Tresje Mokalu Bersama Kroninya Terancam Disomasi Pemilik DODIKA Incinerator

Tresje Mokalu saat memimpin rapat di BLH Manado belum lama ini (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Polemik soal pembayaran hasil pengerjaan proyek di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado masih berjalan. Bahkan kali ini, pemilik DODIKA Incinerator, Corry Sanger mengingatkan secara keras kepada Tresje Mokalu, Plt Kepala DLH Manado untuk segera menyelesaikan pembayaran terhadap sisa proyek Rp. 2,6 miliar.

‘’Saya tak mau ambil pusing, itu duit milik saya kok. Jumlahnya yang belum dilunasi adalah Rp. 2,6 miliar. Segera dibayarkan DLH Manado kepada DODIKA Incinerator. Akan saya kejar terus, siapa-siapa yang bermain ikut terlibat disini akan saya bongkar. Saya memberi somasi untuk masalah ini, jika tidak diindahkan akan saya lakukan langkah berikutnya. DLH Manado dan PT Atakara akan kita perkarakan,’’ ujar Corry, Minggu (21/6/2020) saat diwawancarai Suluttoday.com.

Corry menyebut ada dugaan kuat Tresje dan kroni-kroninya terlibat dalam masalah ini. Jika Tresje sudah pensiun, lalu masalah pembayaran belum juga diselesaikan tuntas, kata Corry ia menempuh jalur hukum guna menyelesaikan tunggakan tersebut. Corry tidak mau mesinnya (Incinerator) di Manado menjadi monument. Karena menurutnya apa yang dilakukan dengan memberikan garansi 5 tahun, sebagai wujud dari kebanggaannya memajukan Manado. Tapi sayangnya, kebaikan tersebut dibalas dengan cara yang tidak semestinya.

‘’Kabar bahwa beliau sudah pension sudah saya dengar. Bahkan ada yang bilang beliau menjadi Staf Khusus di DLH Manado, itu urusan lain. Yang saya kejar adalah pembayaran kepada DODIKA Incinerator diselesaikan. Saya tahu betul kok, beberapa kami bertemu, Ibu Tresje bersama Pak Mukti untuk urusan ini. Kalau dicuekin akan saya beber semuanya. Saya telah menunjukkan kerja sampai selesai, dan tak mau mesin saya menjadi monument di Kota Manado. Itu mesin sudah saya beri garansi 5 tahun, pada saat pembicaraan kami dengan DLH tak seburuk ini. Kebanggaan saya karena bisa bekerja di Manado melalui pengadaan Incinerator, namun ternyata saya diberlakukan seperti ini,’’ tutur Corry menyesalkan bahwa sampai saat ini pembayaran proyek Incinerator ke DODIKA belum diselesaikan.

Pemilik PT Dodika Prabsco Resik Abadi yang juga asal Sulawesi Utara itu mengharapkan agar Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut segera turun tangan. Corry yang dikenal mengelola teknologi Incinerator terdepan sebagai solusi masalah sampah ini menyebutkan juga sejumlah saksi yang mengetahui bahwa pihaknya bukanlah oknum seperti yang dituduhkan Tresje dalam Hak Jawab Pemberitaan di media online Suluttoday.com, edisi Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telpon dan whatsApp di nomor 082187417xxx, Tresje belum memberikan tanggapan terkait hal yang ditanyakan. Sampai berita ini diterbitkan, Minggu (21/6/2020) Tresje, mantan Camat Malalayang dan mantan Camat Sario ini belum memberikan jawaban.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1