Aksi Membakar Bendera PDI Perjuangan Tuai Kecaman Kader ‘Banteng’ Manado

Steven Zekeon, SH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Miris di era demokrasi yang memberi ruang kebebasan pada masyarakat, namun salah dimanfaatkan. Pasalnya, peristiwa pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dalam aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Rabu (24/6/2020) menuai kutukan. Bahkan berujung proses hukum karena dinilai melampawi batas nilai-nilai demokrasi.

Menurut Steven Zekeon, SH, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPC PDI Perjuangan Kota Manado, pada Suluttoday.com, Jumat (26/6/2020) menyayangkan perstiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut. Politisi yang dikenal vokal ini menyebutkan dalam mengapresiasi demokrasi ada batas-batas tertentu yang perlu dihormati. Praktek membakar atribut organisasi sangat melukai hati kader-kader PDI Perjuangan.

“Tak ada yang melarang proses demokrasi. Asalkan dilakukan dengan wajar dan tertib, saling menghargai batas-batas hak dari orang lain. Kami mengecam tindakan pembakaran bendera PDI Perjuangan. Ini soal kelembagaan yang tidak bisa diterorir, kami mendorong proses hukum terhadap mereka yang melakukan ini,” ujar Zekeon.

Selain itu, Zekeon menuturkan terkait insiden itu, kader ‘Banteng’ Manado begitu DPC PDI Perjuangan akrab disapa, menyikapi tindakan barbar tersebut. Menurut PDI Perjuangan Manado perlakuan demonstatif dengan membakar atribut partai tersebut sebagai wujud dari perusakan reputasi PDI Perjuangan.

“Kami menyampaikan pernyataan sikap, diantaranya; 1. Bahwa kami mengutuk keras tindakan oknum-okbum baik yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan yang telah merusak, membakar Bendera Partai krna hal ini telah menginjak-injak nama baik dan wibawa partai kami. Kemudian, 2. Bahwa kami mendesak kepada aparat penegak hukum dlm hal ini POLRI utk mngambil tindkan tegas kepada oknum-oknum tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai perbuatan mereka patut diduga telah melakukan tindak pidana sbgmana diatur dalam Pasal 170, 156, 406, dan 497 KUH Pidana,” ujar Zekeon.

Lanjut Zekeon menambahkan poin selanjutnya ke-3. Bahwa sebagai kader, PDI Perjuangan Manado akan terus mengawal proses ini dan siapapun yg memiliki niat atau rencana untuk menyerang kehormatan partai maka sbg kader maka kami akan melawan sampai titik darah terakir. Dan ke-4. Bahwa PDI Perjuangan Manado juga menyampaikan kepada seluruh kader PDI Perjuangan khususnya di Kota Manado untuk tetap menjaga suasan kondusif agar tidak terpancing atas ulah-ulah oknum yang tidak bertanggung jawab yang akan merusak serta mengacaukan atau memecah belah NKRI.

“Yang berikut kami akan mendukung tindkan-tindakan aparat keamanan yang terus menjaga NKRI krna negara tdk blh kalah trhadap aksi-aksi kriminalisme dan aksi-aksi yang akan memecahbelahkan NKRI,” tutur Zekeon tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1