Nasib E2L dan Imba di Mata Akademisi Hukum Unsrat

Toar Palilingan, SH.,MH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Posisi dan peluang Elly Engelbert Lasut (E2L) bersama Jimmy Rimba Rogi (IMBA) sebagai bakal calon Wali Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) serta calon Wali Kota Manado ramai diperbincangkan. Berbagai pandangan deras mengalir, ada yang menilai E2L dan IMBA akan terjegal, lalu terancam tak mengikuti kontestasi Pilkada Serentak.

Ketika dimintai tanggapan, Toar Palilingan, SH.,MH, pengamat hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menyarankan agar E2L maupun IMBA tidak terburu-buru dalam kondisi saat ini. Dirinya menyebut perlu pengetahuan terkait berkas atau kesiapan administrasi yang disiapkan dari masing-masing bakal calon tersebut.

“Untuk kedua bakal calon hanya bisa dikomentari kalau dokumen yang akan disertakan saat pendaftaran bisa diakses walaupun hal itu merupakan domein lembaga independen KPU yang tidak bisa di intervensi sekalipun melalui opini atau tekanan lainnya,” kata Toar, Selasa (14/7/2020).

Tambah Toar bahwa guna menghindari kesalahan, maka perlu berbagai pihak menahan diri, mencermati situasi yang berkembang. Akademisi vokal itu menilai PKPU harus diketahui secara baik sebagai acuan dari para bakal calon menyiapkan berkas-berkasnya.

“Karena kita tidak boleh berspekulasi dengan dokumen lama karena bisa saja persyaratan yang diminta PKPU tersebut menjadi dasar diterbitkannya dokumen baru yang dikeluarkan kementerian Kumham/ Lapas mengacu pada pkpu baru pasca putusan MK,” ujar Toar tegas.

Dengan tegas, Toar juga mengingatkan bakal calon E2L dan IMBA, serta berbagai elemen masyarakat untuk tidak gegabah dalam kondisi saat ini. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi kecolongan atau penjebakan.

“Kita harus menunggu sedikit supaya tidak terjebak adanya manuver penjegalan calon,” ucap Toar menutup.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1