Mesin Incinerator Bermasalah, Legislator Manado Pertanyakan DLH

Mesin Incinerator yang tidak beroperasi (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Segala fasilitas publik yang disediakan pemerintah, adalah semata-mata untuk kebutuhan masyarakat. Hal itu berlaku diseluruh negara, termasuk di daerah seperti Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Merespon adanya pengadaan mesin Incinerator yang telah dikucurkan pemerintah Kota Manado, namun kini sedang tidak beroperasi, maka wakil rakyat Kota Manado angkat bicara.

Sabtu (6/6/2020), Anggota DPRD Manado, Lucky Datau menyangkan bahwa alat yang dibelanjakan dari uang rakyat (APBD) ternyata tidak efektif. Bahkan, dalam temuan di lapangan, legislator yang masuk di Komisi III DPRD Kota Manado itu menemukan beberapa alat Incinerator bermasalah.

”Terdapat 5 unti Alat Incinerator yang diadakan Pemerintah Kota Manado dengan menggunakan uang rakyat belasan miliar beroperasi sekitar 2-3 bulan sudah rusak 3 unit dan yg 2 unit terkendala faktor x (terlambat supply BBM dan cuma 1 bentor yg msk tiap hari),” kata Lucky yang juga anggota Fraksi PAN di DPRD Kota Manado ini.

Lucky Datau, anggota DPRD Kota Manado (Foto Istimewa)

Politisi vokal itu menambahkan, terdapat di lokasi TPA Sumompou mobil sampah antri karena tidak bisa beroperasinya Alat Excavator. Legislator Dapil Wenang-Wanea itu mengkritisi sistem pengolahan sampah yang diterapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado perlu dengan serius dievakuasi untuk pembenahan pelayanan publik.

Kondisi antrian mobil sampah di TPA Sumompo (Foto Istimewa)

”Sistem pengolahan sampah DLH Kota Manado sangat miris dalam pelayanannya. Kami mempertanyakan dimana tanggung jawab DLH Kota Manado. Selain itu, terkait pengadaan alat Incinerator yang sekarang tidak lagi beroperasi itu apakah berdasarkan kebutuhan masyarakat ataukah keinginan pemerintah?. Manado Kota Cerdas harus dapat menjawab situasi yang carut-marut seperti ini,” ujar Lucky tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1