CORONA DAN AGENDA PILKADA 2020

Taufik Bilfaqih (Foto Istimewa)

Oleh : Taufik Bilfaqih

(Komisioner Bawaslu Manado)

Tidak hanya jadi momok, Covid-19 atau yang sering disebut Virus Corona telah mengubah segala rencana semua komponen. Mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga rakyat jelata harus menerima konsekuensi perubahan agenda. Sebab, wabah ini berhasil meyakinkan setiap orang, bahwa kehadirannya berdampak pada kebijakan hidup. Program kerja pemerintah, berubah. Pendapatan bisnis para pengusaha, merosot. Rencana liburan di tempat umum oleh warga, terbengkalai. Bahkan, hajatan demokrasi 5 tahunan seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terganggu, hingga ada tahapan yang harus ditunda.

Corona dengan ragam keberadaannya, memberikan peringatan ulang kepada Kita semua, bahwa manusia adalah makhluk sosial sekeligus individual. Semua elemen ‘keluar’ dari zona orientasi geraknya. Tentara, Polisi, Ulama, Pendeta, Direktur, Menteri-menteri, Jaksa, Pengacara, ahli ekonomi, politisi, penyelenggara pilkada dan semua lapisan masyarakat mendadak menjadi prajurit yang bahu membahu melawan virus ini. Setiap orang menjadi makhluk sosial untuk memberikan bantuan antar sesama. Menjadi individual karena tak kuasa bekerja seperti biasa yang membutuhkan orang disekitar.

Hajatan besar seperti pilkada yang terkena imbasnya, saat ini harus menunda 3 tahapan penting di bulan Maret hingga Mei. Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Surat Keputusan tentang Penundaan Tahapan Pilkada, memutuskan untuk menunda pelaksanaan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Verifikasi Faktual Syarat Dukungan pasangan calon perseorangan, hingga pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) berikut dengan kegiatannya. Sungguh, ini bagian dari bentuk perjuangan bersama dalam mencegah dan melawan virus corona. Belakangan, timbul wacana untuk menunda seluruh tahapan Pilkada 2020 ke tahun 2021 tentu dengan segenap pertimbangannya.

Alhasil, Covid-19 begitu berpengaruh. Mulai terasa adanya kelumpuhan. Meski demikian, kampanye perjuangan serta optimisme dalam “berperang” melawan wabah ini terus digalakkan sebagian besar kalangan. Langkah konkrit untuk memutus mata rantai corona adalah dengan lockdown. Kendati Indonesia tidak secara total menggunakan kebijakan tersebut, setidaknya arah kesana sangat terlihat. Kini, yang disosialisasikan pemerintah adalah kebijakan untuk menerapkan social distance (Pembatasan sosial). Publik diminta untuk diam dirumah, jaga jarak, sering cuci tangan, menjaga kesehatan tubuh dan lain sebagainya.

Imbas dari kebijakan ini, membuat banyak orang kekurangan bahkan kehilangan pendapatannya. Apalagi mereka yang hanya menjadi ‘buruh’ harian. Berharap pada pendapatan setiap hari. Lebih jauh, social distace ini merumahkan para penyelenggara pilkada yang bestatus ad hoc, seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kelurahan. Terakhir, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), membuat Surat Edaran Nomor: 02 Tahun 2020, terkait pengawasan penundaan tahapan pilkada hingga agenda penundaan aktivitas Panwaslu Kecamatan dan jajarannya, atau lebih sederhananya seluruh Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan di non-aktifkan sementara waktu.

Mungkinkah tahapan Pilkada 2020 ini akan ditunda secara keseluruhan hingga tahun 2021? Tunggu ! Ada konsekuensi hukum yang perlu dipertimbangkan. KPU dan Bawaslu RI tidak memiliki kewenangan atas hal tersebut, meski sedarurat apapun keadaan di negeri ini. Terus, bagaimana jika Corona benar-benar tak terbendung hingga waktu panjang? Dalam nomenklatur, ada istilah Pemilihan Susulan atau Pemilihan Lanjutan. Jika pun Pilkada tidak dilakukan sesuai jadwal, oleh karena alasan tertentu, maka solusinya adalah pada dua sistem pemilihan tersebut. Namun, dalam konteks sebaran virus corona, jika benar-benar meluas dan terus menyebar, kemudian mengharuskan menunda pilkada secara keseluruhan, maka perturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu).

Entahlah, Kita berharap yang terbaik. Kita fokus cegah dan lawan corona saja dulu. Energi Kita harus benar-benar dikuras untuk menghentikan lajunya pergerakan wabah mengerikan ini. Langkah tepatnya adalah stay at home.

iklan1
iklan1