MRI ACT Terus Distribusi Bantuan Bencana Bolmut

Penyaluran bantuan di posko relawan MRI ACT dan Aliansi Sinergi Amal (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pasca tanggap bencana, MRI ACT bersama Aliansi Sinergi Amal di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), sejak Kamis (5/3/2020) hingga Senin (9/3/2020), intens membantu masyarakat korban bencana banjir di Bolmut Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Terlihat relawan MRI ACT masih aktif menghimpun bantuan dan mendistribusikannya ke beberapa titik yang terdampak bencana. Hal tersebut seperti disampaikan Ketua MRI ACT Sulut, Abdur Hamisi, Selasa (10/3/2020).

“Koordinasi kami masih intens dengan beberapa sangadi dan masyarakat setempat yang masih ada di posko posko bantuan disana. Kami masih menghimpun kebutuhan yang mereka butuhkan,” ujar Abdur Hamisi.

Posko bantuan kemanusiaan, tambahnya lagi, yang dilaksanakan MRI ACT bersama berbagai Lembaga Zakat laiannya yang tergabung dalam Aliansi Sinergi Amal mengisahkan banyak hal positif bagi masyarakat, karena program program Kebencanaan hampir semua di hadirkan di posko tersebut.

Relawan MRI ACT bekerja membantu masyarakat (Foto Istimewa)

”Mulai dari program Dapur Umum yang telah menyalurkan lebih dari 5000 bungkus makanan ke masyarakat disana, belum lagi program posko hangat yang sangat membantu para relawan yang sedang melakukan evakuasi pembersihan rumah rumah warga. Begitu juga dengan program pelayanan kesehatan yang di serbu masyarakat sejak hari pertama di buka, tercatat 428 warga yang di obati para tim medis dengan berbagai keluhan kesehatan yang mereka alami,” kata Abdur.

Relawan melayani (Foto Istimewa)

Selain itu, keseluruhan program posko MRI ACT bersama Aliansi Sinergi Amal tersebut menyentuh hampir kesemua lapisan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Abdullah Ahmad, Wakil Ketua MRI ACT Sulut juga saat diwawancarai terkait perkembangan relawan di lokasi menyampaikan terjadinya interaksi yang baik antara relawan dan masyarakat.

Sejumlah bahan yang akan diberikan kepada masyarakat korban banjir (Foto Istimewa)

“Mereka para Sangadi dan masyarakat menangis saat kami mengumumkan akan menutup posko dan pulang ke Manado. Mereka sangat sedih karena program yang kami gulirkan di posko posko kami sangat membantu meringankan beban mereka,” ujar Abdullah Ahmad. (*/Amas)

Para relawan bersih-bersih lumpur (Foto Istimewa)

iklan1
iklan1