Tolak Incinerator, WALHI Sulut: Wali Kota Manado Tidak Paham Soal Pencemaran Lingkungan

Direktur Eksekutif Walhi Sulut, Theo Runtuwene (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Keseriusan melakukan edukasi dan mengawal agar lingkungan hidup tidak dieksploitasi pemerintah untuk kepentingan yang berpotensi merusak masyarakat, tak hentinya dilakukan. Rabu (11/3/2020), LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyampaikan sikap tegas atas dioperasikannya mesin incinerator di Kota Manado.

Penolakan itu disampaikan langsung Direktur Eksekutif Walhi Sulut, Theo Runtuwene. Kepada Suluttoday.com, Runtuwene menuturkan tidak ada toleransi bagi pengguna incinerator, karena alat tersebut melahirkan dampak mudharat ke masyarakat. Selain itu, dikatakannya pula Walhi Sulut baru saja mengikuti pelatihan yang salah satunya membahas soal bahaya laten incinerator bila digunakan.

”Beberapa tanggapan di media massa bahwa anggota DPRD Manado turut mempolemikkan incinerator, kami Walhi Sulut menghargai dan ikut memberi support. Tapi, kami tegas menolak mesin incinerator ini. Kami melihat Wali Kota Manado tidak memahami soal pencemaran lingkungan. Kalau dikaji secara menyeluruh, banyak hal yang perlu diungkap ke masyarakat. Misalkan yang berkaitan dengan AMDAL, mesin incinerator ditempatkan di area pemukiman, inikan bahaya,” ujar Runtuwene, sembari menambahkan Walhi Sulut memiliki kajian yang bermula dari pandangan ahli tentang penolakan incinerator.

Aktivis lingkungan yang getol mengawal nasib masyarakat agar terhindari dari pengrusakan lingkungan itu menyebut bahwa pemerintah Kota Manado belum memahami gerakan mencintai lingkungan agar bersih dan terhindar dari pencemaran lingkungan. Nasib masyarakat Kota Manado harus diperhitungkan, kemudian diantisipasi agar kebijakan pemerintah tidak berdampak merugikan masyarakat dalam jangka waktu kedepannya.

”Kajian lingkungan hidup, bahkan secara Internasional melarang tentang pembakaran sampah. Incinerator ini sangat berbahaya, apalagi berada di tengah pemukiman. Ada dampak seperti penyebaran penyakit kanker, tumor dan penyakit ispa. Wali Kota Manado harusnya memikirkan kehidupan, keselamatan, dan nasib masyarakat. Kemudian kesehatan masyarakat Kota Manado 5, 10 sampai 20 tahun kedepan perlu dipikirkan pemerintah. Jangan diabaikan kritik kami, dan penolakan yang kami lakukan bukan tanpa dasar, ini semua demi masa depan generasi kita. Sebab, pencemaran udara dan tanah disekitaran lokasi dimana mesin incinerator ditempatkan akan mengancam kita,” kata Runtuwene sambil menyindir soal pengelolaan sampah di Kota Manado yang kurang profesional.

Sekedar diketahui, pemerintah Kota Manado terinformasi akan menata lagi di APBD 2020 untuk pengadaan mesin incinerator. Walau incinerator menuai penolakan dari anggota DPRD Manado, dan juga Walhi Sulut. Sementara itu, Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut saat dimintai konfirmasi melalui WhatsApp di Nomor HP 0878-8115-8***, belum memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan. (*/Amas)

iklan1
iklan1