Archive for: April 2020

Cegah Corona, APPSI Sulut Lakukan Pendataan Pedagang Tradisional di Manado

Nurasyid dan Hi. Husen Pedju (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ikut perangi penyebaran Virus Corona, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengeluarkan instruksi terkait situasi perekonomian akibat dampak penyebaran Virus Corona, pengurus APPSI Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah melakukan pendataan terhadap pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Manado.

“Tentu tujuan pendataan yang dilakukan ini agar kita mengetahui kondisi pedagang Pasar Tradisional di Kota Manado. Kita mengantisipasi terkait penyebaran pandemi Virus Corona yang sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Termasuk pedagang pasar tradisional di Kota Manado tentunya yang terkena dampak ekonomi karena meluasnya Virus Corona,” ujar Ketua APPSI Sulut, Nurasyid Abdurahman, SE.

Sementara itu, Hi. Husen Pedju selaku Wakil Ketua APPSI Sulut yang juga Koordinator panitia pendataan dan distribusi juga menjelaskan bahwa data para pedagang pasar tradisional yang telah dimasukkan akan segera dikirim hari ini tanggal 1 April 2020. Pedju yang didamping, Wakil Ketua APPSI Sulut Irma Uno dan Mauldi Maili, S.Pd menyebutkan bahwa pihaknya akan berkomitmen memerangi Corona.

“Kami dari APPSI Sulut akan mengajukan data para pedagang ke DPP APPSI yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, terkait dampak ekonomi yang dialami pedagang pasar tradisional akibat Virus Corona. Tentu bermaksud untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran Corona,” kata Husen saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (1/4/2020).

Hi. Husen Pedju (Foto Istimewa)

Ditempat terpisah, Ketua APPSI Manado, Hi. Simon Latjengke melalui Sekretaris Ismet Muhammad menyampaikan bahwa pendataan dilakukan kepada pedagang yang punya usaha di pasar tradisional di Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Legislator PSI Manado Bagikan 2 Bulan Gaji dan Tunjangan Demi Perangi Corona

Jurani Rurubua (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sejak awal kepedulian dan perhatian Jurani Rurubua, Anggota DPRD Kota Manado terhadap upaya mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) dilakukan. Jurani, kali ini menunjukkan keberpihakannya dengan mengarahkan gaji dan tunjangan untuk atasi Virus Corona di Manado.

“Saya Jurani Rurubua, Anggota DPRD kota Manado memberikan 2 bulan gaji dan tunjangan saya 100%. Setiap bulan Gaji saya senilai 30 juta, maka 2 bulan Rp 60.000.000. Semuanya akan saya berikan untuk sebagian masyarakat,” ujar Jurani, Anggota Komisi III DPRD Kota Manado ini, Rabu (1/4/2020).

Tambahnya, pemberian gaji melalui sembako diserahkan Jurani kepada warga Mapanget dalam Bentuk Sembako (Beras, Telur, Mie instan). Sumbangan itu diberikan ke masyarakat yang layak menerima.

“Sembako ini akan di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, kategori yang tidak memiliki gaji bulanan atau yang punya usaha. Seperti PNS, Pegawai Swasta, BUMN, Karyawan bank dan atau pegawai yang mempunyai Gaji bulanan. Serta tidak untuk nasyarakat yang memiliki Mobil di Rumahnya. kecuali mobil angkot/Mikrolet,” tutur Jurani disampaikan melalui Akun Facebooknya.

Selain itu, tambah Jurani, Sembako tersenut berikan kepada 1000 keluarga dan akan berkelanjutan sampai 2500 Keluarga dengan memakai dana Pribadi di luar Gaji Dewan. Sejak kemarin bantuan sudah mulai dibagikan sembako kepada masyarakat.

“Setiap Minggu ada 200-250 Keluarga akan kami kunjungi. Penerima sembako di data oleh Team Kerja. Disetiap Wilayah Kelurahan serta berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan Agama di wilayah Mapanget, di Inventarisir langsung team dan diantar secaran door to door,” tutur Jurani menambahkan.

Politisi PSI Kota Manado itu mengaku dirinya mengetahui bahwa Tuhan mengajarkan apa yang manusia beri tidak perlu di ketahui orang banyak. Namun saat ini dirinya berada di ruang lingkup politik, dengan era yang berbeda.

Sumbangan yang diberikan Jurani (Foto Istimewa)

“Berpolitik di zaman Milenial yang begitu banyak tantangan, saya mencoba melakukan tugas dengan cara transparan kepada Publik agar masyarakat pun bisa memahami cara kerja dan fungsi sebagai anggota dewan, dan paradigma lama bisa di tepis bahwa tidak selamanya Anggota dewan itu hanya duduk diam duit,” kata Jurani tegas.

Pemberian tersebut, tidak akan di berikan dengan stempel apapun, lanjutnya. Naik partai maupun pribadi, karena dirinya bekerja untuk Tuhan bukan untuk Manusia. Terlebih tidak untuk di puji namun untuk Hormat kemuliaan nama Tuhan.

Potongan postingan Jurani di Facebook (Foto Suluttoday.com)

“Maafkan saya jika saya hanya memberikan kepada sebagian masyarakat, karena kapasitas saya hanya anggota dewan, bukan pimpinan yang memegang dan mengelola uang Rakyat. Namun saya percaya masyarakat bisa memahami hal ini,” ujarnya menutup sambil menambahkan dirinya sekuat tenaga saya akan berjuang demi masyarakat.

Demikian lanjutan postingannya bahwa

Saya minta masyarakat tetap bersabar di rumah, sambil berdoa. Jika saat ini kita merasa terbeban dengan keadaan yang ada, ingatlah betapa banyak orang yang sejak kecil lahir tanpa makanan, ada anak yatim piatu yg makan hanya nasi dan garam, ada banyak fakir miskin yg sejak lahir tak pernah merasakan nikmatnya dunia ini.

Namun mereka masih tetap bersyukur. Mari kita bergandengan tangan dengan pemerintah agar situasi ini bisa kita lalui.

(Filipi 4:5)
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

#Singkil_Bulan_Berikutnya ­čÖĆ
#Mapanget_ODP_PDP_Terbanyak ­čÖĆ­čĄÜ
#Sisa_Masker_Yang_Belum_Tiba_Tetap_Disalurkan

YBM PLN Bersama Sejumlah Lembaga Pasang Antiseptic Body Chamber di Masjid Raya Manado

Peresmian Antiseptic Body Chamber di Masjid Raya Ahmad Yani Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Keseriusan berbagai pihak untuk memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19), terus gencar dilakukan. Seperti yang dilakukan YBM PLN, Dompet Dhuafa dan Baznas Sulawesi Utara (Sulut) menyerahkan, kemudian langsung diresmikan Antiseptic Body Chamber di Masjid Raya Ahmad Yani Manado, Rabu (1/4/2020).

Kegiatan ini juga merupakan satu di antara begitu banyak program yang digulirkan YBM PLN dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Bersama Sinergi Amal, YBM PLN menargetkan tujuh Antiseptic Body Chamber ditahap awal utk ditempatkan di ruang publik Rumah Sakit, Pasar dan Rumah Ibadah,

Dalam kesempatan tersebut, Amil YBM PLN Sulutenggo, Imam Muchlisin mengungkapkan alasan memilih Masjid Raya Ahmad Yani sebagai salah satu titik pemasangan Antiseptic Body Chamber.

“Masjid Raya Ahmad Yani Manado merupakan masjid yang disinggahi umat Islam dari berbagai wilayah. Sulit mengetahui jamaah tetapnya,” ungkap Imam.

Berlangsungnya prosesi penyerahan alat (Foto Suluttoday.com)

YBM PLN, kata Imam, berharap Alat ini bisa dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Mudah-mudahan Covid19 bisa cepat selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BTM Masjid Raya Ahmad Yani Yusuf Otoluwa berterima kasih atas bantuan Antiseptic Body Chamber yang diberikan oleh YBM PLN

“APD kami sangat minim jd alat ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Sebenarnya, Yusuf mengaku pihaknya berkeinginan mengadakan tes suhu badan.

“Tapi ada kendala yang lagi-lagi ditemui,” ketusnya.

Senada disampaikan Anggota DPRD Sulut Hi Amir Liputo. “Ini layak diapresiasi karena menjadi salah satu upaya membantu pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

(*/Adm)

Kesal, Senator Djafar: Soal TKA China, Pemerintah Harus Tindak Tegas Jangan Anomali

Hi. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres), Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturang Pemerintah terkait pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai langkah maju. Menandakan keseriusan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo dalam memerangi pandemi Covid-19. Dilain pihak, ada kelonggaran rupanya dalam menerapkan apa yang dianjurkan pemerintah terkait pembatasan sosial.

Dari sisi pencegahan dan penindakan penyebaran Covid-19 juga mendapat support penuh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri. Ironisnya, kata Senator Djafar ditengah giat-giatnya pemerintah melakukan pembatasan sosial, masih ada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diberi kesempatan masuk ke Indonesia. Menurut Djafar, Presiden Jokowi harus bertindak tegas dan adil terkait hal tersebut.

“Rakyat tengah mendukung perintah pemerintah soal upaya melawan penyebaran Covid-19. Ironisnya, ada TKA yang masuk secara resmi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Soal TKA China ini saya mendesak pemerintah harus tindak tegas jangan membuat anomali,” kata Djafar, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, tambah Senator asal Sulawesi Utara (Sulut), terjadi semacam pembangkangan dan teladan yang tidak etis ditunjukkan instansi tertentu. Insiden masuknya puluhan TKA China itu berpotensi melahirkan penolakan dan protes rakyat.

“Akhirnya apa?, rakyat menjadi tidak patuh dan berpotensi melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Harusnya jangan ada tebang pilih, para TKA itu jangan diloloskan masuk ke Indonesia ditengah kita sedang melawan meluasnya wabah Cavid-19. Sekali lagi janganlah pemerintah mendegradasi kepercayaan rakyat,” ujar Djafar tegas.

Mantan Ketua Umum Wilayah BKPRMI Sulut itu mendesak agar pihak Imigrasi dan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) diberi sanksi tegas. Dimana kondisi Indonesia sedang darurat Covid-19, mereka masih melakukan praktek standar ganda. Sikap yang dinilainya tidak paralel dengan perintah pemerintah.

Puluhan TKA saat tiba di Kabupaten Bintan (Foto Istimewa)

“Saya sangat menyesalkan hal ini. Pihak Imigrasi segera diberikan sanksi tegas. Seperti itu pula, izin usana beroperasinya PT. Bintan Alumina Indonesia dicabut sekarang juga. Jangan ada kompromi demi keselamatan rakyat kita. Ingat kesehatan dan jiwa rakyat kita lebih penting diatas kepentingan usaha, investasi atau bisnis. Pemulihan, pencegahan dilakukan dengan prinsip kerja kolektif yang dimotori pemerintah, bukan ini caranya,” tutur Senator Djafar.

Selanjutnya, Djafar mengajak pemerintah bersama para Menteri mengutamakan kepentingan kemanusiaan. Apa yang diarahkan Presiden itu menjadi tugas kolosal, bukan ruang dan peluang yang dimainkan guna mendatangkan atau meloloskan TKA yang kehadiran mereka membawa resiko ketidaknyamanan dari rakyat.

“Sudah tentu rakyat khawatir dan takut kalau penyakit menular Covid-19 ini dibawa para TKA itu. Kan sekedar pernyataan atau surat keterangan sehat dari TKA tidak membuat serta-merta rakyat percaya. Jangan kita menambah-nambah kepanikan di tengah rakyat yang cemas saat ini,” tutur Djafar.

Tidak hanya itu, Senator vokal itu mengatakan bahwa pemerintah harus adil dalam menerapkan sistem menghadapi Bencana Nasional Covid-19. Djafar menyebut bila masih saja pemerintah berlaku lunak terhadap TKA, maka satu kelak akan terungkap ke publik apa sebetulnya yang dilakukan pemerintah.

“Rakyat Indonesia itu membutuhkan pemerintah berlaku adil. Jangan hanya rakyat kecil dituntut menjaga jarak, pembatasan sosial. Lantas yang lainnya dibiarkan, tidak ditindak. Siapa sebetulnya yang bermain dibalik ini?. Harus ditelusuri, bahkan sampai setelah Virus Corona ini hilang. Oknum atau kelompok yang meloloskan ini harus ditindak,” tukar Djafar menutup.

Untuk diketahui, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin, juga telah membenarkan kedatangan puluhan TKA asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

“Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan,” kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari CNN Indonesia.com, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Bintan melalui pihak Dinas Kesehatan Bintan mengaku tidak tahu dengan kedatangan para TKA China tersebut.

(*/Bung Amas)

iklan1