Sebelum Pimpin Rapat, Kepala BP2MI Lakukan Hal Mengejutkan

Benny melakukan pengecekan ruang kerja jajarannya (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Setelah dilantik menjadi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani langsung tancap gas. Terlebih sesudah melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab), Brani sapaan akrab politisi Partai Hanura itu memastikan adanya suasana kerja yang kondusif. Seperti yang disampaikannya, Minggu (19/4/2020).

”Saya harus pastikan seluruh Pejabat Eselon, Staf, Satpam, Sopir sampai office boy bekerja dengan nyaman. Karena kenyamanan kerja menentukan maksimalnya kerja,” ujar Benny.

Mantan Wakil Ketua Komite 1 DPD RI itu terpantau setelah Sertijab, Kamis (16/4/2020), dirinya harus memimpin rapat yang dihadiri Sestama dan Para Deputi di Lingkungan BP2MI. Rapat di agendakan pukul 14.00 Wib, Jumat (17/4/2020). Tanpa diketahui Sekretatis Utama, para pejabat dan Staf di Lingkungan BP2MI, pukul 09.00 Wib, Brani sudah tiba lebih awal di kantor. Dan langsung meninjau ruang-ruang kerja, sarana dan prasarana di lingkungan BP2MI.

Kepala BP2MI ketika memberi arahan (Foto Istimewa)

”Seluruh ruangan dari lantai 1 hingga lantai 7 saya habiskan waktu kurang lebij selama 2,5 jam. Tidak hanya ruangan kerja para Pejabat Eselon dan para Staf. Tapi seluruh kamar kecil (toilet), pantri pun saya periksa dengan seksama. Tindakan yang saya lakukan sesungguhnya untuk memastikan bahwa ruang kerja mereka semua bisa dirasakan nyaman. Dimana fasilatas kerja benar-bennar tersedia, pantri benar-benar bersih dan demikian juga kondisi toilet yang bersih dengan ketersediaan air yang lancar dan tidak berbau. Saya wajib memastikan semua itu,” kata Benny.

Pria vokal asal Sulawesi Utara (Sulut) itu berkeyakinan bahwa tidak mungkin tim kerjanya bisa bekerja maksimal tanpa dukungan fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang. Dengan kondisi yang baik. Benny mendapati ada AC yang tidak berfungsi dan kerusakannya menyebabkan salah satu dinding ruang kerja tampak kotor, ia pun beraksi. Benny lantas memerintahkan jajarannya bergerak cepat memperbaiki kerusakan tersebut.

Bersama jajarannya, Benny terlibat diskusi santai (Foto Istimewa)

”Saya langsung perintahkan untuk diperbaiki tidak boleh lebih dari 1×24 jam. Ada juga pantri yang kotor dan penuh puntung rokok, langsung saya panggil supervisor OB, dan meminta untuk jangan sampai hal-hal seperti itu terulang lagi. Saya sempatkan ketemu dan berbicara dengan para sopir dan menanyakan gaji serta kesejahteraan mereka. Selanjutnya saya menengok langsung kondisi pos Security baik di gerbang belakang maupun di depan, dekat pintung gerbang kantor BP2MI,” tutur Benny yang juga pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Eksponen aktivis 98 itu juga menemukan pemandangan dimana warna vat seluruh dinding tampak sudah kusam. Dan 1 pintu pos penjagaan sudah dalam keadaan rusak. Langsung bergegaslah Ketua BP2MI ini meminta Karo Umum agar dalam waktu 1×7 Hari untuk disegera dirapihkan dan diperbaiki agar lebih menunjukkan wibawa sebagai lembaga pelayanan dan pelindungan PMI.

Benny Rhamdani akrab bersama stafnya (Foto Istimewa)

”Kenyamanan kerja adalah utama. Saya tidak ingin kerja-kerja para aparatur di lingkungan BP2MI terkendala hanya karena ketidaknyamanan sarana dan prasarana pendukung kerja. Saya pastikan itu tidak boleh terjadi. Saya ingin semua tertib dan nyaman. Bagi saya, dholim lah seorang pemimpin yang mendapatkan ruang kerja denagn segala Fasilitasnya yang istimewa, tapi pada saat yang sama membiarkan para aparatur di lingkungan BP2MI memiliki keterbatasan sarana prasarana yang bisa menunjang dan meningkatkan kualitas kerja. Dan membiarkan para sopir, Satpam dan Office Boy tidak sejahtera,” tutur Benny tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1