Kesal, Senator Djafar: Soal TKA China, Pemerintah Harus Tindak Tegas Jangan Anomali

Hi. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres), Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturang Pemerintah terkait pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai langkah maju. Menandakan keseriusan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo dalam memerangi pandemi Covid-19. Dilain pihak, ada kelonggaran rupanya dalam menerapkan apa yang dianjurkan pemerintah terkait pembatasan sosial.

Dari sisi pencegahan dan penindakan penyebaran Covid-19 juga mendapat support penuh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri. Ironisnya, kata Senator Djafar ditengah giat-giatnya pemerintah melakukan pembatasan sosial, masih ada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diberi kesempatan masuk ke Indonesia. Menurut Djafar, Presiden Jokowi harus bertindak tegas dan adil terkait hal tersebut.

“Rakyat tengah mendukung perintah pemerintah soal upaya melawan penyebaran Covid-19. Ironisnya, ada TKA yang masuk secara resmi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Soal TKA China ini saya mendesak pemerintah harus tindak tegas jangan membuat anomali,” kata Djafar, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, tambah Senator asal Sulawesi Utara (Sulut), terjadi semacam pembangkangan dan teladan yang tidak etis ditunjukkan instansi tertentu. Insiden masuknya puluhan TKA China itu berpotensi melahirkan penolakan dan protes rakyat.

“Akhirnya apa?, rakyat menjadi tidak patuh dan berpotensi melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Harusnya jangan ada tebang pilih, para TKA itu jangan diloloskan masuk ke Indonesia ditengah kita sedang melawan meluasnya wabah Cavid-19. Sekali lagi janganlah pemerintah mendegradasi kepercayaan rakyat,” ujar Djafar tegas.

Mantan Ketua Umum Wilayah BKPRMI Sulut itu mendesak agar pihak Imigrasi dan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) diberi sanksi tegas. Dimana kondisi Indonesia sedang darurat Covid-19, mereka masih melakukan praktek standar ganda. Sikap yang dinilainya tidak paralel dengan perintah pemerintah.

Puluhan TKA saat tiba di Kabupaten Bintan (Foto Istimewa)

“Saya sangat menyesalkan hal ini. Pihak Imigrasi segera diberikan sanksi tegas. Seperti itu pula, izin usana beroperasinya PT. Bintan Alumina Indonesia dicabut sekarang juga. Jangan ada kompromi demi keselamatan rakyat kita. Ingat kesehatan dan jiwa rakyat kita lebih penting diatas kepentingan usaha, investasi atau bisnis. Pemulihan, pencegahan dilakukan dengan prinsip kerja kolektif yang dimotori pemerintah, bukan ini caranya,” tutur Senator Djafar.

Selanjutnya, Djafar mengajak pemerintah bersama para Menteri mengutamakan kepentingan kemanusiaan. Apa yang diarahkan Presiden itu menjadi tugas kolosal, bukan ruang dan peluang yang dimainkan guna mendatangkan atau meloloskan TKA yang kehadiran mereka membawa resiko ketidaknyamanan dari rakyat.

“Sudah tentu rakyat khawatir dan takut kalau penyakit menular Covid-19 ini dibawa para TKA itu. Kan sekedar pernyataan atau surat keterangan sehat dari TKA tidak membuat serta-merta rakyat percaya. Jangan kita menambah-nambah kepanikan di tengah rakyat yang cemas saat ini,” tutur Djafar.

Tidak hanya itu, Senator vokal itu mengatakan bahwa pemerintah harus adil dalam menerapkan sistem menghadapi Bencana Nasional Covid-19. Djafar menyebut bila masih saja pemerintah berlaku lunak terhadap TKA, maka satu kelak akan terungkap ke publik apa sebetulnya yang dilakukan pemerintah.

“Rakyat Indonesia itu membutuhkan pemerintah berlaku adil. Jangan hanya rakyat kecil dituntut menjaga jarak, pembatasan sosial. Lantas yang lainnya dibiarkan, tidak ditindak. Siapa sebetulnya yang bermain dibalik ini?. Harus ditelusuri, bahkan sampai setelah Virus Corona ini hilang. Oknum atau kelompok yang meloloskan ini harus ditindak,” tukar Djafar menutup.

Untuk diketahui, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin, juga telah membenarkan kedatangan puluhan TKA asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

“Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan,” kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari CNN Indonesia.com, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Bintan melalui pihak Dinas Kesehatan Bintan mengaku tidak tahu dengan kedatangan para TKA China tersebut.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1