Standar Ganda, Aktivis Pertanyakan Prosedur PAW KPU Mitra

Mirdad Husen (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tahapan klarifikasi dan verifikasi terhadap Gladies Kowureng (calon PAW Komisioner KPU Mitra) masih ‘rumuskam’ KPU RI dan KPU Sulut. Kini beredar kabar akan kembali dilaksanakan Tes Kesehatan bagi calon PAW lainnya.

LSM Gempindo Sulut menyesalkan beredarnya kabar ‘meresahkan’ tersebut dan mempertanyakan aturan yang dipakai oleh KPU (baik itu KPU RI atau KPU Sulut) untuk menggelar tes kesehatan bagi calon pengganti antarwaktu (PAW) Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Tenggara (KPU Mitra).

”Seperti itu, bahwa kami mempertanyakan rencana pelaksanaan tes kesehatan bagi calon PAW Komisioner KPU Mitra. Bila kabar ini benar, aturan mana yang dipakai? Landasan hukumnya apa? Adakah di PKPU?,” kata Mirdad Husain, Ketua LSM Gempindo Sulut, Senin (13/7/2020).

Sepengetahuannya, lanjut Mirdad dalam PKPU nomor 4 tahun 2020 sangat jelas dicantumkan, bila tidak memenuhi syarat atau tidak terdapat lagi calon pengganti antarwaktu yang memenuhi syarat, baru dilakukan tes kesehatan dan tes wawancara.

”Kalau seperti itu, ada apa ini?. Kok hanya calon urutan ke 7, 8, 9 dan 10 yang akan diikutkan dalam tes kesehatan? Kenapa calon ke 6 tidak dilakukan tes kesehatan?. Jangan main-main dengan aturan. KPU RI dan KPU Sulut harus jujur dan objektif. Ingat kerja kalian kami awasi,” tukas Mirdad.

Sekedar diketahui, dalam PKPU Nomor 4 tahun 2020 Pasal 34B ayat (1) disebutkan, ‘Penggantian antarwaktu anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota yang berhenti, digantikan oleh calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota peringkat berikutnya sepanjang masih memenuhi syarat sebagai calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.’

Dalam ayat (2) dijelaskan, ‘Dalam hal calon pengganti antarwaktu anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memenuhi syarat atau tidak terdapat lagi calon pengganti antarwaktu yang memenuhi syarat, KPU melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon pengganti antarwaktu yang diambil dari semua daftar nama calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota yang telah dinyatakan lulus tes kesehatan dan telah mengikuti tes wawancara.’

Lanjut Mirdad, Gempindo memperoleh data Peringkat 6 dari 10 besar seleksi KPU Mitra pada beberapa waktu lalu yaitu saudara Gladies Kowureng lewat surat keterangan dari pemerintah Kabupaten Mitra kepada KPU Sulut tidak mendapatkan izin dari Bupati Minahasa Tenggara selaku pembina kepegawaian, karena yang bersangkutan adalah ASN di Kabupaten Mitra.

”Selain itu, untuk peringkat 7, 8 sampai 9, yaitu saudara Hensli Peleng, Jefry Sumarauw dan Meldi Lontaan, telah dinyatakan tidak sehat pada tes kesehataan saat seleksi KPU Kabupaten Mitra pada beberpa waktu lalu,” ujar Mirdad.

Aktivis vokal itu menyebutkan pula bahwa KPU RI dan KPU Sulut agar maksimal melakukan klarifikasi, jujur dan selektif mengenai kelayakan siapa yang akan menggantikan posisi Almarhum Irvan Rabuka sebagai komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1