Archive for: Agustus 2020

Berakibat Fatal, WALHI Sulut Protes Dirut RS Prof Kandou

Proses pembakaran APD (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.comWahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan temuan adanya limbah Alat Pelindung Diri (APD) yang usai digunakan petugas pemakaman, dan sayangnya dimusnahkan disembarangan tepat. Termasuk di dekat Kuburan Bantik, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sulut Theo Runtuwene. SH. MH., menyatakan standar penanganan medis yang dilakukan tiap Rumah Sakit harus berdasarkan peraturan pemerintah yang positif. Dalam hal ini pihak RS harus mengacu pada Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.167/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Darurat Covid-19. Namun sayangnya dari hasil temuan di lapangan bahwa proses pemusnahan APD petugas pemakaman tidak berjalan sesuai aturan.

“Sudah ditemukan bukti nyata dilapangan, dimana beberapa petugas medis Prof Kandouw secara sengaja dan melawan hukum, melakukan pembakaran APD di lokasi pekuburan Bantik, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil. Kami juga melihat saat pembakaran ada dua orang melakukan pembakaran tak menggunakan APD lengkap. Sedangkan saat pembakaran orang membakar ini sangat dekat dengan APD yang dilepas petugas medis atau petugas pemakaman,” ujar Theo, saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (6/8/2020).

Theo mengatakan petugas-petugas medis tersebut diduga kuat berasal dari RSUP Prof Kandou. Sehingga pihaknya mendesak Dirut Prof Kandou harus bertangung jawab atas hal ini.

”Kami juga berencana akan melayangkan surat protes ke Pimpinan RS. Prof Kandou, dan akan bertemu dengan pihak rumah sakit. Ditambahkannya pemusnahan APD harusnya dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Yaitu dengan proses penguapan dalam suhu tinggi dan setelah itu didisinfeksi kimia kemudian baru diserahkan pada pihak ketiga. Hal-hal semacam ini apakah diterapkan di RS Prof Kandouw atau tidak, mengingat ada ribuah pasien COVID-19 dan ada ratusan pasien yang sudah dikuburkan lewat mekanisme COVID-19,” tutur Theo.

Tambahnya lagi, dimana petugas usai menghantarkan jenazah pasien dan melakukan pemakaman pasien suspect COVID-19, harusnya kembali terlebih dahulu ke RS, agar melepas APD yang digunakan.

“Nah dengan temuan ini sangat disayangkan petugas tidak menggunakan SOP yang sudah ditetapkan,” ujar Theo.

(*/Bung Amas)

Pemkot Manado Salurkan Bansos di Karame Kecamatan Singkil

Kadis Sammy saat menyerahkan bantuan, simbolis kepada Camat Zainal (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado dalam jadwal penyaluran bantuan tahap II (dua) untuk warga terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terus digenjot. Kamis (6/8/2020), di Kecamatan Singkil Manado menjadi Kecamatan ke-11 atau keterakhir dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Bertempat di Kelurahan Karame, Singkil Kota Manado Dinas Sosial dan Pemberdayaan Kota Manado menyerahkan bantuan untuk 996 penerima.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Sammy Kaawoan. Menurutnya sebagaimana yang disampaikan Wali Kota GS Vicky Lumentut bahwa penyaluran harus memperhatikan protokol kesehatan dan harus bekerja tuntas dan selektif dalam pembagian sesuai data. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menyalahi ketentuan yang ada.

‘’Sebagaimana harapan Wali Kota Manado, Pak GS Vicky Lumentut agar Bansos diserahkan segera. Kemudian tepat sasaran, harus dipastikan bantuan yang disalurkan benar-benar layak diterima masyarakat terdampak. Dalam penyaluran tahap II ini, kami berharap semua berjalan lancar. Iya, sekitar 996 penerima di Kelurahan Karame yang akan kita bagikan bantuan,’’ kata Sammy.

Sementara itu saat ditemui di Kantor Lurah Karame, Zainal Nawai selaku Camat Singkil yang juga ikut dalam proses menerima bantuan mengharapkan agar penyaluran bantuan memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, Zainal berpesan agar masyarakat penerima bersabar, mengikuti tahapan yang ditetapkan tim penyalur bantuan.

‘’Alhamdulillah di Kecamatan Singkil telah berjalan pembagian Bansos dari Pemkot Manado. Untuk Kelurahan Karame saya berharap Pak Lurah dan tim Dinsos dapat bekerja sama membagikan bantuan kepada masyarakat sebagaimana data yang ada. Begitu pun untuk masyarakat penerima agar tertib, mengikuti aturan atau cara kerja dari pihak yang diberi tanggung jawab membagikan bantuan ini,’’ ujar Zainal.

Camat Singkil, Zainal bersama tim pemantau penyaluran bantuan (Foto Suluttoday.com)

Senada dengan itu, Lurah Iskandar Polontalo kepada wartawan saat diwawancarai menyebutkan sejumlah jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Pemerintah juga meminta kerja sama masyarakat, tambah Lurah Iskandar. Selain itu, Lurah menyampaikan pola penyaluran dilaksanakan melalui pembagian ke Kepala Lingkungan sehingga tertip dan berjalan lancar.

‘’Bantuan terdiri dari beras 9.960 kilogram, ikan kaleng 14.940 kaleng, dan 3.984 masker kami berharap dapat dimanfaatkan masyarakat Karame. Kami juga mengajak masyarakat agar sama-sama menunjang semua program pemerintah. Dalam hal pembagian Bansos di Karame kami akan membagikan tugas, dari 6 Lingkungan yang ada, para Kepala Lingkungan saya meminta memimpin pelaksanaan pembagian. Kita membagikan bantuan dengan taat pada protokol kesehatan. Kita menargetkan paling lama 3 hari selesai pembagian ke rumah-rumah masyarakat,’’ tutur Iskandar.

Sekcam Singkil, Octavianus bersama Lurah Iskandar saat penyaluran bantuan (Foto Suluttoday.com)

Proses penyaluran bantuan di Karame dihadiri langsung Kadis Sammy Kaawoan, Camat Zainal Nawai, Sekretaris Kecamatan, Octavianus Barahama dan diterima Lurah Karame, Iskandar Polontalo, di Kantor Lurah Singkil. Bersama pihak Polsek Singkil dan pengawas penyalur bantuan dari unsur profesional.

(*/Bung Amas)

KRITIK NALAR PRAKTIS

Reiner Emyot Ointoe (Foto Istimewa)

Oleh : Reiner Emyot Ointoe, Fiksiwan

Richard Dawkins (79), etiolog dan biolog evolusionis pernah mengajukan dua tesis mutakhir berkenaan dengan nalar publik (common reason).

Pertama, hampir setengah abad silam lewat buku ‘Gen Egois’ (The Selfish Gene,1976), Dawkins mewartakan teori memetic yang menentukan arah evolusi gen. Sebagai faktor akar budaya, gen lah yang menentukan takdir makhluk biologi seperti manusia. Ringkasnya, pada nalar gen lah pencetus sesungguhnya kemakhlukan kita hingga hari ini. Evolusi nalar gen (genetic intelligent) penentu kelangsungan biologi kita.

Kedua, melalui “God Delusion” (2006) Dawkins menabalkan bahwa ateisme merupakan keniscayaan dalam sejarah iman (keyakinan). Artinya, nalar iman bisa terus hidup dan tumbuh tanpa harus diyakin oleh kepercayaan pada adanya Tuhan sebagai kekuatan yang maha (Omni potent).

Tesis ateisme ini sebagai nalar iman(logical faith) masih terus di wartakan Dawkins dalam ‘The Magic of Reality’ (2011) dan terakhir sebagai paduan bagi pemula untuk jadi ateis dalam “Outgrowing of God” (2019). Buku ini telah dialihbahasakan oleh Haz Algebra dari penerbit Globalindo Kreatif di Jalan Arie Lasut Singkil Manado.

Dengan merujuk pada filsafat Imannuel Kant (1724-1804) dalam kritik akal budi praktis, tesis ateisme Dawkins bukan lagi suatu tuntutan imperatif kategori nalar praktis. Karna nalar praktis gen telah dibuktikan oleh teori evolusinya meski tak sepi dari kritik ‘nalar murni’ (reine Vernunft) seperti dilakukan oleh John Gray maupun Ian Barbour.

Jika hendak disederhanakan, problem nalar praktis itu sedang diguncang lagi oleh pandemi covid-19 dengan contoh-contoh paling mutakhir. Misalnya, antara nalar murni sains dan nalar praktis agama mendadak dibekukan oleh evolusi bioorganisme virus yang punya nalar genetiknya yang lebih cerdas.

Buktinya, semua keyakinan atas fakta bio-organisme virus corona-19 dengan segala dampak destruktif dan konstruktifnya telah menafikan banyak dalam nalar dan kepercayaan kita apapun sumbernya.

Boleh jadi, tantangan nalar bukan lagi pada pencarian alat bukti, apakah Tuhan ada atau tidak? Tapi, lebih pada apakah kita mampu menghalau keraguan misteri terdalam kita? Siapakah pencipta covid-19? Kapan covid-19 berakhir? Siapakah berikutnya yang didatangi covid-19? Akhirnya, covid-19 telah menjadi nalar praktis yang menyibukkan dan membingungkan ‘nalar kosmik’ kita semua.

MOR-HJP Didampingi Istri Masing-Masing Hadiri Giat GPDI se-Sulut

Bersama istri, MOR-HJP menghadiri Pleno (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Seperti tidak mengenal waktu istrahat, Rabu (5/8/2020), Mor Dominus Bastiaan, SE, calon Wali Kota Manado bersama istri tercinta Imelda Bastiaan-Markus di dampingi pasangannya Calon Wakil Walikota Manado Hanny Joost Pajouw serta isteri Daivy Pajouw-Mailoor menghadiri Pleno Majelis Daerah GPDI se-Sulawesi Utara (Sulut).

Plenoa sekaligus syukuran Pernikahan ke-36 tahun Gembala Sidang Baitani Buha Joseph Takarendehang di kediaman Keluarga Takarendehang Tuyu, siang ini, Rabu 5 Agustus 2020. Dalam sambutannya Mor mengatakan suatu kebanggaan bisa bersama dan bertemu dengan seluruh Majelis Daerah yang hadir dalam pleno tersebut.

Dia pun menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Hanny Joost Pajouw sehingga bisa berpasangan dalam Pilkada. Mor menyatakan bahwa semua yang dilakukannya adalah anugerah Tuhan.

“Kalau Tuhan memperkenankan semuanya, tidak ada yang mustahil dan pasti Tuhan akan membuka jalan,” tutur Mor menutup.

Bersama istri, MOR-HJP menghadiri Pleno (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, Mor dan HJP bersama istri mereka masing-masing didoakan dan diutus oleh Majelis Daerah GPDI yang hadir dalam pleno tersebut.

(*/Bung Amas)

Gencar, Baliho PAHAM Disebar Laskar JPAR di Kota Manado

Laskar JPAR saat memasang baliho PAHAM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak menunggu lama, secara teratur, konsisten dan bertahap Laskar JPAR (Julyeta Pualina Amelia Runtuwene) memasang sejumlah alat peraga kampanye untuk jagoannya. Terpantau, Rabu (5/8/2020) siang tadi, meski sebelumnya telah menghamburkan baliho JPAR dan GSVL di pelosok Kota Manado, Laskar JPAR masih juga konsen memasang baliho yang menuliskan ‘For Manado Torang PAHAM’.

Ketua Umum Laskar JPAR, Calvin Castor didampingi sejumlah tim relawan menyampaikan apa yang dilakukannya saat diwawancarai Suluttoday.com. Calvin menyebut baliho PAHAM (Paula-Harley Mangindaan) sudah dipasang, dan hal itu bertanda dua figur ini telah siap bertarung untuk hajatan Pilwako Manado 2020. Calvin juga menyebutkan permintaan masyarakat untuk dibagikannya baliho PAHAM begitu meningkat.

”Puji Tuhan kita sedang bergerak beberapa hari ini untuk memasang baliho Calon Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Runtuwene dan calon Wakil Wali Kota Manado, Harley AB. Mangindaan. ‘Torang Manado torang PAHAM’ (kami warga Manado kami PAHAM). Langkah ini serentak digaungkan rekan-rekan Laskar JPAR yang ada di Kota Manado, kita dari satu titik ke titik berikutnya memasangkan baliho PAHAM. Luar biasanya lagi, banyak permintaan dari masyarakat, antusias masyarakat untuk mendukung Ibu JPAR-Harley Mangindaan begitu tinggi,” ujar Calvin.

Baliho PAHAM terpasang (Foto Suluttoday.com)

Hal senada juga disampaikan Charles Talumingan selaku koordinator pemasangan baliho Laskar JPAR. Menurutnya konsistensi Ketum JPAR, Bung Calvin untuk langkah cepat membumikan PAHAM langsung mendapat topangan dari relawan yang mengharapkan agar sosialisasi PAHAM terus-menerus dilakukan. Charles menyebut di Kecamatan Mapanget titik awal dimulainya pemasangan, dan mereka akan sapu bersih di seluruh Kecamatan di Kota Manado.

”Atas arahan Ketum Laskar JPAR, kami bergerak satu komando. Intinya sosok PAHAM harus kita dekatkan terus ke masyarakat. Selain komunikasi ke masyarakat yang kami lakukan, beberapa hari ini kami juga melakukan pemasangan baliho. Siang tadi di Kecamatan Mapanget pemasangan dimulai, dan Kecamatan lainnya sedang kita pasang baliho secara bergilir. JPAR-Harley Mangindaan mendapat dukungan luas di masyarakat, ini bertanda mereka akan terpilih di Pilwako Manado, 9 Desember 2020 mendatang,” kata Charles, tim Laskar JPAR ini menutup.

(*/Bung Amas)

iklan1