Shalat Ied di Rumah, Ustad Mario Jadi Khatib dan Imam

Ustad Muhammad Mario Fahana Badaruddin menjadi Imam Shalat Id berjamaah di rumah (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) hari ini secara serempak di rayakan umat Islam dunia. Termasuk di Kota Manado, karena dalam situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tentu pelaksanaan Shalat Id juga dilaksanakan sesuai anjuran pemerintah. Ustad Muhammad Mario Fahan Badaruddin, potret Ustad muda yang tawadhu jebolan pesantren ini memilih untuk Shalat berjamaah di rumah saja.

Berdasarkan pantauan Suluttoday.com, Ustad Mario, begitu Ustad muda ini akrab disapa sedang memimpin Shalat Idul Fitri 1441 H/2020 M sekaligus sebagai Khatib di rumah bersama keluarga besarnya. Tepat pukul 07.00 dimulainya Shalat Idul Fitri, kemudian melanjutkan sebagai khatbah dengan mengambil tema: ”Pentingnya bersyukur dan tetap menjalani ibadah setelah kita menjalani ibadah puasa”.

Ustad Mario dalam khutbahnya menjelaskan tentang ciri-ciri orang bertaqwa di jalan Allah. Ketika memimpin shalat, para jamaah dibuatnya tampak begitu khusyu’ mengikuti lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan irama atau gaya Imam Mekkah, Abdurrahman As Sudais. Materi khotbah yang dibawakannya juga menyinggung soal bagaimana seharusnya anak memperlakukan orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun telah meninggal dunia, dan bahkan berbeda keyakinan atau agama sekalipun.

”Anak wajib menghormati dan memuliakan orang tuanya menurut ajaran Islam. Baik disaat orang tuanya masih hidup, maupun yang telah meninggal dunia,” kata Ustad Mario, Minggu (24/5/2020).

Ustad Mario saat menajdi Khatib Idul Fitri 1441 H (Foto Suluttoday.com)

Di hadapan jamaah Shalat Ied, yang juga adalah keluarga besarnya tampak mata mereka berkaca-kaca terharu. Untuk diketahui, Shalat Idul Fitri sebelumnya, tahun 1440 H/2019 M, Putra ke-3 pasangan almarhum Hi. Badaruddin La Runa dan Hj Lilis Suryani Damis ini memimpin shalat idul fitri di Lapangan Zipur TNI AD Teling, dan yang bertindak sebagai Khatib, Drs. H. Ulyas Taha, Mpd. Kemudian pada tahun yang sama, Shalat Idul Adha di Lapangan Sparta Tikala, ustadz Mario bertindak sebagai Imam dan DR. H. Abd Rasyid Gandong, MAg, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara bertindak sebagai Khatib.

Lanjut Ustad Muda yang bersuara merdu ini, baru kali ini tak sempat memimpin Shalat Jum’at dan Tarawih satu kali pun di Masjid Raya Ahmad Yani selama bulan puasa karena kita sedang dilanda wabah pandemi Covid-19.

Jamaah yang melaksanakan Shalat Id berjamaah di rumah (Foto Suluttoday.com)

”Insha Allah Ibadah-ibadah Ramadhan tahun depan kita semua masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa melaksanakannya di masjid-masjid kampung masing-masing. Insha Allah kita bisa lagi memakmurkan masjid-masjid kita itu,” ujar Ustad Mario menjawab pertanyaan wartawan.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1