Senator Djafar Desak Pemerintah Relokasi Anggaran Pindah Ibu Kota, Tangani Covid-19

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Hi. Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tindakan pencegahan dan penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, terus digenjot pemerintah. Mendukung hal tersebut, Wakil Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri mengusulkan agar Presiden Ir. Joko Widodo mengambil langkah menahan sejenak rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Kemudian, anggarannya dialokasikan untuk perang melawan Covid-19. Djafar menyebut, dana Triluan rupiah itu akan membantu masyarakat dan bermanfaat demi kemanusiaan.

“Saya mengusulkan rencana pindah Ibu Kota Negara kita pending dulu. Lalu anggarannya dialokasikan untuk misi kemanusiaan, memerangi Covid-19. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020, tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Mari kita jadikan pencegahan dan penanganan Covid-19 sebagai program prioritas,” ujar Djafar kepada sejumlah wartawan di Manado, Selasa (31/3/2020).

Djafar menyebut, dalam APBN 2020, anggran perencanaan dan infrastruktur pindah ibu kota sebesar Rp. 466 Triliun. Angka tersebut akan membantu penanganan Covid-19 bila diarahkan untuk itu. Dikatakannya, soal karantina wilayah terbatas perlu dipertimbangkan pemerintah untuk dilakukan dengan kalkulasi yang utuh.

Senator Djafar dan Pangdan XIII Merdeka Mayjen Santos Gunawan Matondang (Foto Istimewa)

“Bahwa dalam implementasi aturan kita merujuk dari proses hulu hingga hilir. Agar masyarakat merasa ada kepastian hukum. Saya kira soal karantina wilayah terbatas penting diperhatikan. Semua potensi dikerahkan dan dilakukan demi keselamatan masyarakat. Kita sejukkan masyarakat, jangan ada kesan kebijakan melahirkan kegaduhan dibawah. Tak boleh kita pungkiri, di tengah masyarakat masih ada kecemasan, soal kebijakan negara tentang pembatasan sosial. Jangan sampai keliru mengartikannya, kita tentu tak mau adanya keresahan dan kepanikan masaal. Itu sebabnya, diperlukan kebijakan yang tepat, jelas dan efektif,” kata Djafar yang juga mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Senator dari Dapil Sulawesi Utara itu tak lupa menyoal terkait Kepres 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disampaikannya perlu diberikan penguatan dalam tahap aktualisasi di lapangan. Perlu koordinasi dan penerapan yang benar serta konsisten.

“Kita mendorong Gusus Tugas cegah dan penanganan Covid-19 bekerja cepat. Tentu didukung sumber daya yang memadai, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga terus tingkatkan koordinasi. Jangan dianggap remeh, kita butuh stok pangan untuk pertahanan ekonomi masyarakat. Anggaran untuk Ibu Kota baru segera digeset guna membantu perang terhadap Covid-19 ini,” tutur Senator yang dikenal warga Sulut sebagai singa podium itu tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1