Diduga Halangi Pilkada di Minsel, AMTI Hajar Elit Politik

Tommy Turangan dan Tetty Paruntu (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tak ada kompromi bagi elit politik yang menghalang-halangi proses Pilkada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), seperti itu pernyataan keras dari Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH. Menanggapi polemik yang mencuat di Minsel jelang pelaksanaan Pemilihan pasangan Calon Bupati (Pilbup) Minsel, Turangan menegaskan ada sinyalemen kuat ‘tangan gaib’ ikut bermain menggagalkan Pilkada Minsel.

”Kami mendapatkan informasi, bahkan mengikuti perkembangan di Minahasa Selatan, saat ini elit politik yang sengajaka menggagalkan Pilkada di Minsel. Kami sebut ini tangan gaib, dan bisa juga watak mereka seperti para penumpang gelap demokrasi. Bahaya ini, masyarakat perlu mengetahui. Jangan kemudian semangat menyukseskan Pilkada Serentak 2020 dari Bupati Minsel, malah sengaja dihambat,” kata Turangan, Sabtu (14/3/2020).

Jebolan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu menyebutkan Perkada yang sudah ditandatangani Bupati Tetty Paruntu seperti terjegal tiba-tiba. Bahkan diduga kuat ada grand skenario melemahkan demokrasi di daerah dari oknum tertentu. AMTI mendesak agar proses yang merugikan masyarakat tersebut dihentikan.

”Kami mengingatkan ayo jujurlah elit politik kita, jangan main jegal, dan menghambat Pilkada di Minsel. Elit politik Minsel jagan halangi Perkada yang sudah di tanda tangani Bupati. Ini adalah perintah UU, ketika ditandatangani Bupati Minsel, masyarakat menyambut dengan gembira. Semenentara diduga ada kelompok elit politik yang masih bermanuver untuk menolak Perkada Minsel, ada apa?. AMTI menilai ini sangat merugilan masyarakat Minsel sendiri, Bupati CEP (Christiany Eugenia Tetty Paruntu), justru sanagat bijak demi penyelengaraan pemerintahan yang baik. Dalam kesimpulan kami, yang menolak Perkada berti sama seperti mendorong masyarakat agar menghalang-halangi program pemerintah Minsel,” ujar Turangan menutup. (*/Amas)

iklan1
iklan1