasian mesin incinerator di Manado ini sudah membawa efek membahayakan kepada masyarakat. Harusnya, mesin ditaruh bukan di pemukiman warga,’’ kata Maringka, politisi dari Partai Golkar Kota Manado ini tegas.

Hal tersebut, menurutnya perlu mendapat perhatian serius pemerintah Kota Manado untuk dikaji kembali secara holistik. Maikel menyebut dalam beberapa Peraturan Menteri (Permen) terkait, soal alat incinerator ini disebut tidak ramah lingkungan. Kondisi masyarakat bisa terpengaruh dengan beroperasinya mesin tersebut, terutama akan menyebabkan ispa dan penyakit berbahaya lainnya.

‘’Penambahan 7 buah, dari 5 incenerator yang ada saat ini juga telah memberi efek. Belum lagi penempatan incinerator sekarang kurang tepat karena ditempatkan ditengah pemukiman. Permenkes Nomor 7 Tahun 2019, kemudian pada Permen LKH 70 Nomor 2016 diadaptasi pemerintah DKI Jakarta sehingga mereka tidak lagi menggunakan incinerator. Seperti di DKI Jakarta sejak 2017 mereka tidak lagi menggunakan incinerator, mereka gunakan ionisator. Nah, begitu pula penempatan ionisator ini saja bukan ditempatkan di pemukiman, melainkan ditempatkan di Pulai Seribu dan Pramuka. Limbah gas (emisi) yang diakibatkan dari mesin ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat, karena melahirkan polusi,” ujar Maringka, anggota Komisi 1 DPRD Kota Manado ini.

Lanjut politisi yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD AMPI Kota Manado itu memberi penjelasan terkait sistem penggunaan incinerator bukan asal-asalan. Melainkan sampah harus dipilah terlebih dahulu, sebelum dimasukkan ke dalam mesin incinerator. Belum lagi, sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), plastik paling banyak 20% dalam proses pembakaran. (*/Amas)

iklan1
iklan1