Ada ‘Tangan Ajaib’ Kendalikan ULP Manado, Gempindo Sulut Siap Bongkar

Mirdad Husen, Ketua Gempindo Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Spirit reformasi birokrasi rupanya belum benar-benar diterapkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Manado. Bagian yang dipimpin Marcos Kairupan ini disinyalir melindungi sejumlah oknum makelar proyek yang bertugas sebagai joki menawarkan jasa untuk memperalat kontraktor tertentu. Akibat ulah jahat itu, tidak sedikit kontraktor yang ikut tender proyek di ULP Manado menjadi korban.

Praktek busuk itu aromanya mulai terbuka. Setelah sejumlah LSM anti korupsi bicara mendesak agar Wali Kota Manado mencopot Kabag, meminta dilakukannya uji forensik di ULP Manado. Sampai praktek pungli, dan sejumlah kritik atas dugaan kecurangan lainnya yang dilakukan. Sabtu (18/7/2020), DPD Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (Gempindo) angkat bicara. Menurut Gempindo ketidakberesan yang mulai meluas sampai ke media sosial (Medsos) harus secepatnya ditanggapi pemerintah Kota Manado.

”Kalau tidak mampu lagi menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian ULP Manado, silahkan turun saja. Jangan membuat wajah Kota Manado menjadi buruk citranya karena praktek makelar proyek, yang dilakukan di ULP Manado. Tim kami menukan ada permainan, beberapa oknum ASN di ULP Manado yang kini menjadi UKPBJ merangkap menjadi joki dokumen-dokumen proyek. Ini bahaya, memalukan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut,” kata Plt Ketua Gempindo Manado, Mirdad Husen.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada keluhan dan protes yang disampaikan pihak-pihak terkait dalam tendar proyek yang diduga penuh kecurangan menyebutkan bahwa CV Mitra Karya juga pernah melayangkan keberatan disaat sesi sanggahan ke Pokja atau panitia tender di ULP Manado, sayangnya upaya meminta keadilan tidak mendapat respon yang sesuai.

Selain itu, Mirdad menyebutkan ada ‘tangan ajaib’ yang diduga kuat menjamah dan mengontrol ULP Manado sehingga pelaksanaan tender paket proyek lebih bersifat by order. Berbagai kejanggalan kata Mirdad membuat kelompok kerja di ULP Manado bekerja tidak lagi leluasa dan objektif. Maka dengan itu, Gempindo Sulut berkomitmen membongkar ‘orang kuat’ yang bermain mengatur-ngatur proyek di ULP.

Postingan di Medsos yang ramai dikomentari (Foto Istimewa)

”Sinyalemen ini sudah makin terbukti dengan beberapa kasus yang dikeluhkan kontraktor kepada kami. Motif dan modus operandinya sama. Sejumlah kontraktor yang juga mengikuti tender, lengkap berkasnya, tapi tidak sejalan atau dianggap di luar faksi ‘orang kuat’ itu langsung dikalahkan. Jadi para kontraktor yang ikut tender/lelang haruslah orang-orang yang disiapkan si tangan ajaib. Nah, praktek seperti ini yang akan kita ungkap. Investigasi yang kami lakukan mulai rampung, dugaan ini akan kita telanjangi pelan-pelan. Kok seperti ada praktek bagi-bagi jatah di ULP Manado ini,” ujar Mirdad yang menambahkan siap membongkar ‘tangan ajaib’ di ULP Manado.

Sekedar diketahui, melalui sanggahan sanggahan CV Mitra Karya dengan Direktur Yeryek Makasudede menyanggah hasil lelang proyek Normalisasi Anak Sungai Simpony Tuminting yang menetapkan CV Altraco sebagai pemenang. ULP yang kini menjadi menjadi Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) juga mulai viral di Medsos. Sementara itu, Kabag Marcos dihubungi untuk dimintai konfirmasi melalui pesan whatsApp belum mendapat respon sampai berita ini diterbitkan.

(*/Bung Amas)

iklan1
iklan1