Archive for: Mei 2020

WASPADA, Akun FB Bodong Mencatut Nama Wawali Manado Gentayangan

Akun FB palsu dan asli dari Wawali Mor Dominus Bastiaan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Di era percepatan informasi dan teknologi saat ini melahirkan plus minus dalam penggunaannya. Masyarakat harus mampu memfilter informasi. Adakalanya melahirkan sampah peradaban modern, seperti pemberitaan hoax, tindakan mengatasnamakan atau penipuan dilakukan oknum tertentu secara mudah. Tanpa rasa takut, nama dan kapasitas pejabat publik dibawa untuk kepentingan mencari keuntungan tentunya.

Petaka dari praktek tipu-tipu itu kini menimpa Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE. Politisi senior yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini punya akun Facebook asli yang dikelolanya sendiri. Ironisnya, akun bodong atas nama Mor Bastiaan dipakai oknum tak bertanggung jawab. Hal itu sebagaimana terkonfirmasi dalam postingan status Wawali Mor melalui akun aslinya Mor Dominus Bastiaan.

Wawali yang dikenal kalem dan murah senyum itu mengaku sebagian pengguna Facebook (FB) tentu tertipu dengan ulah akun bodong yang mengatasnamakan dirinya tersebut. Mor berharap agar pengguna medis sosial lebih selektif dalam menggunakan FB. Apalagi, dalam situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sehingga ada oknum-oknum yang berani melakukan penipuan.

”Mohon maaf kalau ada yang palsukan akun FB saya. Torang mesti lebih berhati-hati sudah mulai marak penipuan sekarang. Bisa saja keadaan Pandemik Covid19 ini membuat lebih banyak orang kesulitan uang. Bagi yang membuat akun palsu ini bisa menghubungi saya. Mungkin saya bisa bantu. Terima kasih. Tuhan memberkati,” ujar Wawali Mor, Minggu (31/5/2020).

Sungguh sangat disayangkan, akun bodong yang mencatut nama Wawali Mor Bastiaan itu juga melakukan aktivitas chating dengan memanfaatkan program pemerintah Kota Manado untuk meminta bantuan partisipasi dana dari masyarakat. Akun yang tak bertanggung jawab itu telah mengajak atau melakukan Add kepada sejumlah anggota DPRD Kota Manado, salah satunya Irwan Marlian.

(*/Bung Amas)

CEP Distribusi APD di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado

Ridwan Marlian saat menyerahkan APD (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peduli terhadap perjuangan para tenaga medis dalam melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) berbagi Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam Kota Manado.

Politisi Golkar yang juga Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sulut dua periode itu melalui Ridwan Marlian, Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Golkar menyalurkan langsung APD, Sabtu (30/5/2020). Bertempat di RS Sitti Maryam, Kelurahan Mahawu Kecamatan Tumiting, Kota Manado Iwan bersama tim mendapat sambutan dari pihak RS Sitti Maryam yang dipimpin langsung Direktur, dr. Ani Rahman.

Saat diwawancarai, Iwan Marlian menyampaikan perhatian dan dukungan CEP kepada para petugas kesehatan sangatlah tinggi. Menurutnya semenjak wabah Covid-19 meluas, CEP sebagai politisi perempuan yang memiliki kiprah politik yang berpihak pada masyarakat itu tidak pernah berdiam diri. CEP dikatakannya turun membantu masyarakat dan tenaga medis dalam memerangi Covid-19.

‘’Pemberian APD ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Ibu Tetty Paruntu, atau yang akrab kita kenal sebagai CEP kepada pihak Rumah Sakit. Umumnya pekerja kesehatan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan virus Covid-19, Ibu Tetty selalu peduli kepada mereka. Semoga APD ini dapat membantu tenaga medis dalam kerja-kerjanya,’’ ujar Iwan sapaan akrab Marlian yang juga Anggota Komisi II DPRD Kota Manado ini.

Direktur RS Sitti Maryam berbincang dengan Ridwan Marlian (Foto Suluttoday.com)

Legislator dari Dapil Tumintin, Bunaken dan Bunaken Kepulauan itu tak lupa menyampaikan pesan dari CEP bahwa para pekerja medis yang kerja sepenuh waktu mengobati para pasien Covid-19 agar memperhatikan kesehatan mereka. Politisi murah senyum ini juga mengatakan CEP telah secara rutin turun ke Rumah Sakit-Rumah Sakit yang ada di Sulut untuk mendistribusikan APD.

‘’Ibu Tetty yang adalah Ketua kami di DPD Partai Golkar Sulut juga menitipkan pesan, agar tenaga medis memperhatikan kesehatan. Kalian sebagai harapan masyarakat di tengah menghadapi Covid-19. Itu sebabnya, Ibu Tetty selalu peduli dan memberi dukungan terhadap kerja-kerja pihak tenaga medis. Kami bersama Ibu Tetty sudah turun ke sejumlah Rumah Sakit yang ada di Manado dan Sulut umumnya dalam agenda membagikan APD. Kiranya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,’’ kata Iwan yang juga mengucapkan terima kasih kepada CEP dan Ketua James Arthur Kojongian.

Anggota DPRD Manado, Ridwan Marlian ketika diwawancarai awak media (Foto Suluttoday.com)

Di tempat yang sama, dr. Ani Rahman selaku Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima kasih kepada Tetty Paruntu yang peka terhadap situasi yang tengah mereka hadapi. Dokter senior itu mengakui kalau pihaknya sangat membutuhkan APD. Harapannya terhadap Tetty agar dimudahkan dan diberi hikmat oleh Tuhan dalam setiap aktivitasnya.

‘’Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Tetty Paruntu yang peduli terhadap kami. Alat Pelindung Diri yang diberikan ini sangatlah bermanfaat bagi RSI Sitti Maryam Manado. Kami memang masih membutuhkan APD. Tentu dengan bantuan Ibu Tetty kami sangat terbantu. Kami mendoakan agar Ibu Tetty terus diberikan keberkahan dan dimudahkan segala aktivitasnya. Ibu begitu peduli terhadap tenaga medis,’’ tutur dokter Ani menutup.

dr Ani Rahman, Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima untuk CEP (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, giat kemanusiaan ini dilakukan CEP dan telah berjalan beberapa lamanya sepanjang pandemi Covid-19 melanda Sulut. Politisi Golkar yang digadang-gadang maju sebagai calon Gubernur Sulut itu telah membagikan paket Sembako, masker, hand sanitizer, dan juga APD bagi para tenaga medis. CEP yang punya track record terbaik sebagai politisi perempuan inspiratif di Sulut ini dikenal tak pernah berhenti berbuat bagi banyak orang.

(*/Bung Amas)

Miris, Gugus Tugas Covid-19 Sangihe Lecehkan Tim Pemprov Sulut

Drs. Fransiskus Maindoka (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tim Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bentukan pemerintah Kabupaten Kepualaun Sangihe Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinilai tidak professional dalam bekerja. Bahkan ada kesan praktek diskriminasi dilakukan terhadap tim pemerintah Provinsi Sulut yang bertugas di Kabupaten tersebut.

Seperti informasi yang dihimpun Suluttoday.com, Jumat (29/5/2020) perlakukan pilih kasih dilakukan Gugus Tugas Pemkab Sanghie terhadap tim yang ditugaskan secara resmi oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE. Diantaranya sebagaimana dikonfirmasi media ini, salah satu yang ikut dari tim pemerintah Provinsi Sulut adalah Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Drs. Fransiskus Maindoka, birokrat yang dikenal santun ini membenarkan kejadian itu.

‘’Oh iya, kami mendapat tugas untuk ke Sangihe. Anehnya, saat turun dari Kapal hanya kami tim dari pemerintah Provinsi yang datang dengan mengantongi semua surat-surat secara resmi, tapi di karantina. Sementara beberapa penumpan lainnya, seperti TNI yang bersama-sama dalam perjalanan dari Manado, malah dibiarkan bebas. Kenapa ada tebang pilih seperti itu?. Sekarang kami masih berada di Sangihe,’’ ujar Maindoka.

Di tempat terpisah, Ketua LSM Transparansi Sulut, Donal Pakuku, S.IP, mengecam tindakan tersebut. Menurutnya Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, SE.,ME harus memberikan sanksi keras kepada Gugur Tugas Sangihe atas sikap yang melecehkan pemerintah Provinsi tersebut. Donal menyebutkan apa yang diperbuat Gugus Tugas Covid-19 sesungguhnya mencoreng nama baik Gaghana.

‘’Ini memalukan, sama saja Pemda Sangihe melecehkan perintah Gubernur Sulut, Pak Olly Dondokambey. Kenapa ada indikasi menghalang-halangi tugas pemerintah di atasnya, kan pemerintah Sangihe melalui Gugus Tugas Covid-19 bisa berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut. Kenapa malah melakukan karantina, sementara mereka sudah lengkap surat-suratnya semua. Belum lagi tugas yang dijalankan itu sifatnya segera dan ada batas waktunya mereka bekerja,’’ kata Donal.

Aktivis muda vokal itu secara tegas meminta Bupati Gaghana agar mengantikan seluruh personil Gugus Tugas Covid-19 Sangihe yang dalam pandangannya bisa ada unsur kesengajaan membuat runyam hubungan baik pemerintah Sulut dengan pemerintah Sangihe saat ini. Donal juga menyentil pentingnya koordinasi sinergis dilakukan pemerintah Sangihe untuk soal penanganan penyebaran Covid-19 dan cara-cara karantina.

‘’Mirisnya lagi ada kesan Gugus Tugas ini tebang pilih. Ada yang dikarantina, ada yang tidak. Ada apa ini?. Kami meminta Bupati Jabes Gaghana segera mencopot personil Gugus Tugas Covid-19 yang bekerja amatiran seperti ini. Harusnya koordinasi diperkuat dengan pemerintah Provinsi Sulut. Bukan malah tim yang dikirimkan ke Sangihe malah seperti dihadang untuk tidak dapat melaksanakan tugas secara cepat. Jangan hubungan baik Pak Gubernur Sulut dan Bupati Sangihe direcoki dengan cara-cara seperti ini,’’ tutur Donal, jebolan aktivis HMI itu tegas.

(*/Bung Amas)

Richard Sualang: Bersiap untuk New Normal

dr. Richard Sualang (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rencana pemerintah untuk membuat kebijakan new normal atau kenormalan baru setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ramai diperbincangkan masyarakat. Menurut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr. Richard Sualang masyarakat sudah harus bersiap-siap untuk situasi tersebut. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini menilai kebijakan pemerintah umumnya untuk kebaikan masyarakat.

”Masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado sudah harus bersiap untuk memasuki era ner normal. Kondisi dimana kenormalan baru, atau yang terkadang juga disebut kewajaran baru atau kelaziman baru sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk kebaikan masyarakat di tengah menghadapi Corona Virus 19 saat ini. Sudah tentu rencana tersebut akan positif bagi masyarakat,” ujar Sualang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado periode 2014-2019 itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado ini menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan produk kebijakan yang terbaik untuk masyarakat. Proses adaptasi masyarakat yang telah beberapa bulan ini menghadapi penyebaran Covid-19 perlu mendapat dukungan dari bawah. Politisi nasionalis ini mengatakan new normal menjadi pilihan yang harus diterima masyarakat.

”Apa yang tengah dipersiapkan pemerintah tentang new normal adalah sesuatu yang baik. Pemerintah telah mencari alternatif terbaik dan ragam pilihan terbaik lainnya, dan masyarakat harus mampu menyesuaikan dengan realitas seperti itu. New normal harus kita hadapi dengan semangat kebersamaan, pemerintah memerlukan dukungan semua pihak, terutama masyarakat dalam menyukseskan rencana tersebut. Sambil kita tetap hidup sehat, mengikuti protokol kesehatan. Menjalankan physical distancing, rajin mencuci tangan, gunakan masker ketika keluar dan menghindari kerumunan,” kata Sualang, saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (29/5/2020).

Untuk diketahui, new normal juga identik dikaitkan dengan pembukaan sarana atau ruang publik, perkantoran, industri, sekolah, dan lain sebagainya. Hal ini agar masyarakat dapat beradaptasi dan beraktivitas seperti biasa meski pandemi Covid-19 belum usai.

(*/Bung Amas)

Mesin Incinerator di Manado Minta Tumbal, Proses Hukum Tengah Berjalan

Mesin incinerator saat beroperasi, Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ikut meninjau (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Riuh soal mesin Incinerator di Kota Manado akhirnya berujung ke proses hukum. Kini bergulir dalam penanganan dugaan korupsi pengadaan 4 unit Incenerator, semakin menguatkan indikasi pelanggaran hukum. Dari dugaan pelanggaran tersebut menyeruak kabar sejumlah oknum di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado termasuk dalam kategori berwenang dan paling bertanggung jawab.

”Kuat dugaanya terdapat motif kurang baik pada penetapan harga perkiraan sendiri (HPS),” kata sumber kuat media ini di lingkup Kejari Manado.

Bahkan menurut dia, kemungkinan oknum yang bakal terseret masalah tersebut lebih dari satu orang.

”Kemungkinan besar ada lebih dari satu oknum calon tersangkanya,” ujar sumber.

Meski begitu, harus disesuaikan dengan keterangan saksi-saksi serta alat bukti yang ada. “Kalau calon tersangka sudah jelas ada, tapi ada bukan hanya satu orang yang memiliki indikasi pelanggaran,” bebernya.

Pihak penyidik Kejari Manado melalui Kasie Pidsus, Parsaoran Simorangkir, SH, MH belum dapat menanggapi rincian di atas. Dengan nada mengelak, putra Sumatera Utara ini menjelaskan tahapan penanganan perkara berbandrol Rp 9,8 miliar itu.

”Saya minta maaf tidak dapat menjelaskan perkara ini, karena masih di tahap penyelidikkan,” ujar mantan Jaksa intelijen ini.

Hanya saja Simorangkir meyakini perkara yang bakal menyeret beberapa oknum itu tetap berjalan sesuai prosedur dan seprofesional mungkin.

Selain itu, Plt Kadis LH, Thresje Mokalu, S.Pd belum dapat memberikan penjelasan. Ketika dihubungi via whatsapp tidak menjawab.

Di tempat terpisah, Lucky Datau, Anggota Komisi III DPRD Kota Manado saat dimintai tanggapan menyampaikan bila proses hukum tengah berjalan pihaknya yang sejak awal konsen mengawal soal Incinerator ikut menyerahkan pada proses yang berjalan. Datau menilai upaya hukum juga merupakan hal yang tepat.

”Kalau sudah dalam proses hukum, berarti ini langkah tepat. Jika ada yang meminta kepastian hukum dan menempuh jalur tersebut, selaku wakil rakyat kita tak punya kuasa melarang. Mari kita sama-sama mengawal proses yang tengah berjalan,” kata Datau menutup.

(*/Redaksi)

iklan1