Dalam Diam SSK Bergerak, Menuju Harapan Baru Manado

Ir. Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Politik menjadi alat perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Cita-cita besar itu sering kali terkikis atas praktek politisi yang terlalu mengutamakan sahwat politiknya. Mengejar kemewahan dunia, berlaku korup dan akhirnya menindas sesamanya. Menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan politik. Ir. Sonya Selviana Kembuan, bakal Calon Wali Kota Manado dikenal tak memperhitungkan lelahnya berjuang demi warga Manado.

Perempuan yang membangun karir sebagai pengusaha itu enggan mempolarisasi masyarakat. Dirinya hadir sebagai perekat, mengikat keakraban di tengah masyarakat dan tidak mau menjadi beban atau sampah peradaban. Bagi SSK, sapaan akrab Sonya dia berusaha menjadi makhluk sosial yang selalu menjadi pelopor dalam perubahan. SSK kini, dalam menyongsong pertarungan Pilwako Manado, Rabu 9 Desember 2020 selalu bergerak dinamis. Tidak terperangkap atau tertipu dengan nyiyir dan egoisme politik sektoral, dirinya hadir merangkul semua lapisan masyarakat. Terlebih partai politik, SSK melakukan komunikasi politik bermartabat dengan semua partai.

SSK bagai sedang melakukan ‘revolusi sunyi’, seperti tidak terpublikasi seluruh manuver dan komunikasi politiknya. Namun yang dilakukan diperhitungkan lawan politik. Dengan pendekatan yang penuh rasa hormat dan sikap santun membuat SSK disegani. Melalui prinsipnya yang mengedepankan etika politik menghantarkan dirinya ke level yang satu dua tingkat lebih maju ketimbang para politisi lainnya yang senang melempar satire. SSK seperti tidak khawatir dikhianati dalam perjuangan politik, hal itu terbukti dari ketulusannya berucap, blak-blakan dan kepolosannya menyampaikan pendapat.

Telah berkomunikasi intens dengan Partai Politik seperti PKS, Perindo, PAN, Gerindra, PDI Perjuangan dan juga NasDem tak membuat politisi perempuan ini jumawa. Malah SSK tetap mengambil sikap ‘menghindari’ percakapan publik yang berlebih. Menurut SSK politik adalah soal pengabdian, ketulusan bekerja memberi diri bagi banyak orang. Itu sebabnya, politisi yang terlahir dari keluarga sederhana itu menantang dikotomi dan dikriminasi dalam praktek politik. SSK menyebut politik mengakomodasi pemerataan, tak ada yang namanya distingsi dalam politik.

Derajat manusia bagi SSK ditentukan dari kepribadian, karakter dan kejujurannya yang ia simpulkan dalam istilah integritas politik. Kenapa penting integritas dalam berpolitik?, SSK dalam beberapa momentum bertukar pendapat menyampaikan perubahan sebagai sebuah keniscayaan memerlukan kepemimpinan yang kokoh berintegritas. Dari konsistensi sikap pemimpin menjaga, merawat integritas akan memobilisasi sebuah daerah atau negara menuju kemajuan yang berarti. Dengan pandangan tersebut, SSK lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segala kepentingan personal.

SSK bersama Bang Akbar Tanjung (Foto Istimewa)

Gerilya SSK dalam membentuk koalisi di Pilwako Manado, mesti tidak ramai tapi mulai terasa. Bersama tim, SSK melakukan ‘tendangan sudut’ (Corner kick) yang membuatan konsentrasi lawan berlahan buyar. Begitu percaya diri politisi PDI Perjuangan itu membangun kekuatan, bahkan mulai menentukan siapa rivalnya dalam Pilwako Manado 2020. SSK telah bulat bertarung sebagai calon Wali Kota Manado dengan mengusung skema koalisi yang majemuk. Keberagaman politik dan penghargaan terhadap kemajemukan akan dicontohkannya dalam memilih mitra koalisi yang tepat.

Gagasan besar SSK tentang ‘Harapan Baru Manado’ pun mulai didengungkan. Relawan dan simpatisannya telah membumikan itu dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti memberikan Bansos, turun bersama membantu masyarakat saat pandemi COVID-19. Edukasi politik dilakukan, SSK tidak sekedar memberikan kata-kata, melainakn mewujudnyatakannya dalam tindakan. SSK tidak main-main, bergerak dalam diam, namun memiliki sasaran yang jelas. Penetrasi politik dilakukan dengan santun, terarah, kemudian mengena. Hitungan SSK bersama timnya mulai mewarnai konstalasi politik Pilwako Manado.

iklan1
iklan1