Dana CSR BSG ke RSUD Gigi Mulut Manado Bakal Berujung Petaka

Dana Rp. 650.000.000 saat berada di Kejari Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (10/7/2020), Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, melalui Kepala Kejaksaan, Maryono, SH.,MH, kepada wartawan dalam agenda serah terima anggaran Rp 650 juta dari Bank Sulut-Gorontalo (BSG). Lalu diseragkan Kejari Manado ke BRI Cabang Manado, menjelaskan bahwa pada tahun 2019 Bank SulutGo memberikan bantuan dana hibah tanggung jawab sosial atau biasa dikenal dengan nama CSR (Corporate Social Responsibility) kepada pemerintah Kota Manado yang rencananya diperuntukkan membantu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gigi dan Mulut sebesar sekitar Rp.1.2 milyar.

”Dari sejumlah dana tersebut pada bulan April 2020 telah dipindahkan sebesar Rp 650 juta kerening pribadi milik oknum pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado. Sedangkan sisanya sebesar Rp 550 juta belum diketahui dimana disimpan dan juga penggunaannya,” ujar Maryono, Jumat (10/7/2020) melalui rilis.

Dalam proses penyerahan anggaran tersebut terpantau oknum yang mengamankan dana sebesar Rp 650 juta tidak dihadirkan. Bersarkan informasi yang diterima penyelidik Kejari Manado kemudian telah berkoordinasi dengan pihak Bank pemberi hibah, CSR dan oknum-oknum yang ditengarai mengetahui dana tersebut sehingga atas kerja sama yang baik, kata Maryono, pihak Bank dan atas kesadaran sendiri pemilik rekening yang menampung sebagian dana CSR tersebut.

Kondisi Rumah Sakit Daerah Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

”Dengan maksud untuk penyelamatan uang negara maka yang bersangkutan secara sukarela telah menitipkan uang Rp 650 juta tesebut kepada penyelidik Kejari Manado yg selanjutnya uang tersebut diatas dititipkan semenstara ke rekening Dinas Kejari Manado yang ada di Bank BRI Cabang Manado,” kata Maryono.

Penyelidik Kejari Manado, tambahnya lagi, akan segera menentukan sikap terhadap uang dana CSR tersebut setelah diperoleh fakta fakta hukum, yaitu, siapa yang meminta bantuan dana CSR tersebut?. Dimana dana tersebut ditampung?. Sesuai proposal permohonan akan digunakan untuk apa saja dana itu. Kemudian, dana yang telah diterima secara realita digunakan untk apa saja?. Selanjutnya, mengapa ada sebagian yang dipindah dan masuk kerekening pribadi.

Kejari Manado menyerahkan ke pihak BRI (Foto Suluttoday.com)

”Apakah ada ASN/Pejabat lain yang menerima dana CSR tersebut, dan lain sebagainya. Bahwa Bank SulutGo adalah Bank milik Daerah (BUMD=badan usaha milik daerah) yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi. Berdasarkan ketentuan pasal 295 UU. No. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah Jo Permendagri No. 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD bahwa hiba/CSR,” tutur Maryono.

Kajari Manado itu melanjutkan bahwa termasuk kuifikasi pendapatan lain-lain yang sah selain pajak dan retribusi daerah yang harus dicatatkan dan dikelola di rekening kas umum daerah oleh bendahara umum daerah (BUD), sebelum dipergunakan sehingga penyimpangan terhada dana tersebut dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana Korupsi.

”Penyelidik Kejari manado nantinya juga akan menelisik kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena tidak menutup kemungkinan adanya bagi bagi uang secara tdk sah utk kepentingan pribadi setelah uang tsb masuk ke rekening penerima secara sah. Penyelidik akan segera mengambil sikap apakah ada unsur tindak pidana atau sekedar kesalahan prosedur/administratif dlm kasus dana CSR ini,” tutur Maryono tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1