Cegah Penyebaran Corona Kepala Kemenag Manado Minta Seluruh Siswa Dirumahkan

Irwan Musa, Kepala Kementerian Agama Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Virus Corona atau Covid-19 cukup merisaukan publik di Sulawesi Utara (Sulut), di Kota Manado sendiri setelah keluarnya Surat Edaran Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut terkait libur ke sekolah bagi siswa. Kemudian berdasarkan Edaran Kakanwil Kemenag Sulut tentang antisiapsi penyebaran virus Corona, maka Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado, Irwan Musa mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-830/KK.23.05.02/PP.00/III/2020 yang isinya mencantumkan 6 poin penting.

Menurut Kepala Kemenag Manado dari Edaran tersebut secara detail menyebutkan bahwa proses belajar tetap tidak dihentikan. Para Siswa dilingkup Kemenag Kota Manado diberikan kesempatan belajar di rumahnya masing-masing, mereka dirumahkan karena sebagai upaya antisipasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

”Mulai tanggal 16 sampai dengan 28 Maret 2020 seluruh Siswa Madrasah Negeri/Swasta dan Pondok Pesantren disemua tingkatan Diniyah RA, MI, MTS dan MA/MAK, TPQ, TKQ, SMTK, SMAK, dan SMPK melakukan kegiatan belajar di rumah masing-masing,” kata Musa sebagaimana dijelaskan dalam poin 6 Surat Edaran huruf a.

Selain itu, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kantor Kementerian Agama Kota Manado diharapkan memberikan informasi dan edukasi kepada jajaran unit kerja masing-masing terkait Covid-19 dan cara mencegah penularannya dengan mencuci tangan menggunakan sambun, sanitazier dan memperhatikan etika batuk atau bersin. Serta menyampaikan anjuran agar segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala demam, batuk sesak dan gangguan pernafasan.

Surat Edaran Kepala Kantor Kemenag Manado (Foto Istimewa)

Pimpinan Kemenag Kota Manado juga menginstruksikan seluruh PNS di wilayah kerjanya untuk tidak menggunakan mesin absensi dengan menggunakan alat. Melainkan menggunakan daftar hadir manual, menulis sendiri dengan menggunakan alat tulis masing-masing.

”Bahwa untuk sementara waktu terhitung mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan, seluruh ASN (PNS) dan honorer yang berada dilingkungan Kemenag Kota Manado tidak menggunakan mesin Absensi Fingger Print, dengan ketentuan yang tertera dalam Surat Edaran,” ujar Musa.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1