Wali Kota Manado: Pasar dan Tempat Ibadah Wajib Menyediakan Sarana Cuci Tangan

Wali Kota GS Vicky Lumentut (FOTO Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (5/6/2020), Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 044/D.21/PEMDAL – PTSP/373/2020 yang terdiri dari 10 (sepuluh) item. Edaran tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Manado. Seperti dilanjutkan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Manado, Jimmy C.E. Rotinsulu, SE.,M.Si pada Suluttoday.com, Sabtu (6/6/2020).

Dalam Surat Edaran tersebut, Wali Kota GSVL sapaan akrab Vicky Lumentut menjelaskan pentingnya penanganan Covid-19 yang diperkuat dengan kebijakan pemerintah Kota Manado sebagai bahan pertimbangan keluarnya Edaran. Langkah yang diambil pemerintah Kota Manado begitu penting dengan tujuan menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

”Dalam rangka menjaga dan melindungi serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat Kota Manado dari penyebaran Covid-19 serta dihubungkan dengan situasi saat ini terdapat 26.940 positif terkontaminasi Covid-19 dan 1.641 meninggal di seluruh Indonesia, update 1 Juni 2020, pukul 16.21. Termasuk di dalamnya Kota Manado sudah terdapat 222 (dua ratus dua puluh dua) orang terkontaminasi positif Covid-19 dan 26 (dua puluh enam) orang kasus meninggal, karena itu pemerintah Kota Manado mengambil langkah-langkah sebagai berikut,” ujar GSVL, Wali Kota Manado dua periode ini.

Potongan Surat Edaran Wali Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

Diantaranya;

  1. Tempat hiburan malam, Spa, Pusat Olahraga (fitness centre, Gym dan lain-lain) dan usaha sejenisnya agar ditutup untuk sementara waktu sampai dengan tanggal 13 Juni 2020.
  2. Usaha permainan daring (game online), tempat bermain anak/keluarga (seperti Timezone, Amazone, Kidscity dan lain-lain) dan usaha sejenisnya agar ditutup untuk sementara waktu sampai dengan tanggal 13 Juni 2020.
  3. Hotel, restoran, gedung/ruang serba guna agar tidak menyeneggarakan acara-acara seperti rapat, resepsi dan lain-lain yang bersifat mengumpulkan banyak orang sampai dengan tanggal 13 Juni 2020.
  4. Pemilik/pengelola perkantoran pemerintah/swasta, tempat perbelanjaan yang menjual bahan kebutuhan pokok sehari-hari, pasar tradisional, hotel, restoran, tempat wisata, tempat ibadah dan tempat umum lainnya (selain sebagaimana dimaksud pada angka 3), wajib menyediakan sarana cuci tangan berupa air mengalir, sabun dan cairan antiseptik (hand sanitizer), melakukan penyemprotan dengan menggunakan cairan disinfektan secara berkala serta melaksanakan pembatasan sosial/orang (social distancing dan physical distancing).
  5. Pelaku usaha/pemilik restoran agar semaksimal mungkin untuk menyampaikan dan mengarahkan pengunjung/pelanggan/pembeli untuk membeli dengan bungkus dan bawa pulang (take away). Namun apabila dalam keadaan mendesak, terpaksa pengunjung/pelanggan/bembeli harus makan di tempat (dine-in), mala diatur dan ditata sedemikian rupa, sehingga kursi/meja berjarak minimal 1 (satu) sampai 2 (dua) meter antara satu dengan lainnya.
  6. Himbauan kepada para pemuka agama dan umatnya, untuk sementara waktu selama masa penanganan penyebaran Covid-19 dalam melaksanakan ritual keagamaan seperti beribadah Minggu/Kolom, bersembahyag dan/atau Shalat/Jumatan agar dilaksanakan di rumah masing-masing, tidak diperkenankan melakukannya di rumah ibadah seperti Gereja, Masjid/Mushalla, Pura Vihara dan Klenteng.
  7. Pedagang Kaki Lima (PKL), penjual kue dan/atau makanan di trotoar senantiasa melaksanakan physical distancing dengan menjaga jarak minimal 1 (satu) sampai 2 (dua) meter, antara satu dengan lainnya. Serta wajib mentaati Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum yaitu larangan berjualan dengan menggunakan badan jalan dan/atau trotoar.
  8. Dalam keadaan insidentil/mendesak dan tidak bisa tidak, harus melaksanakan kegiatan/acara yang dilarang sebagaimana dimaksud pada (angka 4) seperti di pusat perkantoran, tempat hiburan, gedung/ruang serba guna, tempat ibadah, tempat wisata, dan tempat umum lainnya, maka kehadiran harus dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan yaitu physical distancing jarak minimal 1-2 meter, antara satu dengan lainnya serta menggunakan masker, dengan menyiapkan dan menyediakan sarana tempat cuci tangan berupa air mengalir, sabun, cairan antiseptik/hand sanitizer.
  9. Diharapkan agar Satuan TNI/POLRI, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN/BUMD dapat mendukung dan mengawal serta meneruskan Edaran ini sesuai tugas dan fungsinya.
  10. Khusus kepada TNI/POLRI dan SatPol-PP diberi kewenangan untuk mengawasi, membubarkan kerumunan dan/atau menindak setiap pelanggaran dari ketentuan yang ditetapkan dalam Surat Edaran ini dan melaporkan hasilnya kepada Wali Kota Manado selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kota Manado.

Demikian Edaran disampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Yang bertanda tangan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut disertai cap Wali Kota Manado.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1