Belum Penyerahan Mesin Incinerator Telah Dioperasikan, Ada Apa?

Mesin incinerator saat beroperasi, Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ikut meninjau (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rencana akan dilakukannya hearing yang digagas Komisi III DPRD Kota Manado pekan depan, telah tersiar beberapa langkah untuk mencarikan solusi antara pikan sub-kontraktor, kontraktor dan juga pemerintah Kota Manado. Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Manado, Lucky Datau saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (13/3/2020.

Lucky yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Manado itu menyebutkan bahwa laporan dan aduan masyarakat untuk dilakukannya hearing akan ditindaklanjuti. Terkait dengan pembayaran antara Atakara ke pihak sub-kontraktor masih memunculkan polemik, sehingga Komisi III DPRD Manado akan melakukan mediasi, mencarikan solusi secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder.

”Sekarang pengadaan incinerator sudah jalan. Ada sejumlah masalah incinerator ini mencuat, terus bergulir. Itu sebabnya, saya akan mengusulkan ke Ketua Komisi III DPRD Manado untuk mengagendakan hearing mengundang Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, pihak kontraktor dan sub-kontraktor untuk mencarikan solusinya secara bersama. Belum ada penyerahan dari proyek ini. Kami menampung keluhan dari sub-kontraktor, dan berniat memfasilitasi pertemuan melalui hearing Komisi. Informasinya proses penyerahan sampai traning total belum dilakukan pihak penyedia alat incinerator kepada pemerintah Kota Manado. Jangan sampai pengadaan alat ini tidak efesien,” ujar Lucky, legislator Dapil Wenang-Wanea ini.

Suluttoday.com juga memperoleh informasi dari sumber resmi bahwa pihak Dodika sebagai penyedia alat incinerator dan Atakara, pihak kontraktor sampai saat ini belum ada titik temu terkait pembayaran. Mereka berpolemik soal pembayaran proyek mesin tersebut. Bahkan, ada rencana akan bermuara ke proses hukum. Selain itu, Lucky menambahkan wakil rakyat tentu tidak diam dalam mengurai dan mencarikan solusi terbaik agar mesin yang dibeli dengan harga mahal itu dapat difungsikan, manfaatnya dirasakan masyarakat.

Lucky Datau, Ketua dan anggota Komisi III DPRD Manado (Foto Istimewa)

”Proyek ini nominalnya tidak sedikit, Rp 11 Miliar lebih harus efektif dan setara manfaatnya dirasakan masyarakat. Sayangnya belum bisa maksimal berjalan, jangan kemudian mesin incinerator yang ada dan katanya darurat, kemudian mahal dibeli dari uang rakyat ini tidak berdampak positif. Kami khawatir, jika kontraktor dan sub-kontraktor tidak ketemu, maka masalah ini akan bergulir terus. Komisi III DPRD Manado akan mengawal hal ini sampai tuntas, dapat solusi,” kata Lucky, anggota Fraksi PAN Kota Manado, sambil mengharapkan agar alat tersebut bertahan sesuai waktu yang normal, jangan sampai belum lama digunakan, lalu rusak.

Sekedar diketahui, sempat melahirkan polemik dimana pihak penyedia mesin incinerator pernah melakukan segel karena beralasan belum selesainya pembayaran. Namun kemudian pemerintah Kota Manado, membuka segel dan gembok untuk mengoperasikan atau menghidupkan mesin tersebut.(*/Amas)

iklan1
iklan1