Dodika Incinerator Ajak Wali Kota Manado Turun Tangan Selesaikan Kemelut

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut saat mengoperasikan Incinerator (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bergulirnya kasus pengadaan mesin Incinerator di Kota Manado diakui menambah ragam problem di tengah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, menurut Corry Sanger, selaku pemilik Dodika Incinerator pekerjaan proyek yang dikerjakannya berdasarkan APBD 2019 tersebut pembayarannya bermasalah.

“Masih sekitar Rp.2,6 Miliar lebih diluar patologis yang harus dibayarkan Pemkot Manado kepada kami. Kapasitas saya sebagai pemilik Dodika yang mengadakan alat Incinerator, ternyata saya dipermainkan. Belum lagi sikap Plh Kadis LH Manado yang tidak kooperatif. Padahal saya diundang untuk proyek ini. Bukan datang intip-intip anggaran di Manado,” ujar Corry saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (10/6/2020).

Penyedia alat Incinerator di Manado itu mengaku bahwa sampai saat ini belum ada proses penyerahan hasil pengerjaan proyek yang dilakukan itu. Corry meski menyampaikan kekecewaannya, sempat memberikan solusi kepada Wali Kota Manado agar ada titik temu yang dihasilkan.

“Saya memberi usul agar Pak Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut merespon kendala yang kami hadapi ini. Jangan sampai menjadi masalah yang lebih besar. Saya masih memberi waktu kepada Wali Kota agar menegur Kadis DLH Manado, serta mempercepat pelunasan pembayaran proyek pengadaan Incinerator yang terhambat saat ini,” tutur Conny yang menambahkan kalau mesin Incinerator telah dilakukan uji bakar.

Selain itu, perempuan yang dikenal santun ini menyampaikan agar proses tender proyek lanjutan mesin incineratur ini dipending dulu. Sampai proses yang belum selesai dari anggaran 2019 yang terkait dengan proyek yang dikerjakannya tuntas, barulah dilakukab pelelangan proyek. Corry pun secara tegas mengatakan pekerjaan tersebut belum dilakukannya penyerahan secara resmi.

“Aneh dan janggal, kok kita masih mencari solusi. Kemudian ada masalah yang berkembang, tapi tender (lelang) proyek telah dilakukan untuk tahun 2020. Harusnya selesaikan dulu tunggakan di tahun 2019. Saya menyampaikan secara jujur kalau proyek ini belum ada penyerahannya dari Dodika Incinerator ke Atakara dan dari Atakara kepada Pemkot Manado, seperti itu mekanismenya. Dan sampai sekarang tidak ada surat penyerahannya,” kata Corry.

Mirisnya lagi, lanjut Corry ada dugaan kuat Atakara berkonspirasi dengan Plh Kadis LH Kota Manado, Trisje Mokalu. Sementara itu saat dikonfirmasi, Mokalu tidak memberikan komentar apa-apa. Mokalu yang dihubungi melalui whatsApp dan telpon memilih pasif, terkesan menghindar. Sampai berita ini diterbitkan, Mokalu enggan memberikan komentar atau bantahan.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1